Jumat, 05 Februari 2021

KYAI CILIK SUKMA SEJATI BAGIAN 11

BERJULUK KYAI CILIK bagian 11



Memang yang dilakukan Kyai Cilik selalu di luar nalar, tapi itu sebenarnya sudah direncana dalam benaknya, tersusun rapi. Kadang juga beliau mengislamkan seorang Konghucu, memang di tempat kyai itu banyak orang yang datang bertamu, bukan cuma yang beragama Islam saja, tapi juga yang beragama lain, dan selalu ada kisah unik di dalamnya.

Seperti seorang Konghucu yang datang bernama pak Anton, dia orang China beragama Konghucu, setiap kali dia datang tak pernah sekalipun Kyai menyinggung agamanya atau keturunannya, sehingga orang tidak merasa didiskriminasi, selalu merasa di-uwongkan,

"Di dalam Saolin itu ada ilmu kebal ya pak Anton?" tanya kyai.

"Iya kyai, malah ditusuk pakai tombak orangnya tidak apa-apa," jawab pak Anton bangga.

"Wah hebat ya...!"

"Iya kyai mereka hebat-hebat."

"Berapa tahun mereka itu latihan kebal, pak Anton?" tanya kyai.

"Ya lama kyai, bertahun-tahun."

"Wah sayang kalau cuma latihan ilmu kebal bertahun-tahun, kan banyak waktu yang terbuang." jelas kyai.

"Ya namanya juga ilmu tingkat tinggi, jelas harus rajin melatihnya." jelas pak Anton.

"La kalau misalkan pak Anton ku bikin kebal tanpa latihan, pak Anton percaya gak?" tanya kyai.

"Ya tak mungkin lah kyai,"

"Sim...! sini Sim..! bawa golok." panggil kyai kepada santri.

"Wah saya mau diapakan kyai?"

"Ya mau di-tes kekebalan."

"Wah jangan kyai, saya tak punya ilmu kebal." kata pak Anton ketakutan, wajahnya menciut ngeri.

Si Hasim yang dipanggil muncul di pintu, dan menyibak, melewati banyak tamu.

"Ada apa kyai? Ini goloknya." kata Hasim menyerahkan golok.

"Coba kamu bacok pak Anton ini...!" kata Kyai pada Hasim.

Hasim mengerti dan paham dengan maksud Kyai, sementara pak Anton makin gemetar keringat dingin keluar semua.

Sementara Hasim tanpa ba bi bu, golok dicabut dan dihantamkan ke punggung pak Anton, pak anton cuma sempat teriak "Mati aku..!"

Golok telah menghantam punggungnya, bukan hanya sekali, tapi Hasim menghantamkan berkali-kali. Pak Anton yang asalnya ketakutan, dan setelah dihantam golok malah kayak dipijit, maka kemudian tertawa.

"Bagaimana pak Anton?" tanya Kyai.

"Iya kyai saya percaya." kata pak Anton.

"Tapi tolong saya lihat goloknya." kata pak Anton, mungkin mengira itu bukan golok sungguhan, golok diberikan Hasim pada pak Anton, dan diraba ketajamannya, memang sungguh-sungguh golok yang tajam, lalu dia mengambil sebuah jeruk yang ada di piring, dan dipotong, jeruk diiris belah menjadi dua.

"Iya golok asli, tapi kok tak mempan ya?" kata pak Anton yang masih heran.

"Dicoba saja diiriskan ke pergelangan tangan," kata kyai.

Dengan takut-takut pak Anton mengiriskan golok ke pergelangan tangannya, dan tak apa-apa, lalu dia pindah mengiris lehernya sendiri, juga tak apa-apa.

"Bagaimana pak, tak perlu latihan kan, bahkan pak Anton tak perlu ku sentuh, untuk mempunyai ilmu kebal." jelas kyai.

"Wah kalau begini berhadapan sama siapa saja saya berani kyai, bahkan ditabrak kereta api pun saya berani." kata pak Anton menyombongkan diri.

Kyai cuma tertawa, setelah dari selesai urusannya, pak Anton pun pulang ke rumahnya di Serang, perbatasan Cilegon. Entah kebetulan atau memang sudah apesnya pak Anton, pas di pertengahan rel kereta api Serang, mobil mewahnya mogok, padahal mobil itu belum lama dibeli dari dealer. Sementara kereta Serang tengah melaju, pak Anton sudah tidak keburu menyelamatkan diri, kereta Api dengan telak menghantam mobilnya, dan terseret sampai ratusan meter, mobil sudah tak berbentuk lagi, ringsek tak karuan, banyak yang tercerai berai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...