Sabtu, 10 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 19

★HENING★ Part 19 


" DETIK AKHIR?"


Puea thai party, Thailand..

"Ini sedikit terdengar gila, em.. Aku tak bermaksud untuk ragu, tapi kita hanya beberapa prajurit yang hendak menyerang sebuah markas militer musuh... Terdengar aneh bukan?",

Ungkap Jim di tengah-tengah pergerakan mereka mendekati Markas militer Puea thai party dari belakang,

"Entahlah.. Aku tidak tau ini buruk atau tidak, tapi yang jelas kita tetap harus melakukannya..",

Sahut Elang,

"Yah baiklah, kau selalu saja beraksen dingin, hmm yah, apapun yang terjadi aku akan selalu mengawasimu..",

Ucap Jim,

"Hei sudahlah, lihat itu..",

Letn. Mahda memotong pembicaraan dua sahabat itu, tampak beberapa prajurit thailand berjaga di gerbang belakang markas yang di pagari tembok dengan pagar berduri di atasnya, serta dua pos penjaga di kanan kiri pintu gerbang.

"Sers.Tari, katakan statusmu..!",

Letn. Mahda menghubungi Sers. Tari melalui radio komunikasi,

"Roger ndan, saya sudah di posisi..",

Sahut Sers.Tari yang berada jauh di belakang bersama Sers. Hardi,

"Urus para penjaga di atas dengan senyap, dan tetap awasi tiap jendela dan bilik-bilik di lantai atas..!",

Perintah Letn. Mahda lagi,

"Siap, laksanakan..!",

Sers. Tari menyahut.

Sers.Tari terlihat memasang peredam di SPR-1 nya dan segera kembali melirik teropong senapannya, sementara itu disebelahnya Sers. Hardi sibuk mengamati markas musuh dengan binocularnya.

"..2 orang di arah jam 11, dan 1 orang di arah jam 2.., kecepatan angin stabil, kau bisa memulainya sekarang...
"Klakk..klak"

Sers.Tari mengokang senapannya, sedikit mengatur range bidik teropongnya dan segera mengarahkan titik bidiknya ke seorang prajurit penjaga musuh,

"Kita bisa memulainya sekarang...",

Tambah Letn. Mahda melalui radio, kemudian menganggukkan kepala kepada Elang dan Jim pertanda mereka segera mulai menyerang,

"Baiklah.....",

Sers.Tari bergumam.

............
"..sepertinya kau terluka, jadi berhentilah melakukan itu..",

Kata seorang wanita kepada Elang yang terus menembaki papan Target jauh di depannya dengan senapannya, tampak juga bahwa jari telunjuk Elang yang menekan picu berlumuran darah, tapi Elang tetap terus menembak,

"Kau mengatakan ini adalah latihan.. Latihan seperti apa ini? kau sudah sehari semalam menembak..! kau bahkan menghiraukan jarimu yang terluka..!",

Kata wanita itu lagi,

Tampak di sekeliling Elang berserakan ratusan selongsong menumpuk, dan tampak beberapa senapannya yang sepertinya kepanasan karena digunakan tanpa henti,

"Elang..! apa yang kau cari dengan ini!?!",

Bentak wanita tersebut,

"....",

Sejenak Elang menghentikan tembakannya,

"Aku baru saja membunuh 26 orang dengan tangan dan senjata ini dalam semalam... jadi aku harus menghukum tangan ku ini.. karena aku tidak tahu mereka targetku bersalah atau tidak....",

Jawab Elang kemudian melanjutkan menembak sebuah Papan target yang telah hancur...

"Ukhhh...",

Elang tersadar dari bayangan masa lalunya itu.

.........
"kau tidak apa-apa teman?",

Tanya Jim ho melihat Elang bertingkah aneh,

"Tidak, aku tak apa",

Jawab Elang.

.........
Ruang komando, Puea thai party..

Panglima Katsuun tampak sedang memperhatikan dari layar monitor pasukan-pasukan tambahan yang sedang bergerak menuju medan perang dengan panser-panser dan tank-tank yang mereka miliki, sangat mengejutkan memang, Pang. Katsuun sengaja mengumpulkan tank-tank dari Kavaleri ke-4 Royal Guard, Batalyon Kavaleri 8 Nakhon Ratchasima, dan 9 Kavaleri dari Batalyon Phitsanulok untuk berkumpul di puea thai party seminggu sebelum peperangan ini bergulir.

Sepertinya ia memang sudah memastikan ini akan terjadi.

"Pak, mereka mengirimkan kapal dan jet-jet tempur mereka kesini..",

Prajurit komunikasinya memeberi tahu,

"Bagus, sudah kukira mereka pasti benar-benar membantu",

Kata Pang. Katsuun,

"Prajurit, panggil Kapten Marrue dan Kapten Aoru kemari segera..!",

Pang. Katsuun menyuruh prajurit komunikasi itu untuk memanggil Dua orang prajurit kepercayaannya.

Tak lama muncul dua orang prajurit menghadap Pang. Katsuun, mereka tidak tampak seperti prajurit biasanya, mereka berdua tampak lebih dingin tanpa ekspresi.

"Siap pak",

Kapt. Marrue menghadap pang. Katsuun bersama Kapt. Aoru.

Tampak Panglima memberi tugas rahasia kepada dua prajurit itu, entah apa yang direncanakan Pang. Katsuun dengan dua Orang anak buahnya yang tampak asing itu.

............
kawasan pesisir, Khao Lak..

Para prajurit Marinir pimpinan Kapt. Hari tampaknya telah berhasil memukul telak pasukan musuh di garis pantai, kemudian sebagian dari mereka termasuk Kapt.Hari sendiri mulai bergerak ke arah tempat dimana pasukan infantri Kapt. Joko berada.

............

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...