Jumat, 05 Februari 2021

KYAI CILIK SUKMA SEJATI BAGIAN 14

BERJULUK KYAI CILIK Bagian 14


Majlis Kyai Cilik berupa bangunan bambu, dalamnya terlihat dari luar, karena tak berdinding, hanya ditutup kerai bambu, yang dilipat jika tidak dibutuhkan, sehingga apapun yang dilakukan orang dalam majlis akan terlihat jelas oleh orang yang di luar, juga saat itu Mang Arif beserta teman-temannya tengah duduk di luar majlis, jadi dua wanita muda yang masuk majlis itu terlihat sedang duduk dzikir, dan setengah jam kemudian, salah satu wanita membuka botol aqua kosong, lalu berdiri, dan mengangkat botol ke udara, sungguh ajaib, dari tengah udara mengucur air, tak tau dari mana arahnya, begitu saja air mengucur dari udara, dan masuk ke botol, lalu setelah botol penuh air pun berhenti, semua orang yang jaga di luar pun melihat dan semua merasa amat heran.

Lalu kedua perempuan itu keluar dari majlis, dan menghampiri Mang Arif,

"Terima kasih, kami rasa sudah cukup, dan terima kasih banyak telah diijinkan wirid di majlis." kata salah satu perempuan. "Kami mohon diri."

"Oh ya silahkan." jawab Mang Arif, masih bengong dengan keanehan yang dilakukan oleh kedua perempuan itu.

Dan kedua perempuan itu masuk mobilnya, dan mobil dinyalakan, lalu mobil perlahan terangkat ke atas, dan membumbung ke angkasa melintasi pohon nangka dan pohon kelapa, semua makin terpana dengan kejadian yang tak masuk akal itu, pantesan ketika datang di malam itu mobil seketika itu ada, tidak datang dari jauh dulu, rupanya mobil itu datang dan perginya dengan terbang.

Jika dikisahkan, maka banyak sekali kisah Kyai cilik tentang keanehan dan kejadian-kejadian tiap hari yang terjadi,

Kita tinggalkan desa Cipacung yang penuh cerita,

-------------------------------------------

Setiap kejadian itu bukan dinilai dari ajaibnya kejadian, tapi apakah segala kejadian itu akan kita jadikan pembelajaran, makin mendewasakan tidak pada pola pikir kita, jika tidak dan kita tidak bisa mengambil hikmahnya, maka seseru apapun kejadian itu, hanya cerita yang kosong, cerita yang tidak ada manfaatnya.

Kadang pelajaran kecil itu bisa menyadarkan kita, dan kadang pelajaran besar itu sama sekali tak menyentuh dinding nurani, semua itu kembali kepada hati.

Disadari atau tidak keegoan diri pada penurutan pada hawa nafsu, seringkali itu menjadi penghalang pada pemahaman hal lembut yang membutuhkan kejernihan pikiran untuk membaca pesan Tuhan pada segala kejadian.

Dan seseorang itu jika menuju Alloh, maka tidak ada yang dilewati kecuali lapangan nafsu keinginannya sendiri, yang ingin dipuaskan dan dipenuhi, seperti seorang yang ikut lari maraton, dan di pinggir ada banyak penonton, ada yang membawa kamera, hanya karena ingin kelihatan gaya ketika dipotret, lalu setiap ada yang memotret diri selalu bergaya, maka dijamin dalam lari maraton, diri akan kalah dengan orang yang tak memikirkan gaya, dan terus berlari sampai mencapai finis.

Jika ingin cepat mencapai tujuan, fokuslah pada tujuan, konsentrasi, dan jangan memikirkan yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...