Selasa, 06 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 10

★HENING★ Part 10


"SERANGAN MENDADAK..!"


Lanud Abdurrahman Saleh,

"Garuda 1, Garuda 1, lampu hijau kode merah, silahkan lepas landas, di ulangi.. Silahkan lepas landas..,"

Petugas flight tower memberikan instruksi lepas landas kepada Letnan Yudha sebagai Chief Operasi Angkatan Udara,

"Di terima, Garuda 1, Garuda Tim lepas landas..",

Sahut Letn.Yudha,
Sukhoi tipe SU-27 yang memiliki kode NATO : flanker itu pun melesat membelah angkasa, tak lama di ikuti juga oleh Garuda 2 atau SU-27 yang lain, juga 4 buah F-16 sebagai pengawal Hercules-Hercules yang membawa prajurit, juga sebagai serangan pembuka dalam operasi ini,

"Selanjutnya.. Bersiap! Gelombang ke 2 tahap penyerangan...!",

Seru Panglima Rokhim Maluda di radio komunikasi Markas pusat Operasi,
Maka Laksamana Agung Sucipto segera memerintahkan Pasukan Armada Baratnya yang berpusat di Tanjung Priok, untuk segera berangkat.

Tiga buah Kapal Armada pemukul segera berlayar menuju medan pertempuran, diantaranya KRI Oswald Siahaan 354,
KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355, dan
KRI Karel Satsuit Tubun 356 yang masing-masing gagah menenteng Rudal Yankhont dan C802, Armada laut ini juga membawa para satuan Marinir sebagai pasukan pemukul garis pesisir pantai thailand.

"Apa Letnan Mahda dan timnya telah bergabung di gelombang ke dua Letnan?",

Tanya Jend. Purnomo di sela keberangkatan Gelombang ke II kepada Letnan Vega ajudannya,

"Sudah pak, di konfirmasikan Letnan Mahda dan rekan telah berangkat bersama para Marinir.."

Jawab Letn.Vega sigap,
Jend. Purnomo hanya diam sambil memegangi kepalanya, seperti menaruh harapan besar kepada Letnan Mahda dan rekan-rekannya untuk berhasil membawa pulang anak didiknya di divisi mata-mata dahulu.

"Pak, dilaporkan jet tempur Singapura. Telah bergabung dengan Garuda gelombang pertama pak..",

Prajurit komunikasi memberi tahu,

"Baik, teruskan evaluasi, lanjutkan misi..!,"

Sahut Panglima Rokhim.

"Waktu penyerangan 1 jam dari sekarang pak.."

Tambah prajurit komunikasi itu.

............
Garis pantai, khao lak.
Dua puluh menit sesudah penyerangan...

"Apa maksudmu negaramu dalam mode penyerangan?.. Dan OUT OF TERRITORY 86?", 

Jim bertanya serius,

" Itu adalah protokol penutupan akses nirkabel yang hanya di lakukan saat Militer di negaraku sedang beroperasi untuk menghindari gangguan dari akses nirkabel, dengan kata lain.. Militer negara ku sedang beroperasi penuh.., 80% kemungkinan sedang menyerang.. .",

Jelas Elang,

"Menyerang? Apa mungkin jika negaramu menyerang thailand?!?..", 

Jim ho penasaran,

"Jangan berfikir terlalu ekstrim, bisa saja ini mode penyerangan Gelombang, kalau sudah seperti itu, ini bisa saja hanya misi penculikan kepala negara yang menjadi target...",

Tambah Elang lagi,

"..Apa kau tahu kita harus berbuat apa untuk saat ini?..",

Tanya Jim ho lagi?

"Aku rasa kita harus menunggu beberapa saat, jika perkiraanku dan dugaanmu benar, mungkin akan tampak sebuah jet tempur atau pesawat penerjun tak kurang dari 30menit lagi..",

Kata Elang.

...........
Istana Perdana Mentri, Bangkok.
45 menit sesudah penyerangan...

Sebuah lampu kecil berwarna merah yang menempel di dekat sebuah telepon terlihat berkedip cepat, tak jauh dari situ tampak PM Ghoydee tengah tertidur pulas.

"Sial... Pak Ghoydee tak menjawab telponku..",

Houn, seorang mata-mata langsung dibawah perintah PM Ghoydee tampak cemas ketika sang Perdana Mentri tak menjawab telpon satelitnya, sesekali ia melihat ke atas langit..

"Tidak salah lagi.., ini penyerangan..!!",

Gumam Houn setelah melihat sejumlah pesawat tampak mengarah ke negaranya,

"...Oh ya, pusat militer!..",

Houn berniat menghubungi markas militer negaranya.

.........
Perbatasan Thailand-Malaysia, Laut Selatan tak jauh dari teluk Siam.
Beberapa saat lagi...

Dua buah kapal perang Singapura yaitu RSS Endurance 207 dan RSS Resolution 208 telah bergabung dengan KRI Oswald Siahaan 354, KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355, dan KRI Karel Satsuit Tubun 356, tak jauh dari situ di hamparan gelapnya langit 8 buah jet tempur berformasi mengawal 2 buah Hercules yang terlihat sudah membuka pintu kabin penerjunan.

"Kau mendengar itu..?",

Tanya Elang kepada Jim,

"Iya aku mendengarnya... Seperti suara gemuruh mesin atau sejenisnya..",

Jawab Jim ho,

"Bukan, itu suara Flanker! Kau dan aku benar, Thailand segera di serang..!",

Jelas Elang mengenali gemuruh di kejauhan.

.......
Lautan pesisir, khao lak.
13 jam setelah Presiden RI menyatakan perang...

KRI-KRI sudah menurunkan pasukan Marinir Dengan kapal-kapal kecil dari lambung mereka, sekitar 200 marinir di turunkan, tak berapa lama para Jet tempur telah berganti ke formasi menyerang, Hercules-hercules terus mendekati bangkok dan langsung menerjunkan tak kurang dari 300 prajurit, sekilas tampak payung parasut bundar para prajurit menghiasi langit thailand.

"Ngeeeennngggg... Ngeeeeeenggg!"

Sirine meraung dari sejumlah markas militer thailand, mereka terkejut dengan serangan mendadak ini.

"Cepat..! Kerahkan semua pasukan..! Beri sinyal penuh kepada skuadron udara dan juga angkatan laut..!!!",

Panglima Katsuun terlihat sibuk mengatur proses penanganan serangan yang datang tiba-tiba ini, 

"panglima, di kabarkan pesawat-pesawat musuh telah menurunkan pasukannya di sekitar bangkok..!",

Jendral Tedoo melapor,

"Segera kirim semua pasukan darat ke sana! Target mereka pasti istana PM Ghoydee!!!",

Perintah Pang. Katsuun.

.........
Dan Mueang, Royal Thai Air Force, Thailand.

"Wuuuuummmmmppppp...", 

Sukhoi dan F-16 berputar-putar di langit thailand, gemuruh jet tempur itu membuat kepanikan di kawasan Lanud Dan mueang, tampak beberapa Jet tempur bersiap untuk lepas landas menyadari serangan telah datang secara tiba-tiba.

"Garuda 1,Target terlihat, bentuk formasi penghancuran..!", 

Letn. Yudha memberi arahan dari kokpit SU-27nya,
Ke 4 F-16 berputar dan segera menukik dengan formasi berurutan,

"Wussshhhhh... Wushhhhhhmmm..!!! Wussshhhhh",

Masing-masing F-16 itu melepaskan Rudalnya ke Lanud Dan mueang tersebut.

"DUAAAARRRRRRRR...DUUARRRRRR!!!"

Pangkalan jet tempur thailand itu porak poranda menerima serangan tiba-tiba, tampak sejumlah jet tempur mereka hancur berkeping-keping.

"Lapor panglima... Markas Dan mueang telah di serang, dilaporkan tak ada yang tersisa..!",

Seorang petugas memberitahu sang panglima bahwa pangkalan udara mereka telah hancur,

"....Sialllll..!!!!",

Pang. Katsuun memukul meja, ia tak menyangka serangan musuh begitu terkoodinir menghancurkan daerah Vital mereka, sehingga musuh akan mudah menyerang dengan tidak adanya dukungan Udara.

sementara itu...

"Sudah dimulai, sebaiknya kita menjauh.., akan sangat lucu jika kau di tembak oleh prajurit dari negaramu..",

Kata Jim ho sambil melihat kawasan pantai yang tak jauh dari mereka sudah di penuhi ratusan Marinir.

"Baiklah, ayo..",

Jawab Elang sambil meraih senjata juga ranselnya.

........
Di pinggir pantai tak jauh dari posisi Jim dan Elang berada, tampak 4 orang prajurit bergerak memisah dari para marinir,

"Ingat, tugas kita menemukan dan membawa pulang agen kita dengan sandi; Elang.. Kita mulai dari sini..",

Letnan Mahda, komandan tim kecil itu menjelaskan.

"Siap ndan!!!",

Sahut ke tiga anak buahnya kompak.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...