★HENING★ Part 6
"SEORANG PENUH HITAM"
Hujan masih turun lebat, Elang masih diam memandang jauh ke luar, di kejauhan tampak sejumlah anak-anak tengah bermain bola di tengah hujan ini, salah satu anak itu terlihat terjatuh saat menggiring bola,
"Hmm.. Hmm"
Elang tersenyum melihat itu,
" .. Baru kali ini aku melihatmu tersenyum.."
Kata Jim ho yang tiba-tiba muncul di sebelah Elang,
".. Begitukah?"
Sahut Elang,
".. Hei, tahukah kau? terkadang aku merindukan kampung halamanku.."
Tambah Jim ho,
"...?"
Elang mendengarkan,
"Yah kau tahu lah., Semacam tempat kita untuk pulang, seperti itu lah.."
Jelas Jim ho,
".. Apa di kampung halamanmu itu ada yang menantimu kembali Jim..?"
Tanya Elang,
"... Emm, aku tidak tahu..."
Jawab Jim menunduk,
"Aku tidak ingin pulang Jim.. Karena menurutku, tempat kita pulang adalah dimana ada seseorang yang menantimu.."
Kata Elang sembari pergi,
"Hei.. Bahkan dalam berkata saja kau dingin sekali, mau kemana kau?"
Kata Jim,
"Aku ingin keluar sebentar.."
Jawab Elang memperhatikan Hujan yang sudah reda,
"Berhati-hatilah.."
Kata Jim ho,
"Ya aku tahu.."
Jawab Elang sambil meraih jaketnya dan berlalu pergi.
Tetesan rintik hujan masih menghiasi kota kecil ini, Elang berjalan pelan menyusuri gang-gang di daerah kumuh itu, asap putih mengepul dari rokok yang menempel di mulutnya.
Tak berapa lama Elang sampai di daerah pinggiran kota lumayan jauh dari markasnya, duduk di sebuah bangku besi di sudut jalan yang tak begitu ramai, matanya memperhatikan orang-orang di sekitar yang sedang berlalu-lalang.
"Hei tuan, kami harap anda ikut kami..!"
Kata seseorang dengan menempelkan sebilah pisau di perut Elang yang muncul tiba-tiba bersama 2 orang temannya, Elang hanya diam mengikuti mereka berjalan ke sebuah gang sepi,
"Dari penampilanmu, kami tahu kau orang baru disini, jadi serahkan harta-harta mu kalau kau tak ingin terluka!"
Kata seorang terdepan yang menempelkan pisau di perut Elang,
"Hahaha.."
Dua lainnya tertawa kecil, Elang membuang rokoknya
"Pulanglah.. Lebih baik kalian mengerjakan PR kalian.."
Kata Elang melihat para preman ini hanyalah 3 orang bocah,
"Apa???
kau sudah bosan hidup rupanya!"
Kata seorang tadi berniat menusuk Elang dengan pisaunya, Elang meraih tangan pemuda itu, berputar dan memelintir tangan pemuda lalu menendangnya
"Bukk!"
Pemuda itu terpental ke belakang, melihat itu ke 2 temannya menyerang Elang, Elang melompat ke pagar, lalu melayangkan kaki kanannya ke kepala salah satunya, kemudian di sambung sebuah tendangan putaran kaki kirinya di kepala yang satunya lagi..
"Bukk.. Bukk",
kini ke 3 berandalan itu tersungkur lalu bangkit segera kabur dari Elang.
"... Dasar anak-anak.."
Gumam Elang beranjak dari situ, seseorang bermantel hitam tampak mengawasi Elang dari jauh,
"Benar, itu salah satu dari mereka.."
Kata seorang bermantel itu kepada teman di sebelahnya,
"ayo..!"
Kata mereka berniat membututi Elang.
Elang terus berjalan menyusuri daerah kumuh itu, di barengi 2 orang yang mengikutinya,
"..."
Elang tahu ia sedang di bututi, namun ia bertindak seolah-olah ia tidak tahu.
Sesampainya di tempat sunyi Elang berhenti dan berbalik badan,
"Siapa kalian? mengapa mengikutiku?"
Tanya Elang,
"Hmm... Kami hanyalah orang suruhan, karena kau akan mati, aku akan memberi tahu, aku Lee dan ini temanku Suun, kami di bayar pemerintah untuk memburu kau dan teman-teman mu.."
Kata Lee yang ternyata anggota mafia pemburu Elang dan kawan-kawan sambil mengarahkan pistolnya ke Elang, Elang malah kembali membakar rokok,
"Mengapa kau masih bersikap tenang saat kau akan di tembak?"
Tanya Lee mafia itu,
"Emm... Entahlah, sebentar lagi juga kau akan tahu.."
Jawab Elang sembari menikmati rokoknya,
"Tash..Tash!",
Sebuah tembakan menggema, bukan tembakan Lee mafia itu, tembakan itu merobohkan Suun rekan Lee si mafia itu, Lee tampak berlindung di balik tong sampah besar,
"Bagaimana kau bisa tahu ada aku..?"
Tanya Jim ho yg tiba-tiba muncul,
"Entahlah.. Aku hanya merasa kau akan muncul.."
Jawab Elang sambil berjalan pergi, mengambil sebuah balok kayu,
"Heh.. Heh.. Kau memang aneh.."
Kata Jim ho,
"...!"
Elang menganggukkan kepalanya, begitu juga Jim ho,
"Tash..Tash.. Tash..! tash!"
Jim ho terus menembaki Lee yang bersembunyi di balik tong sampah itu, Lee hanya bisa menunduk,
"Tash.. Tash.. Tash!"
Jim ho terus menembaki dengan pistolnya hingga
"Klek.. Klek",
Amunisinya habis, mendengar itu Lee berniat bangkit membalas, sesaat ia bangkit..
"Bukkk!!!",
Sebuah balok kayu mendarat di kepalanya, ia terpental dengan tetesan darah di kepalanya, matanya berkunang, belum sempat ia berusaha bangkit
"Bukkk!"
Balok kayu di tangan Elang kembali menghantam kepalanya, ia tersungkur,
".. Ekhh.. Ampuni aku.. Jangan.. Bunuh aku.. Ekhh"
Pinta Lee memelas dengan wajah memerah dari darah mengalir di wajahnya,
"Begitu ya...???"
Kata Elang dingin,
"Bukk.. Bukk.. Bukk.. Bukkk!!!",
Elang malah memukulinya secara membabi buta, entah berapa kali,
"Hei..! sudah cukup.. Elang hentikan! ia sudah mati!"
Kata Jim ho menghentikan kebrutalan Elang yang sangat mengagetkannya,
"..."
Elang berhenti, membuang balok kayu yang di pegangnya, menghisap rokoknya, kemudian berlalu pergi,
"...",
Jim ho hanya terdiam melihat temannya itu melangkah menjauh..
"Bagaimana kau di tempah..???"
Jim bergumam dalam hati..
..........
Di sebuah hutan tampak seseorang merunduk dengan senapannya, matanya terus tajam membidik di sebuah teropong,
"DASH!.."
Ia melepaskan tembakan... Mendarat tepat di kepala seseorang yang tengah berjalan menggandeng seorang anak kecil,
"Daaaaad...!"
Teriakan dan tangisan anak kecil itu pecah melihat ayahnya tersungkur penuh darah, ia melihatnya dari kejauhan..
Ia menyaksikan anak kecil itu berlumuran darah ayahnya..
Ia menyaksikan anak itu melihat ayahnya merenggang nyawa...
Ia Elang,
"Tugas selesai..."
Gumamnya dingin, seakan tak terpengaruh dari hal yang baru di lakukannya, kemudian ia beranjak bangkit dan pergi dari tempat itu, tiba-tiba di tengah pelariannya ia terjerembab ke sebuah lubang gelap..
"Ukhhh..!!!"
Ia meraih sebuah korek api dari saku dan menyalakannya,
"!!?!?..
Apa ini..?!?!",
Sekilas tampak banyak tangan mencoba menariknya dalam kegelapan..
"Lepaskan..!!!"
"Tidaaaak..!!!",
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar