Selasa, 13 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 24

★HENING★ Part 24 



"SITUASI BARU"



Guest Room, Markas besar jakarta..

PM Ghoydee tampak kembali mendapatkan perawatan dari tim medis TNI yang sengaja ditempatkan oleh Pang. Rokhim atas perintah Presiden Darwinsyah disana, disebelahnya tampak seorang prajurit medis berpangkat kopral tengah mengecek kondisinya.

" Ternyata pemimpin kalian sungguh baik ya? Tawanan seperti saya sebegininya di perhatikan..",

Kata PM Ghoydee,

" Maaf pak, anda salah..",

Sahut kopral yang tengah memeriksa lengannya yang terluka,

"Salah..? saya salah dimana?",

Tanya PM Ghoydee heran,

" Bapak salah di perihal Tawanan, kami tidak menganggap anda sebagai tawanan kami, kami menganggap anda sebagai tamu kami..",

Jelas kopral itu,

"Heheh, tamu yang bersalah...",

Sahut PM Ghoydee tertawa,

" Maaf pak?",

Tanya kopral itu tak mendengar gurauan PM Ghoydee,

" Tidak apa-apa..",

Jawab PM Ghoydee dengan tetap duduk tenang.

Tak lama tampak dua prajurit penjaga masuk ke ruangan itu, dan kemudian muncul Letnan Vega sembari memerintahkan Prajurit penjaga tadi untuk kembali berjaga di depan pintu.

" Maaf pak.., saya sengaja kemari meninggalkan ruang operasi hanya untuk berbicara dengan anda, saya Letnan Vega, saya bisa berbicara sebentar dengan anda..?",

Kata Letn.Vega,

"Oh, ya, silahkan..",

Sahut PM Ghoydee ramah,

"Maaf pak sebelumnya saya ingin bertanya terlebih dahulu kepada bapak tentang kemungkinan keterlibatan negara lain seperti malaysia.., kami ingin mendengar penjelasan langsung dari anda, karena saya rasa akan sangat beresiko jika kami menyelidiki dan sekedar menduga-duga dalam situasi saat ini",

Tanya Letn.Vega panjang lebar,

"Tentang itu.. ",

PM Ghoydee menarik nafas berat,

"Saya tidak tau bakal serumit ini, yah..,, memang benar saya ada sedikit meminta bantuan dari mereka, itupun bantuan udara yang telah kalian lumpuhkan..",

Jawab PM Ghoydee,

"Jadi itu benar, tapi sepertinya saat ini kami juga mendengar rumor malaysia kembali mengirim bantuan ke negara anda..!?",

Tanya Letn. Vega kembali,

"..?!?",

PM Ghoydee terkejut,

"Mereka hanya akan membantu jika saya yang meminta, sangat mustahil jika mereka kembali mengirimkan bantuan untuk negara saya selama saya tidak meminta mereka..",

Jelas PM Ghoydee lagi dengan mimik serius,

"Bagaimana dengan panglima anda yang mengkudeta anda???",

Letn.Vega kembali bertanya, wajah cantiknya tak bisa menutupi raut ketegangan yang terpancar karena rasa penasarannya akan hal ini.

Ketegangan juga tampak di wajah sayu PM Ghoydee,

" Sial..",

Gumam PM Ghoydee,

"Maaf pak?",

Letn.Vega menyela,

" Benar, dia juga bisa melakukannya.., maafkan saya atas segalanya..",

Kata PM Ghoydee,

"Maksud anda? Panglima itu punya otoritas akan hal itu??",

Tanya Letn.Vega lagi,

"Yah.., saya mengatakan kepada pemerintah malaysia bahwa selain saya, panglima tangan kanan saya juga punya otoritas tingkat internasional itu.., saya tak mengira dia akan melakukannya..",

Jelas PM Ghoydee,

"Pak.., saya rasa anda harus melakukan sesuatu akan hal ini...",

Sahut Letn.Vega,

"Baiklah, sebaiknya segera antar saya ke ruang komunikasi kalian.., saya harus berbicara langsung kepada pemimpin malaysia..",

Sahut PM Goydee.

.............
Puea thai party..

"Sial..!, ekhh..",

Keluh Sers.Tari, tampak bahu kirinya terkena terjangan peluru, darah mengucur keluar membasahi seragamnya, sementara Kapt. Marrue roboh dengan lubang di kepalanya..

"Tari..masuk..! Tari!",

Kontak Letn. Mahda dari radionya,

"Bagaimana statusmu..?",

Tambah Letn. Mahda,

"Ukhhhh.., lapor ndan, dua sniper musuh telah saya singkirkan...ekhhh",

Sahut Sers.Tari sambil sesekali mengerang menahan perih dari peluru yang masih bersarang di bahunya,

"..Lalu Bagaimana denganmu?!?",

Tanya Letn. Mahda kembali,

"..ekh.. Saya tidak apa-apa ndan..",

Ucap Sers.Tari berbohong tak ingin yang lain menghawatirkannya,

"Baiklah.., tetaplah disana..",

Balas Letn. Mahda,

"Baik ndan...",

Sahut Sers.Tari sambil menutup radionya, buru-buru ia merobek lengan bajunya untuk menutup lukanya yang terus mengeluarkan darah.

............
Di lain tempat tampaknya Letnan Mahda tak begitu kesulitan untuk menemukan ruang penyimpanan senjata mengingat hampir seluruh pasukan musuh yang berada disini telah pergi ke garis depan, sementara sisanya disibukkan dengan kehadiran Elang dan Jim, tak butuh waktu lama Letnan Mahda telah berhasil menyusul Elang dan Jim, tampak ia membawa beberapa senjata dan perlengkapan yang ia ambil dari ruang persenjataan tadi.

"Ini, aku rasa akan berguna nanti..",

Kata Letn. Mahda sambil memperlihatkan sesuatu,

"Benar, tapi aku tak berharap untuk menggunakannya..",

Sahut Jim,
Jim dan Elang sedari tadi hanya berhenti di deretan anak tangga, mereka sengaja menunggu Letnan Mahda, sesekali mereka juga menembaki sejumlah prajurit musuh yang muncul dari balik pintu tak jauh dari mereka, tampak juga beberapa tubuh tak bernyawa prajurit musuh yang tergolek di tangga.

"Baiklah, ayo...!",

Ajak Elang sambil mendekati pintu menuju ruangan di depan mereka,

Letnan Mahda dan Jim mengikutinya dan bersiap di dekat pintu,

"Hitungan ke tiga...!",

Seru Elang memberi aba-aba, Letnan Mahda dan Jim tampak bersiap menggenggam erat senjata mereka masing-masing,

" Baik, ayo.., Satu..dua..tiga..!!!",

Seru Elang,
Sontak mereka bertiga masuk berurutan dengan Elang di depan dan langsung berformasi dengan Letnan Mahda dan Jim di kanan kiri Elang,

"Tretetetetetet...tetetetet!"

Mereka berjalan sigap sambil menembaki prajurit-prajurit musuh yang bermunculan, satu persatu musuh yang muncul roboh bersimbah darah.

Terkadang mereka membalas tembakan namun tak terarah sebelum akhirnya mereka tewas di tembus peluru Elang dan yang lainnya,

" Mengisi..!",

Seru Jim memberi tahu ia berhenti menembak sejenak untuk mengganti magazen senjatanya,

"Tretetetetetet.."

Peluru berterbangan tak tentu arah.

................
Kawasan istana PM Ghoydee..

Pasukan Kapten Hari telah sampai di posisi Kapten Joko dan lettu Adam,

"Bagaimana keadaannya..?",

Tanya kapten Hari,

"Pusat memerintahkan kita untuk kembali.., mungkin tak lama lagi tim angkatan udara akan mengirimkan heli-heli mereka, sementara itu kita bertahan disini, aku yakin musuh akan kembali..",

Jawab Kapt. Joko,

"Begitu ya.., hmm, kita tak tau apa yang dipikirkan oleh pusat, mungkin ada sesuatu yang tidak kita ketahui sehingga kita ditarik kembali..",

Sahut Kapt. Hari.

Sementara itu tanpa disadari pasukan musuh dengan kekuatan penuh semakin dekat dengan posisi mereka, sepertinya pertempuran akan segera kembali bergulir disini, pertempuran yang dirasa tak ada habisnya..

........
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...