★HENING★ PART 14 (2)
"SANG AGEN"
Thailand, menjelang pagi..
"Garuda 1 ke tim Garuda, diperintahkan untuk kembali ke pangkalan.. Akan ada Tim 5 Kapten Dimas yang akan menggantikan kita, ganti..",
Letn. Yudha mengkonfirmasi Garuda lainnya,
"Di mengerti, usul Garuda 1, sebelum kita kembali meminta izin menggempur Markas besar musuh, ganti..",
Letn. Surya garuda 2 meminta izin untuk menyerang Markas militer Thailand Puea thai Party, markas Pimpinan Panglima Katsuun,
"Di izinkan garuda 2, 5 menit dari sekarang..",
Letnan Surya segera melesat begitu mendapatkan izin dari Chief skuadronnya Letnan Yudha.
........
Kawasan Istana, Bangkok, Thailand..
Beberapa orang tampak berada di atap sebuah gedung tak jauh dari Tim letnan Adam yang hendak mengevakuasi PM Ghoydee tawanannya menggunakan Helikopter,
Mereka Tim letnan Mahda.
"Jika si Silent killer itu beraksi, kita akan melihatnya dari sini.., usahakan untuk bersembunyi, aku punyaa firasat dia sedang membidik dari kejauhan..",
Letnan Mahda memberi aba-aba yang segera dilakukan 3 orang anak buahnya.
"Baiklah, ayo bergerak dengan cepat..! Ayo..ayo..!",
Letnan Adam dan anak buahnya mulai bergerak menuju helikopter yang menunggu Tawanan mereka PM Ghoydee.
........
"Elang.., mereka bergerak..! Semua terserah padamu.., putuskan sekarang",
Jim mengingatkan rekannya, Elang masih diam saja.
........
"Pak.. Silahkan naik ikut kami..",
Letnan Adam meminta PM Ghoydee untuk segera menaiki Heli yang sedari tadi menunggu, PM Ghoydee tampak tak ragu-ragu untuk menaikinya, kemudian..
"DASH..!!!"
Sebuah tembakan bergema di kejauhan...
PM Ghoydee roboh bersimbah darah... Sesaat sebelum menaiki heli tersebut, Elang menembaknya.
" !!!!, segera bawa dia cepat..!, beri tembakan perlindungan ke tenggara 15 derajat..!",
Letnan Adam cepat membaca situasi, ia memerintahkan anak buahnya tetap membawa PM Ghoydee dengan heli itu, serta memberi tembakan perlindungan,
"Tretttetetetetetet..!"
Tembakan tak terarah mengarah ke daerah tempat Elang dan Jim berada, sesekali tembakan Tim Letn. Adam berhasil mengenai materil sekitar tempat Elang dan Jim berada.
"Akhirnya dia beraksi.., ayo ke tenggara! Mungkin ia di sekitar menara air tinggi itu..!",
Perintah Letn. Mahda kepada timnya setelah lama memperhatikan, menara air itulah tempat terbaik untuk menembak, Ia dan Timnya segera bergerak ke sana.
"Baiklah kalau begitu..! Ayo kita bergerak..!",
Ajak Jim,
"Tunggu dulu..! Ada yang menuju kemari..!", sahut Elang melihat Tim letnan Mahda menuju ke arahnya,
"DASH..!!!"
Elang kembali melepaskan tembakannya, Letnan Jauhar roboh bersimbah darah,
"Letnaaaaan..!!!",
Sers. Tari terkejut salah satu atasannya roboh,
"Apa yang dilakukan Agen itu..!?!? Kenapa dia menembaki kita..?!?!",
Sers.Hardi mulai panik,
"Entahlah..!!! Aku juga tidak tau..!",
Jawab Letn. Mahda,
"Bagaiman keadaan Letnan Jauhar??",
Tambah Letn. Mahda sambil bersembunyi di balik bangunan,
"Beliau gugur..",
Jawab sers.Tari,
"Sersan Tari, Lindungi kami, aku dan Hardi akan mencoba mendekat memutar..!",
Perintah Letnan Mahda,
"Baik pak..!",
Sahut letnan Tari menyiapkan senapannya, tampak ia juga seorang Sniper dengan menenteng SPR-1 pabrikan Indonesia di genggamannya.
Elang masih membidik mencari Tim Letn. Mahda yang lain, begitu juga sers. Tari mulai membidik dari balik sebuah tong sampah melalui teropong senapannya,
"Ayolah, dimana kau silent killer... Akan ku patahkan posisimu sebagai penembak terbaik..",
Gumam Sers. Tari sambil terus mencari posisi Elang melalui teropong SPR-1 nya,
"Hmm.. Ya wanita itu juga seorang sniper ternyata..,,",
Gumam Elang setelah ia menemukan Sers. Tari dengan teropong M82nya,
Meskipun Sers. Tari sudah berada di titik bidiknya, Elang belum menembak..
Sers. Tari terus mencari posisi Elang, ke kanan, ke kiri, hingga akhirnya ia mendapati seseorang tengah membidiknya...
...........
(Biografi) "JIM HO"
Bernama Lengkap RYO JIM HO SHOO
Lahir 17 februari 1981 di daerah pinggiran Gwangju, Korea selatan.
Ia anak ke 2 dari 3 bersaudara, Ayahnya seorang mata-mata negara yang di hukum mati karena tertangkap, sementara ibunya pergi meninggalkannya setelah kedua saudaranya meninggal tertembak di sebuah pertokoan, saat itu ia masih berumur 16 tahun.
Jim hidup sendiri dengan mencopet, mencuri, bahkan berhasil membobol masuk rumah seorang perwira militer tanpa diketahui.
Pada umur 18 tahun ia memilih masuk militer, ia lulus sebagai yang terbaik, kemudian ia bergabung di divisi mata-mata untuk mengenang Ayahnya, ia juga dikenal sebagai "The Spider".
Karena kemampuannya memahami keadaan suatu tempat dengan cepat, bak seperti tinggal melemparkan sebuah jaring saja.
Jim menyukai semua Mie instan dan kopi, ia suka bercanda, namun sangat membenci arogansi.
Ia punya pengalaman buruk saat dimana ia harus kehilangan 2 orang rekannya karena kesalahannya secara berurutan, semenjak kejadian itu ia menjadi "penjaga", yang selalu mengawasi kemana rekannya pergi, ia sungguh tak ingin kehilangan rekannya lagi.
JIM HO
............
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar