Senin, 26 Juli 2021

"THE COUNT OF MONTE CRISTO" BAGIAN 30

BAB XXX


BEBERAPA hari kemudian Albert de Morcerf
mengunjungi Count of Monte Cristo di Champs Elysee. Di Rumah tersebut, sekalipun hanya merupakan tempat kediaman sementara, namun berkat kekayaan Monte Cristo yang seakan-akan tak terbatas, telah diatur seperti sebuah istana. 

Albert ditemani oleh Lucien Debray. Count of
Monte Cristo memikirkan bahwa kunjungan Debray didorong oleh kepentingan berganda. Salah satu di antaranya, karena Nyonya Danglars yang tidak dapat melihat sendiri rumah orang yang dengan gampang
memberikan begitu saja sepasang kuda yang berharga puluhan ribu frank dan menonton opera dengan seorang gadis hamba sahaya yang mengenakan perhiasan berharga jutaan frank, telah mengutus Debray untuk melihat-lihat bagi dia dan melaporkannya nanti. Namun Monte Cristo tidak memperlihatkan perkiraannya itu.

''Masih seringkah Tuan bertemu dengan Baron
Danglars?" tanya Monte Cristo kepada Albert.

"Tentu saja. Bukankah telah saya ceriterakan hubungan saya dengan keluarga mereka."

"Berarti hubungan itu masih baik."

"Ya. Segala-galanya telah ditetapkan "

"Apakah dia cantik?”

"Bahkan cantik sekali. Tetapi, dia bukan selera saya. Dan saya tidak berharga dibandingkan dengan dia!”

"Tuan berbicara seakan-akan telah menjadi suaminya!" kata Monte Cristo. 

"Kelihatannya Tuan tidak begitu gembira dengan rencana perkawinan ini."

"Nona Danglars terlalu kaya bagi saya," jawab Albert.

"Dan ini menakutkan saya."

"Bagi saya," kata Monte Cristo, 

"sukar sekali memahami keengganan Tuan menikah dengan seorang gadis yang cantik lagi kaya."

"Saya bukanlah satu-satunya orang yang berkeberatan dengan pernikahan itu. Ibu pun tidak menyetujuinya. Saya kira ada sesuatu yang tidak beliau sukai dalam keluarga
Danglars itu . . . Tuan sangat berbahagia menjadi orang yang bebas!"

"Kalau begitu, bebaskanlah diri Tuan sendiri. Siapa yang akan menghalangi?"

"Ayah akan sangat kecewa apabila saya tidak menikahi Nona Danglars."

"Kawinlah dengan dia," 

kata Monte Cristo sambil mengangkat bahu.

"Sebaliknya " kata Albert, 

"ibu akan lebih dari kecewa apabila saya jadi kawin Hati beliau akan sakit sekali."

"Kalau begitu jangan kawin."

"Saya akan mencoba mengambil keputusan. Sudikah Tuan memberi saya nasihat? Barangkali Tuan dapat membantu saya keluar dari kemelut ini... Tetapi, apabila saya terpaksa harus memilih Salah satu dari dua keburukan, saya bersedia berbantahan dengan ayah demi menghindarkan ibu dari kepedihan."

Monte Cristo membalikkan badan. Rupanya
perasaannya agak terganggu. 

"Hai," 

katanya kepada Debray yang sedang duduk di sudut ruangan dengan sebuah pensil di tangan dan sebuah buku catatan di tangan yang lain.

"Apa yang sedang Tuan kerjakan? Menggambar?"

"Tidak. Saya sedang menghitung berapa keuntungan yang telah diperoleh Danglars dari kenaikan harga saham di Haiti. Harga saham telah naik dari dua ratus enam menjadi empat ratus sembilan dalam tiga hari. Bankir yang cekatan itu telah memborongnya ketika harga masih dua ratus enam, lalu menjualnya lagi dengan harga tinggi. Dia tentu beruntung tiga ratus ribu frank. Sekarang, harganya telah
turun lagi menjadi dua ratus lima."

"Kalau Tuan Danglars berani berspekulasi untung atau rugi tiga ratus ribu frank dalam sehari, tentu ia seorang yang sangat kaya," kata Monte Cristo.

"Bukan dia yang suka berspekulasi itu!" kata Debray.

"Nyonya Danglars. Dia sangat berani."

"Kalau aku menjadi engkau," kata Albert, 

"aku akan menyembuhkannya dari penyakitnya, dan ini akan merupakan jasa yang baik bagi calon menantunya."

“Maksudmu?"

"Aku akan membuatnya jera. Kedudukanmu sebagai sekertaris menteri menyebabkan berita-berita yang datang darimu diperhatikan dan diperhitungkan orang. Setiap kali engkau membuka mulut, semua pedagang saham di Paris mencatat kata demi kata.. Buatlah dia rugi seratus ribu frank beberapa kali, dia segera akan menjadi lebih hati-hati."

"Aku belum dapat mengerti maksudmu " kata Debray sedikit terbata-bata.

"Sangat sederhana," lanjut Albert. 

“Ceriterakan pada suatu hari kepadanya sebuah berita yang sensasionil atau sebuah berita telegram yang hanya engkau sendiri yang dapat mengetahuinya. Umpamanya saja, bahwa Raja Henry IV kemarin kelihatan di Gabrielle. 

Berita ini akan menyebabkan kenaikan harga saham. Nyonya Danglars pasti akan segera membeli saham-saham itu. Dan dia pasti akan merugi kalau keesokan harinya Beauchamp membantah dalam korannya dengan menyatakan bahwa menurut keterangan dari sumber yang dapat dipercaya
berita yang mengatakan bahwa Raja Henry IV berada di Gabrielle, adalah tidak benar."

Debray memaksakan diri tertawa. Monte Cristo juga, sekalipun tampaknya acuh tak acuh, mengikuti kata demi kata pembicaraan Albert. 

Bahkan ia dapat mencium semacam rahasia yang tersembunyi di balik kebingungan Debray. Kebingungan ini, yang tidak kelihatan oleh Albert, menyebabkan Debray segera meminta diri. Jelas sekali bahwa pikirannya kacau.

"Benarkah," 

kata Monte Cristo kepada Albert setelah dia mengantarkan Debray sampai ke pintu, 

"ibu Tuan sangat tidak menyetujui perkawinan itu seperti yang Tuan katakan tadi?"

"Demikian tidak menyetujuinya sehingga Nyonya Danglars tidak pernah mau berkunjung ke rumah kami. Dan saya kira ibu pun baru sekali berkunjung ke rumahnya sampai
sekarang."

"Kalau begitu," kata Monte Cristo lagi, 

"saya merasa akan lebih bebas berbicara. Tuan Danglars adalah bankir saya dan Tuan de Villefort menghormat saya secara berlebih-
lebihan sebagai tanda terima kasihnya untuk sebuah jasa yang kebetulan sekali dapat saya perbuat untuk keluarganya.

Berdasarkan ini saya merencanakan sebuah
jamuan makan. Agar tidak timbul wasangka yang bukan-bukan di kemudian hari, saya bermaksud mengundang keduanya bersama istri makan malam di rumah saya di Auteuil. 

Kalau saya mengundang juga Tuan dan orang tua Tuan, saya khawatir akan tampak sebagai suatu pertemuan untuk merencanakan perkawinan. 

Setidak-tidaknya ibu Tuan akan berpikir demikian, apalagi kalau Tuan Danglars
membawa serta puterinya Dengan demikian saya akan membangkitkan ketidak senangan ibu Tuan, padahal saya ingin menghindarkannya."

"Terima kasih untuk keterbukaan Tuan," kata Albert.

"Saya senang sekali mendahului undangan Tuan menceriterakannya kepada ibu. Juga akan saya ceriterakan betapa kehati hati an pertimbangan Tuan, dan saya yakin beliau
akan sangat berterima kasih, sekalipun ayah pasti akan marah kalau mengetahuinya."

Monte Cristo tertawa. 

"Ayah Tuan bukan satu-satunya yang akan marah. Tuan dan Nyonya Danglars pun akan
bertanya-tanya mengapa saya tidak mengundang Tuan dan pasti mereka akan menganggap saya sebagai orang yang tidak mengetahui tata kesopanan. 

Usahakanlah supaya Tuan mempunyai janji yang sangat penting pada hari yang
bersamaan, dan kirimlah surat kepada saya tentang itu.

Seperti Tuan ketahui, seorang bankir tidak mempercayai sesuatu kalau tidak tertulis."

"Saya mempunyai gagasan yang lebih baik dari itu. Sejak lama sekali ibu menginginkan berlibur ke pantai. Kapan tuan bermaksud mengadakan jamuan itu?"

"Sabtu."

"Sekarang hari Selasa. Baik, kami akan berangkat esok sore dan lusa kami sudah berada di Treport. Saya akan segera menemui Tuan Danglars hari ini juga untuk mengatakan
bahwa ibu dan saya akan meninggalkan Paris esok.

Saya akan berpura-pura tidak bertemu dengan Tuan dan tidak mengetahui apa-apa tentang jamuan makan yang akan Tuan selenggarakan."

"Bagaimana dengan Tuan Debray yang mengetahui Tuan di sini?"

"Benar juga."

"Begini sebaiknya. Saya mengundang Tuan secara tidak resmi sekarang dan Tuan menjawab bahwa Tuan tidak dapat hadir karena akan bepergian ke Treport."

"Setuju. Dan sekarang izinkan saya mengundang Tuan ke rumah pada jam berapa saja Tuan kehendaki asal sebelum hari esok.”

'Terima kasih. Tetapi sayang sekali, saya khawatir tidak dapat memenuhinya. Saya mempunyai janji yang sangat penting dengan Mayor Bartolomeo Cavalcanti — seorang
dari salah satu keluarga bangsawan yang tertua di Italia — dan putranya Andrea, seorang anak muda sebaya Tuan yang bermaksud memasuki masyarakat Paris dengan bantuan jutaan frank milik ayahnya. Saya berjanji akan
menjamunya hari ini dan ia akan mempercayakan putranya kepada saya."

"Seandainya Mayor Cavalcanti bermaksud mencarikan istri bagi putranya," kata Albert, 

"saya akan senang sekali membantunya berkenalan dengan seorang gadis yang cantik, keturunan bangsawan dari pihak ibunya dan dapat mewarisi gelar barones dari pihak ayahnya.”

"Sampai sejauh itukah Tuan berpikir?”

"Oh, Tuan tidak akan dapat membayangkan betapa besar rasa terima kasih saya kepada Tuan apabila Tuan membantu saya tetap membujang!"

"Segala sesuatu mungkin saja terjadi," jawab Monte Cristo dengan nada tenang.




Bersambung... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...