Jumat, 05 Februari 2021

KYAI CILIK SUKMA SEJATI BAGIAN 13

BERJULUK KYAI CILIK Bagian 13



"Lalu siapa yang menyuruhmu melakukan itu? Menarik tas dari sampingku?" tanya si buta.

"Yang menyuruhku Kyai Cilik."

"Hmm..., berarti sudah saatku, besok datang ke sini lagi, bawa singkong rebus." kata si buta.

"Baik, besok aku akan datang." jawab orang itu.

Maka besoknya dia benar datang membawa singkong rebus yang dipesan, lalu singkong rebus diserahkan, dan si buta yang ahli menarik uang gaib itu pun berkata,

"Kyai Cilik menyuruhku menyerahkan ilmu menarik uang itu padamu, maka aku pun taat padanya, dekatkan telingamu ke sini, biar ku bisikkan ilmu itu." kata si buta.

Si tamu segera mendekat dan dibisikkan ilmu menarik uang, dan setelah itu si buta pun lemas dan meninggal dunia.

Setelah kejadian itu, si tamu datang lagi kepada Kyai Cilik dan menceritakan kisahnya, Kyai Cilik pun menyuruh orang itu mendekat, dan dicabutnya salah satu rambut kepala tamu itu, seketika rambut itu menjadi uang, tapi karena kedapatan mempunyai ilmu menarik uang itu, tamu itu ingin dijadikan murid Kyai Cilik, tapi sudah sepuluh tahun berlalu, tamu itu belum juga diterima menjadi murid, sehingga pernah menangis padaku, minta diaturkan pada Kyai Cilik supaya dia diangkat menjadi murid.

Dan tamu itu hanya diminta menjaga majlis Kyai yang telah lama ditinggalkan, di daerah Cipacung, jadi dia menunggu majlis dan diserahi menjaga daerah Ujung Kulon,

Sebut saja tamu itu bernama Mang Arif, dalam menjaga majlis Kyai yang ditinggal pergi, ada saja keanehan yang didapat. Seperti malam itu, kira-kira jam 12 malam, Mang Arif bersama kelompoknya tengah menjaga majlis, sambil makan cemilan, tiba-tiba di depan majelis di depan mereka pada nongkrong, ada mobil yang menyorot, tapi anehnya tak tau dari mana mobil itu datang, karena mestinya sebelum menyorotkan lampu di dekat, setidaknya datang dulu dari jauh, orang-orang hanya merasa aneh saja, tapi mereka berpikir mungkin saja mereka yang tidak begitu memperhatikan, lalu Mang Arif menghampiri mobil itu, yang nampak di dalamnya ada dua perempuan.

"Permisi, bisa kami bantu?" tanya Mang Arif.

"Ini majlisnya Kyai Cilik?" tanya salah satu perempuan.

"Iya benar, ini majlisnya." jawab Mang Arif.

"Kyai Ciliknya ada?"

"Oo.. Kyai ciliknya sudah lama tidak tinggal di sini.?"

"Terus di mana?"

"Kami tidak tau."

"Situ muridnya?"

"Bukan."

"Lalu siapanya Kyai Cilik?"

"Kami hanya ditugaskan menjaga tempat ini."

"Ooo... kami mau wirid di majlisnya boleh?"

"Silahkan, majlis Kyai bebas kok."

Lalu kedua perempuan itu turun, dan berjalan ke majlis yang terbuat dari bambu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...