★HENING★ Part 8
"RENCANA PENYERANGAN"
Burung-burung saling berkejaran di lepas pantai itu, angin berhembus pelan memutai bibir pantai di barengi deburan ombak silih berganti,
"Jaga dirimu kawan, kami akan berangkat berjuang di negara kami dari sini..".
Kata Smith di ikuti anggukan kepala oleh Bob dan Fallen,
"Jim, berjanjilah kau akan menjaga si Silent killer ini...",
Tambah Fallen tersenyum,
".. Tentu saja, ingat.. Setelah menaiki boat ini dan sampai di pelabuhan, segera bergabung dengan kapal Imigran gelap di disitu yang menuju Kamboja, setelah itu kalian tahu apa yang harus kalian lakukan kan..",
jawab Jim,
"..Semoga kita bertemu lagi, tapi dalam situasi yang berbeda...",
Ungkap Elang dan di sambut sebuah pelukan oleh semuanya.
"Baiklah.. Kami pergi, sampai jumpa..",
Kata Bob, menaiki sebuah boat bersama Smith dan Fallen,
"Brebebebbe...",
Mesin boat menyala, Mereka pun berangkat meninggalkan secuil cerita.
Sementara itu,
Para petinggi Militer, dewan dan para Mentri terlihat berkumpul di Aula istana kepresidenan indonesia, Aula terdengar ricuh para petinggi itu yang tak tau mengapa Presiden mengumpulkan mereka, keadaan berubah Hening ketika seorang paruh baya berkemeja batik masuk ke Aula tersebut, dialah Orang nomor satu republik ini, Presiden Ir. Darwinsyah.
Seakan tak ingin berlama-lama Pres. Darwin langsung menaiki singgasana kepresidenan di Aula tersebut,
"Terima kasih sebelumnya anda semua telah hadir disini, baiklah.. Kita semua tahu bahwa negara tetangga kita Thailand sudah terlalu banyak ikut campur terhadap semua kegiatan separatis di bumi pertiwi kita...",
"..Beberapa waktu yang lalu saya memerintahkan Mentri pertahanan meminta izin atas dasar perdamaian Asia kepada PBB untuk menindak lanjuti Thailand, dan... PBB mengizinkannya.."
"HOREE...!!!",
Sorak para petinggi militer, mereka sudah lama menantikan ini semenjak para Negara tetangga seenaknya mengusik bumi pertiwi mereka.
"..Dan juga setelah dukungan dari beberapa negara ASEAN lainnya seperti, kamboja dan singapura, maka hari ini.. 23 september 2012, pukul 11,15 Wib, indonesia menyatakan.. PERANG terhadap thailand!!!"
"MERDEKA..,!!!!",
Gemuruh semangat semua yang hadir di Aula tersebut,
"Mengenai perihal Taktis dan strategi.. Akan di Koordinir penuh oleh Panglima besar TNI, Jendral Rokhim Maluda, sekian terima kasih, Merdeka!",
Seru presiden dan segera meninggalkan Aula tersebut mengingat banyak hal yang harus ia kerjakan.
Tak lama berselang, Jend. Purnomo tampak membicarakan sesuatu dengan Panglima besar TNI bapak Rokhim SE,
"Astaga..! Mengapa saya baru mengetahui ini?",
Kata Pang. Rokhim terkejut,
"Bagaimana situasinya?"
Pang. Rokhim bertanya,
"Tidak di ketahui posisi pasti Agen kita pak, tapi diketahui ia masih hidup..",
Jelas Jend. Purnomo,
"Kita harus menyelamatkannya..! Dia satu-satunya orang yang bisa menjerumuskan hal berbau penyalahgunaan kekuasaan di badan keamanan..!",
"Kita akan bentuk tim khusus dan kita berangkatkan diam-diam di antara prajurit yang menyerang kesana.., aku ingin kau membentuk tim itu sekarang juga..! Aku tunggu beberapa jam lagi!",
Perintah Pang. Rokhim,
"Siap pak..!"
Sahut Jend. Purnomo memberi hormat kemudian berlalu pergi.
Jauh dari situ...
Perdana mentri thailand Ghoydee tengah mengadakan rapat besar dengan pejabat militernya,
"Bagaimana pak? Sepertinya Indonesia sedang dalam siaga satu, entah apa yang akan mereka lakukan.. Belum ada laporan terperinci.."
Kata Pang. katsuun menjelaskan,
"...Tidak ada pilihan lain, surat yang saya kirimkan ke indonesia tak di tanggapi. Mereka dan dunia telah tahu kegiatan kita, jadi saya minta kalian untuk segera bersiap-siap, karena kita tak lama lagi akan berperang!"
Jelas PM. Ghoydee,
"SIAP PAK!",
Jawab para petinggi itu serentak.
Perihal rencana invasi penyerangan yang telah di berlakukan sejak tadi siang, pangkalan udara di indonesia seperti Skuadron Udara 11 Lanud Hassanudin Makassar, Skuadron 21 Lanud Abdurrahman Saleh Malang, Skuadron udara 16 Pekanbaru Riau, dan Skuadron udara di Lanud Iswahjudi Madiun, terlihat sibuk mempersiapkan segala taktis teknis yang mungkin di perlukan untuk mendukung rencana penyerangan.
Para awak media dengan cepat menyebarkan kabar invasi rencana penyerangan itu, dan menjadi Headline di seluruh Dunia.
Thailand...
Perdana Mentri Ghoydee terkejut begitu mendengar kabar itu dari pengawalnya, ia tak menyangka Indonesia yang selama ini diam tak begitu ia hiraukan, tiba-tiba saja berencana menyerang negara yang ia pimpim, ia segera memanggil Panglima Katsuun dan jajaran militernya,
"..Segera, kita harus bersiap akan serangan pak, setelah itu kita akan menyerang balik..!",
Pang. Katsuun memberi arahan,
"...Saya serahkan padamu..! Segera lakukan yang dirasa perlu, aku tidak mau kita tampak terkesan terkejut..,!",
Perintah PM.Ghoydee,
"Baik pak!"
Tegas Pang. Katsuun segera beranjak bersama para Jendral yang ada disitu.
........
"Hei, Elang.. Apa kau tak ingin memperjuangkan Hak mu di negaramu!",
Tanya Jim ho,
"..Tidak, aku tak ingin memperkeruh keadaan di badan militer negaraku yang pasti sedang kacau..."
Jawab Elang ringan, mereka berdua tampak sedang mempersiapkan sesuatu,
"Baiklah, ayo kita berangkat...!",
Ajak Jim ho bersemangat,
"Ayo.."
Sahut Elang meraih Ransel besarnya, sepertinya mereka belum mengetahui perang dunia ke III yang segera bergulir.
...........
"Rencana awal penyerangan kita di mulai malam ini, saya ingin seluruh Pemimpin Batalyon angkatan darat, Laut, dan Udara berkumpul satu jam dari sekarang!",
Perintah Panglima Rokhim menggema di setiap Radio komunikasi pemerintah, semua petinggi militer satuan pemimpin sebuah cabang keprajuritan, semuanya kelabakan mendengar perintah langsung Panglima pemegang kendali penuh rencana penyerangan yang di umumkan presiden dan BPN selaku pemeran utama unsur keamanan Indonesia setelah TNI.
Di kantornya, kepala BPN Jendral Irwan tampak berbincang dengan tangan kanannya Letnan Jauhar,
"Letnan, sebaiknya kita tetap fokus ke masalah Agen hitam dari pada rencana penyerangan ini,,"
Kata Jend. Irwan dengan mimik serius,
"Kau harus masuk ke pusat taktis dan ikut berpartisipasi sambil mengawasi Jendral Purnomo, saya yakin dia akan melakukan sesuatu..."
Tambah kepala BPN itu,
"siap pak! Akan saya kerjakan..!"
Jawab tegas letn. Jauhar.
Tak jauh dari itu,
Di markas Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh (Malang), Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Bayu pradana telah sampai dan membawa 12 jet tempur F-16 dari skuadron 16 Riau, dan 4 jet pemburu Sukhoi SU-27 bersenjata lengkap untuk mempersiapkan strategi penyerangan beberapa jam lagi.
.........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar