Selasa, 27 Juli 2021

"THE COUNT OF MONTE CRISTO" BAGIAN 40

BAB XL


PADA hari itu juga Albert de Morcerf mengunjungi Count of Monte Cristo. Monte Cristo menerimanya dengan senyuman yang khas.

"Saya baru kembali dari Treport kurang dari sejam yang lalu." kata Albert, 

"dan orang yang pertama kali saya kunjungi adalah Tuan,"

"Menyenangkan sekali mendengar itu."

"Ada berita buat saya?"

"Ya, Tuan Danglars hadir dalam undangan makan malam tempo hari itu."

"Saya telah memperkirakannya. Bukankah kepergian ibu dan saya ke Treport justru untuk menghindari kehadirannya?”

"Ia juga bertemu dengan Tuan Andrea Cavalcanti."

"Pangeran dari Italia itu?”

"Jangan dilebih-lebihkan, la sendiri mengaku dirinya hanya seorang viscount. Dia datang bersama ayahnya, yang lainnya adalah Tuan dan Nyonya Danglars, Tuan dan Nyonya de Villefort, Tuan Debray, Maximilien Morrel dan oh ya, Tuan de Chateau-Renaud."

"Apakah mereka memperbincangkan saya?"

“Tak sepatah pun."

"Sayang sekali”

"Mengapa? Saya mengira Tuan justru ingin agar mereka melupakan Tuan."

"Benar, tetapi bila mereka tidak memperbincangkan saya, mungkin mereka masih memikirkan tentang saya selama itu. Dan itulah yang tidak menyenangkan."

"Apa kerugian Tuan selama Nona Eugenie Danglars tidak berada bersama mereka memikirkan Tuan? Meskipun mungkin ia memikirkannya di rumah"

"Saya yakin ia tidak melakukannya, atau setidak-tidaknya, seandainya ia memikirkan saya, sama pula dengan pikiran saya terhadapnya."

"Cinta kasih yang mengharukan sekali! Sampai demikian itu kah kalian saling membenci?"

"Begini, Tuan." kata Albert, 

"Nona Danglars mungkin sekali dapat menjadi gundik yang baik, tetapi sebagai istri…”

"Begitulah rupanya Tuan berpikir tentang calon istri Tuan," 

Kata Monte Cristo sambil tertawa lebar.

"Memang barangkali terlalu kasar ungkapan saya itu, namun itulah pendapat saya. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana harus hidup bersamanya, mendengarkan dia menyanyi, menggubah lagu dan puisi seumur hidup. Seorang gundik dapat saja kita tinggalkan kapan kita mau, tetapi seorang istri lain lagi soalnya! 

Kita harus hidup seumur hidup bersamanya. Dan kalau saya membayangkan harus hidup seumur hidup dengan dia, selalu saja saya
mengalami mimpi buruk."

"Jangan terlalu khawatir harus menikah dengan Nona Danglars," kata Monte Cristo. 

"Biarkan saja persoalan itu berlalu dengan sendirinya. Kalau Tuan mundur, Tuan bukanlah orang pertama yang menarik kembali ucapannya.

Sungguhkah Tuan mau membatalkan pertunangan itu?"

"Saya berani membayar seratus ribu frank untuk membatalkannya."

"Dalam hal ini, Tuan harus bergembira karena Tuan Danglars bersedia membayar dua kali lipat untuk maksud itu."

"Kalau itu benar, ini merupakan kebahagiaan yang tak ternilai!" kata Albert gembira. 

Namun demikian ia tidak dapat menahan diri bertanya, 

"Tetapi apakah alasan Tuan Danglars?"

"Ah, hanya tabiat kemanusiaan belaka! Ada seorang yang sudah siap menghantam kehormatan orang lain dengan sebuah kapak, tetapi dia berteriak kesakitan apabila
kehormatannya sendiri tertusuk sebuah jarum."

"Sekalipun demikian, menurut pendapat saya Tuan Danglars.."

"Harus merasa puas bermenantukan Tuan, bukan?
Tetapi ia seorang yang mempunyai selera buruk sehingga dapat puas dengan yang lain."

"Siapa calon dia?"

"Tidak tahu, tetapi sebaiknya Tuan membuka mata dan telinga lebar-lebar, mungkin Tuan akan mengetahuinya sendiri."




Bersambung... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...