BERJULUK KYAI CILIK bagian 10
Banyak orang yang dibimbing Kyai Cilik, salah satunya seorang yang sekarang berpenghasilan 45 milyar sehari, ku panggil pak Ju. Pak Ju bukanlah orang yang sekolah tinggi, malah bangku sekolah tak pernah dipijak, mungkin hanya sampai kelas 4 SD, sehingga tak tau cara seorang berbisnis harus bagaimana, sedang baca tulis juga tak lancar, bahkan untuk memencet hp dia juga tak bisa, apalagi program komputer untuk back up data perusahaannya, semua dikerjakan karyawannya, walau orangnya sederhana, jangan jika kau main ke rumahnya, mobil mewah keluaran terbaru berderet, sebab memang hobinya mengkoleksi mobil.
Pak Ju kenal Kyai Cilik, kira-kira sejak tahun 1999, waktu itu dia bekerja sebagai pemulung, yang kemana-mana membawa karung di punggungnya dan besi untuk menjepit barang yang diambilnya, ketika dia kenal Kyai Cilik, dia ditawari untuk selalu mendengar petunjuk apa yang selalu diuraikan, tanpa boleh membantah, pak Ju yang seorang tanpa pernah mengenyam pendidikan tinggi hanya mengiyakan.
Kyai berkata, "Pak Ju, nanti akan ada orang yang akan memintamu menyediakan pembuangan untuk besi rongsokannya, kamu harus mau, dan besok akan ada orang yang meminta dicarikan besi rongsokan, juga kamu harus terima, beri syarat dia menyediakan pengangkutan, untuk mengangkut besi rongsokan,"
Pak Ju siap menjalankan apa yang diperintah Kyai, dan benar saja ada orang yang memintanya menyediakan lahan untuk membuang besi rongsokan, pak Ju langsung menyetujui, dan juga besoknya ada orang yang minta diberi besi rongsokan, dan minta berapa saja, akan diterima, maka pak Ju setujui semua dan minta yang mau menerima besi rongsokannya menyediakan truk pengangkutan, praktis tanpa berbuat apa-apa, pak Ju pun menerima uang penjualan besi rongsokan, dan semakin membuat pak Ju tunduk, taat, setaat taatnya pada Kyai Cilik, sampai sangat taatnya tak sekali dua kali, pak Ju menemukan keanehan-keanehan dalam usahanya.
Seperti cerita pak Ju kemaren di depanku, Pak Ju membeli mobil Bekas seharga 300 juta, mobil baru datang, datang, sudah ditawar orang 400 juta, ya sudah untung, maka mobil mau saja dilepas untuk dijual, pak Ju diberi panjeran uang muka 100 juta oleh orang yang mau beli, dan mobil akan dilunasi, jika sudah diambil nanti, tapi tunggu punya tunggu orang yang memberi uang 100 juta tak juga datang, maka pak Ju membongkar mesin mobil itu, dan ketika mesinnya dibuka, ternyata dalam mesin ada lempengan emas, dan lempengan perak, karena biasa menemukan hal aneh seperti itu, maka pak Ju tidak kaget, dia jual saja emas lempengan itu, dan laku 300 juta, sementara peraknya laku 100 juta, ya sebelum mobil itu laku terjual pak Ju telah laba 500 juta, itu kisah pak Ju, yang sampai sekarang masih selalu taat dan tunduk pada Kyai cilik.
Ada lagi pak Umar, penjual yang biasa berjualan peci di trotoar, ketika dia ketemu Kyai Cilik, Kyai memintanya untuk mengikuti sarannya, maka usahanya akan berhasil.
Kata Kyai, "Nanti akan ada orang bernama pak Abu, kamu temui dia, katakan jika membutuhkan material, kamu siap menyediakan, lalu dia akan menyetujui, buat harga yang pantas, nanti temui ibu Heni, pemilik material yang besar, pesan material padanya, dengan harga di bawah harga yang kamu buat dengan Pak Abu, minta Bu Heni mengantar dengan mobil angkutannya ke tempat Pak Abu,"
Maka Umar pun menyetujui, walau secara dia akal, maka itu tak dalam jangkauan akalnya, tapi dia jalani, dan semua terjadi, maka dia mempunyai usaha kontraktor tanpa kantor, sampai kemudian dia mempunyai pabrik pelapisan baja bawah laut, tentunya semua atas pengarahan Kyai Cilik, karena dia sendiri cuma jebolan MTS, yang tak ada pelajaran mempunyai pabrik yang beromset 23 milyar sehari.
Kyai selalu memberi arahan yang di luar jangkauan akal manusia, karena beliau melihat ke depan, apa yang akan terjadi. Dan kisah para pengusahawan sukses yang di bawah bimbingannya sangat banyak, sehingga teramat banyak untuk dikisahkan.
Dari orang yang tak punya uang sepeserpun, menjadi orang yang mempunyai penghasilan milyaran itu sudah bukan hal aneh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar