Minggu, 04 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 4

★HENING★ Part 4


"KERJA SAMA PARA AGEN'


Bayang-bayang masa lalu seperti itu selalu menghantui Elang, masa-masa saat ia masih dalam satuan militer, kerena kepiawaian nya dalam menyamar dan sabotase, ia di rekrut badan intelijen taktis sebagai mata-mata negara.

"Hei, kau sudah bangun ternyata, ayo turun, kita akan segera mengerjakan sesuatu"

Ajak Bob yang sedari tadi menjaga Elang tertidur,

"baiklah.."

Jawab Elang bangkit dan segera mengikuti Bob di depannya, tampak di suatu ruangan yang lainnya tengah berkumpul merencanakan sesuatu,

"Hei.. Hei, teman baru kita sudah bangun rupannya, duduklah kawan, nikmati sup itu"

Kata Smith menyambut Elang dan mempersilahkannya menikmati sup makan malam mereka malam ini,

"Kalian belum menjelaskan apa-apa padaku.."

Kata Elang memotong,

"Oh.. Iya benar, aku baru ingat.. begini saja, lihat itu.."

Jawab Smith, Jim bangun dan memberikan sebuah dokumen bertabel

"Top Secret",

"apa ini...? nama-nama kita ada disini..???"

Kata Elang kaget melihat dokumen itu,

"Itu salinan dokumen rahasia badan intelijen negara ini yang berhasil di sadap oleh Jim ho, itu daftar nama agen dari berbagai negara termasuk kita yang identitasnya sudah mereka miliki.."

Jelas Smith,

"..."

Elang diam mendengarkan,

"Pasti kau ingin tau dari mana negara ini memperoleh data akurat tentang keberadaan kita dsini kan???"

Tambah Smith tersenyum,

"Negara kita masing-masing yang memberi tahu mereka.."

Sambung Bob,

"Mustahil! itu tidak mungkin..!"

Bantah Elang,

"Kau boleh tidak percaya.. Tapi ada satu hal yg ingin aku katakan padamu.. Setiap negara punya pekerjaan kotor.. Kejahatan yang tak boleh terungkap, untuk memastikan hal itu tidak terungkap.. Adalah dengan menyingkirkan tangan kotor mereka, yaitu kita..."

Jelas Jim ho..

". . ."

Elang terdiam, perkataan rekan-rekan barunya itu memang masuk akal mengingat mengapa ia belum di tarik mundur setelah 4 tahun ia memata-matai negara ini, sedangkan prosedur mengharuskan dalam 3 tahun agen akan di tarik mundur menghindari pasca tekanan jiwa sang agen untuk sementara.

"Oke.. Sudah jelas teman?"

Tanya Smith mendekati Elang,

"Ya.. Aku bergabung, setidaknya aku membalas budi kalian yang menolongku.."

Jawab Elang,

"Heh.. Heh.. Aku suka sifat dinginmu itu kawan.."

Sahut Jim ho tersenyum,

"Baiklah teman-teman, target kita malam ini adalah seorang jendral divisi intelijen negara ini, kita harus menculik dan mencari informasi darinya tentang pembeberan nama agen dari negara kita, aku meretas situs polisi yang mengatakan bahwa malam ini sang jendral baru tiba dari jepang dan akan melewati jalan Dongyun bersama beberapa pengawal.."

Jelas Jim ho,

"Berarti selanjutnya kita harus segera bersiap.. Tapi, di lihat dari situasinya, kita membutuhkan seorang sniper,"

Kata Smith,

"Spa kau tidak salah berbicara..? hah hah"

Jawab Bob tertawa,

"Kita punya si "Silent killer" disini"

Tambah Bob melirik Elang,

"Ha.. Ha.. Ha.. Ha"

Mereka tertawa bersama, Elang tersenyum, seketika suasana kebersamaan telah terjalin.

Jalanan tampak begitu lengang, jam di tangan Elang menunjukan jam 1.15 pagi, 

".. Laporkan situasi Elang, ganti"

Kata Smith leawt radio yg mereka gunakan,

"Target belum terlihat, ganti.."

Jawab Elang,

"Tunggu...! target terlihat, target terlihat, ganti"

Tambah Elang,

"Semuanya bersiap, kita lakukan ini dengan cepat, karena mereka mungkin akan memanggil bantuan, Elang, lindungi kami, ganti"

Balas Bob,

"Baiklah, target masuk..! 3 mobil berbaris, kemungkinan semua 11 orang termasuk target, bersiap untuk tembakan.

"Jawab Elang, "klakk.."

Elang mengokang senapan M40 miliknya begitu deretan mobil target masuk dalam lokasi penyergapan mereka, di sisi lain, Smith dan yang lainnya juga bersiap menunggu di balik pohon di sekitar jalan, Elang mengarahkan titik tembak teropongnya ke pengemudi mobil target yg paling depan,

"Konfirmasi..!"

Kata Elang memberi tau rekan lainnya untuk bersiap,

"DASH!!!",

Kaca mobil terdepan itu tertutup berlubang dan penuh percikan darah,

"Brakkk!!!"

Sketika mobil tersebut oleng, menabrak pembatas jalan dan terbalik, 2 mobil di belakngnya berhenti dengan meliuk-liuk karena rem mendadak,

"Ayo..!"

Kata Jim ho, Smith dan Jim dari arah kiri , Bob dan Fallen dari arah kanan, tampak di mobil yg terbalik tadi ada beberapa orang terluka berusaha keluar, melihat itu Bob hanya melemparkan pelan sebuah granat,

"DAAMMPP!!!"

Mobil itu meledak, para pengawal di 2 mobil belakang telah bersiap-siap di balik mobil mereka,

"Tash.. Tash.. Tash!"

Smith dan yang lainnya mulai menembaki,

"Tash.. Tatatatash.. Tash!"

Ricuh tembakan balasan dari para pengawal sang jendaral target mereka,

"DASH..!!!",

Tembakan Elang bergema dari kejauhan merobohkan seorang pengawal tepat melubangi kepalanya,

"DASH..!"

Seorang pengawal kembali tersungkur oleh Elang,

"Bagus! ini kesmpatan..!"

Kata Smith berlari maju ke samping, di barengi Bob dari arah kanan,

"Tash.. Tash.. Tash.. Tash!"

Tembakan mereka merobohkan beberapa pengawal,

"Lihat itu.. Duo sekutu.. Hah.. Hah"

Kata Jim ho bercanda melihat Smith dan Bob bekerja sama, yah agen inggris dan amerika itu memang terlihat kompak,

"Hah.. Hah, sudah ayo"

Kata fallen tertawa kecil lalu maju ingin membantu Smith dan dan Bob,

"Treteteetetetet...!"

Tembakan balasan dari para pengawal terlihat sangar, Smith dan Bob terpaksa melompat dan tiarap di badan jalan sepi itu,

"Elang..! di depan!"

Kata Jim, Elang segera mengarahkan bidikannya, tampak 2 orang pengawal dengan senjata berat menembaki Smith dan Bob, namun Elang tak dapat sudut tembak karena pengawal itu menunduk di sebelah mobil, hanya sedikit sekali kepala mereka muncul,

"Treteeteteeteteteteretetet..!",

Smith dan Bob, tak bisa bergerak karena di guyur peluru oleh para pengawal,

"Elang, dapatkah kau menembak mereka?!? kita kehabisan waktu!"

Kata Jim ho memperhatikan rekan nya Smith dan Bob yang tak bisa bergerak karena di tembaki,

"..Sebentar!"

Elang kembali membidik..

"Ya..."

Elang bergumam dan mengarahkan bidikannya ke ban mobil para pengawal itu,

"DASH!"

Ban mobil itu pecah, sehingga membuat tinggi mobil itu berkurang, secara cepat Elang membidik kepala para pengawal yang telah terlihat

"DASH..! DASH..!!!",

Tembakan Elang merobohkan keduanya,

"Ayo Bob..!"

Ajak Smith setelah ia mengetahui para pengawal itu tersungkur, Smith dan Bob segera mendekat membuka pintu mobil,

"Maaf pak jenderal, kau harus ikut kami..! cepat..!"

Terlihat Bob menarik target mereka keluar dengan todongan senjata mereka,

"Siapa kalian?"

Kata sang jendral,

"Terserah anda mau memanggil kami apa, al-qaeda juga boleh, atau Nazi juga boleh"

Jawab Bob bergurau,

"Sudah Bob, ayo kita bergerak.."

kata Smith.

"Elang bergeraklah..!"

Kata Jim ho,

"Baik..!"

Jawab Elang yang telah membereskan peralatannya dan segera menuju sebuah mobil tak jauh di belakangnya,

"Dimana kau menemukan penembak hebat itu?"

Tanya Fallen yang terkesima melihat aksi Elang terhadap Jim ho,

"Heh.. Heh, aku tak begitu ingat, sudah lah ayo!"

Jawab Jim ho terus berlari mendekati Smith dan Bob, juga sang jendral yang menjadi tawanan mereka.

"Brummmppp"

Elang telah sampai dengan mobilnya, mereka segera pegi dari situ dengan sang jendral sebagai tawanan.

.........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...