Jumat, 05 Februari 2021

KYAI CILIK SUKMA SEJATI BAGIAN 12

BERJULUK KYAI CILIK Bagian 12


Semua orang menyangka, pasti orang yang ada di dalam mobil mungkin juga telah menjadi serpihan-serpihan. Kereta berhenti, semua orang ramai melihat mungkin ada korban yang selamat, tapi semua orang mencari tak ada ceceran darah, tak ada potongan daging atau tulang manusia, juga tak ada orang di dalam mobil tersebut?

Sementara di antara kendaraan yang sedang berhenti, ada salah satu becak yang kosong, sedang tukang becaknya melotot melihat mobil dihantam oleh kereta, dia masih bengong ketika mobil terseret sampai ratusan meter, dia tak sadar jika di becaknya tiba-tiba saja ada penumpangnya, yaitu pak Anton, yang juga merasa heran kenapa dia tidak di dalam mobil, kenapa dia bisa ada di dalam becak, duduk bengong melihat mobilnya dihantam oleh kereta api, bagaimana dia bisa ada di dalam becak pun sama sekali tak dia mengerti bagaimana prosesnya, padahal jelas dia tak sempat membuka pintu dan keluar dari mobil,

Tapi itulah kenyataan yang terjadi, prosesnya bagaimana, akal manusia tidak bisa memikirkan, bukan berarti itu tak terjadi, juga indra manusia tak bisa melihat prosesnya, bukan berarti kejadiannya tak ada, sebab indra itu tak bisa melihat apa yang terjadi di balik dinding, dan akal tak bisa membuka tabir apa yang terjadi di balik hijab kehendak dan kekuasaan Alloh, jika hanya menyelamatkan seorang itu amat mudah bagi Alloh, sebab mencipta manusia dan alam seisinya saja bisa, apalagi cuma menyelematkan seseorang. Sebab Alloh itu sanggup melakukan segala sesuatu, tanpa ada siapapun yang akan mampu menghalangi.

Saat itu jika pak Anton mengatakan kalau dia pemilik mobil itu, maka tak akan ada orang yang percaya, tapi kenyataannya dia itu pemilik mobil itu, sekalipun orang lain bilang itu mimpi, ya dia yang menjalani. Maka dia memilih tidak mengatakan, dia pergi pulang dengan naik mobil penumpang yang lewat.

Ilmu Alloh yang ada di tubuh Kyai Cilik itu seperti samudera yang tak bertepi, dan tak segan-segan kyai menunjukkan bukti nyata, agar orang tumbuh keimanannya.

Pernah suatu kali, Kyai menyuruh santri mengumpulkan daun kopi, lalu daun itu diikat dan diminta dihitung, dalam hitungan tertentu, kemudian daun itu dibungkus di dalam surban, lalu Kyai menepuk daun yang dibungkus surban itu, dan berkata "jadilah uang dengan ijinku" kemudian disaksikan para tamu dan santri, surban dibuka, maka daun kopi itu semua menjadi uang, anehnya uang itu masih tercium santer bau kopi, dan waktu daun kopi itu dikumpulkan ada kotoran semutnya, maka uangnya pun ada kotoran semutnya.

Dan Kyai meminta salah seorang tamu, membawa uang itu untuk dibelikan mobil dari dealer, mobil keluaran terbaru, dan mobil pun didapat. Soal kekayaan kyai mungkin adalah orang terkaya di Indonesia, entah rumah mewah di Pondok Indah atau apartemen di puncak, atau apartemen di tengah Jakarta, atau mobil mewah BMW, atau Mercedes, kyai punya itu, tapi anehnya semua ditinggalkan tak terurus, Kyai paling makan dengan nasi putih dan ikan asin bakar, tak pernah mewah, tak pernah menunjukkan bahkan banyak cerita murid beliau ketika menarik uang dari Gaib, dan mendapatkan uang setumpuk, bahkan uang itu jika mau di sahkan bisa diambil, dan disholati di atasnya, maka kyai harus naik pakai tangga karena tingginya uang itu, tapi kyai sendiri sama sekali tak menghendaki, dunia sangat dianggap tidak ada nilainya.

Pernah seorang tamunya bercerita, dia menemui orang yang bisa menarik uang dari gaib, orangnya buta, yang mempunyai semua trayek angkot Bogor, dia cerita ikut-ikutan minta ditarikkan uang dari gaib, dan caranya orang yang mau ditarikkan uang menghadap kepada si orang buta itu, lalu ditanya soal nama dan lahirnya, kemudian diberi syarat mencarikan uang dengan nomer seri berurutan, setelah dapat, maka uang itu akan dimasukan tas dan disodorkan pada si orang buta yang menarikan uang, ketika dipanggil maka disuruh menyerahkan tas yang berisi uang kepada si buta. lalu tas diraba, dan disuruh membawa pulang, ketika sampai di rumah, tas akan berisi uang.

Ketika cerita seperti itu maka Kyai berpesan, "Coba kamu datang lagi ke orang buta itu, dan minta ditarikkan uang lagi, nanti saat disuruh menyerahkan tas, tas itu sodorkan dan tarik lagi."

Si tamu itu pun memenuhi pesan kyai, dia minta ditarikkan uang lagi kepada si buta, dan mempraktekan apa yang dipesankan oleh Kyai, ketika tas diminta, maka tas disodorkan, tapi ketika tangan si buta menggapai tas, maka orang itu menarik tasnya.

Lalu kata si buta, "Apa yang kau inginkan?"

"Aku tak ingin apa-apa," jawab orang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...