Minggu, 04 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 2

★HENING★ Part 2 


"PELARIAN TAK TERENCANA"


Seluruh Tv, koran, majalah di negara ini memberitakan peristiwa penembakan 3 hari yg lalu, bahkan beberapa berita internasional turut memberitakannya, beberapa negara lain menganggap itu adalah serangan terorisme, tidak ada yg tau kebenaran sesungguhnya.

Jauh dari hiruk pikuk kota, sandi: Elang terlihat duduk bersandar di depan bunker miliknya, sebotol alkohol ada di genggamannya...

"Drededed..dededreded.." 

suara tembakan senjata mesin bergema, 

"Apa yg kalian lakukan?!?! terus maju! tundukan kepala kalian banci-banci keparat!!!" 

seseorang berseragam hijau berteriak penuh umpatan, tampak tak jauh di hadapannya terdapat deretan kayu bergaris kawat duri yg berbilik-bilik, di setiap bilik terlihat sederetan prajurit merayap di tengah-tengah siraman peluru tajam di atas kepala mereka, 

"Dedededredededed..!" 

tembakan terus dilakukan, 

"aku tidak bisa...sskkhh" 

tiba-tiba seorang prajurit berhenti dan menghentikan barisan di belakangnya yg juga sedang merayap, 

"jangan berhenti! ayo maju, kau bisa melakukannya!" 

kata seorang yg berada di sampingnya, 

"aku bosan dengan ini..sshhkk..ini tak ada gunanya!, aku akan keluar!" 

jawab seorang prajurit tadi, 

"iya, tapi jangan sekarang, kau harus menyelesaikan ini dulu, ayo maju" 

kata prajurit di sebelahnya lagi, 

"Drededededed..! tembakan terus bergema, 

"tidak!!! aku benci dengan ini..aku keluar!" 

 berteriak dan bergegas bangkit berdiri, 

"Tsshkkk! Tsshkkkk!" 

beberapa peluru merobohkannya, tubuhnya terpental terlilit kawat berduri, ia tewas.

"berhenti menembak!!" 

seseorang di pinggir memerintahkan tim penembak, ia melangkah maju dengan tergesa-gesa, membuang cerutunya sambil membuka topinya, 

"apa kalian tak mendengarku?!? jika kalian mendengarkanku kalian akan jadi prajurit hebat dan kalian takkan mati!!!" 

 seorang itu terhadap prajurit yg terdiam melihat rekannya tewas di depan matanya,

"Dasar kalian Banci-Banci penghisap kelamin!!! 

lihat dia! dia mati!!! 

mati karena tak mendengarkankan aku!" 

tambahnya lagi, semua terdiam, seakan merasakan beratnya tekanan dalam pelatihan ini...

"Huh..huh" Elang tersentak, yah, kejadian tadi adalah sedikit kenangan masa pelatihannya di kemiliteran dulu, ia kembali menenggak alkoholnya."

tiiitt..tiit" 

telepon satelit di bunkernya menyala, seseorang menghbunginya, ia bangkit berjalan pelan masuk, di raihnya sebuah telepon model militer yg besar dengan antena panjang itu, 

"kemungkinan saluran kita bisa di lacak, jadi aku hanya ingin memberi tahumu, ada seorang agen korea, inggris, amerika, juga uni soviet berada disana, mereka berbahaya, usahakan untuk tidak terlalu mencolok, misimu selanjutnya datang 2x24 jam setelah ini, sangkar keluar!"

 "tutt..", 

seorang pimpinan mengarahkannya singkat, Elang ingin mengabarkan bahwa ia sudah bertemu dengan agen korea, tapi ia mengurungkannya.

Dua hari kemudian. . .

"Twett", 

mesin fax di sudut bunkernya berbunyi, 

"sreett" 

mengeluarkan salinan dari pusat yg berisi misi selanjutnya yg dituliskan berupa kode-kode angka,

 "mengawasi, mengamati juga mengkonfirmasi agen-agen negara lain yg di anggap berbahaya?" 

Elang bergumam, misinya kali ini sangat mengejutkan, sebelumnya ia diminta untuk menjaga jarak, membingungkan memang, namun ia harus tetap mematuhi perintah, apapun itu.

"krankk! teng..teng.." 

tiba-tiba suatu benda memecahkan kaca bunkernya dan menggelinding tak jauh darinya, 

"..!?!?" 

Elang terkejut, 

"basssttt!!!", 

sebuah granat asap meletup di bunkernya, 

"aku sudah terlacak?!?" 

pikir Elang sambil meraih pistol di mejanya, mundur mengemas peralatannya, kemudian ia berlari meraih granat asap itu dan melemparnya keluar, dan segera bersandar di dekat pintu masuk bunkernya, tampak bayang-bayang pasukan khusus kepolisian setempat sudah mendekatinya, ia menagintip keluar,

"Tang..tang..tang!" 

tembakan sudah mengarah kepadanya, 

"terlalu banyak.." 

pikirnya melihat sejumlah polisi bersenjata lengkap di depan bunkernya seraya mendekat, ia menunggu..

."FREEZE!" 

tampak sesorang polisi muncul di pintu masuk bunkernyaz, 

"TASH..TASH!" 

Elang menembaknya dari jarak sedekat itu, sesaat kemudian Elang melompat memutar meraih senjata polisi yg tersungkur itu, berguling sebentar.. 

"Treteteteeteet.." 

ia menembaki polisi lain yg berbaris di belakang polisi yg roboh tadi, para polisi itu terkejut dan roboh satu persatu, Elang mengambil beberapa granat dari ranselnya, ia lemparkan ke depan bunkernya,

"BAAMMMPP!!!"

 granat itu meledak, mengagetkan sejumlah polisi di luar, kesempatan itu digunakannya berlari keluar, berguling, bangkit dan berlari lagi di tengah kepulan asap itu ia melempar granat lagi ke arah pasukan polisi yg mengepungnya dan kebunkernya, sontak para polisi yg berbaris di balik mobil-mobil berhamburan,

"BAMMMppp!!!...BAMMMPP!!" 

deretan mobil polisi itu meledak, juga bunkernya, ia terus berlari memasuki hutan kecil,

"Deg..deg..deg..deg" 

tampak sebuah helikopter polisi bersenjata menyambutnya di luar,

 "Tretetetetet..tetetetet!", 

Elang di hujani tembakan senjata mesin dari helikopter tersebut, ia terus berlari zig zag menghindari pepohonan, butiran peluru mengiringi di kanan kiri langkah kakinya,

"tretetetetettt..tetetet!" 

helikopter itu terus mengikutinya dan menembakinya,

"sial, bagaimana bisa secepat itu polisi mengetahui keberadaanku?!?" 

pikirnya, ia mencurigai agen korea itu yg menginformasikan keberadaannya ke polisi.

Elang masih berlari menghindari tembakan Helikopter kepolisian negara tersebut,

"csskkk..csskk!" 

percikan proyektil menghantam pepohonan, 

"hah?!?" 

Elang terkejut dan terjatuh tak menyadari turunan bukit kecil di hadapannya, ia terperosot berguling-guling menggelinding,

"ehkk!"

 rintihnya sesekali tubuhnya sedikit menghantam pohon dan menggelinding lagi...

"ufhhttt!"

ia tergeletak di sebuah jalan beraspal ujung dari bukit kecil tadi, kepalanya sedikit mengeluarkan darah, ia berusaha bangkit, namun terjatuh lagi, 

"sialan!!, shkk...kalau begini aku bisa tertangkap.." pikirnya,

"bhummmmprr.."

tampak sebuah jeep hitam tiba-tiba berhenti di dekatnya, pintu terbuka beberapa orang menariknya ke dalam mobil itu, 

"hei! apa ini?!?" 

Elang kaget, pintu segera tertutup kembali, 

"jalan!!" 

kata salah satu orang yg membawanya itu,

 "siapa mereka!?" 

pikir Elang, melihat mereka tidak berseragam polisi yg mengejarnya tadi, 

"sialll..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...