Rabu, 14 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 26 PART 2

★HENING★ PART 26 (2) 



"LETNAN MUDA"



Di kejauhan..

" !!! ",

Lett. Adam terkejut mendengar gemuruh peperangan dari arah dimana kapten Joko dan kapten Hari berada,

"Apa yang sedang terjadi disana!?!",

Gumam Lettu Adam,

"Ndan..! Sepertinya rekan-rekan kita sedang diserang!! Perintahkan kami untuk segera kesana!",

Pinta salah satu anak buahnya,

" Tenanglah kalian semua..! Cepat hubungkan ke kapten Joko!!",

Sahut Lett. Adam,

Seorang prajurit dengan membawa radio segera mendekati Letnan muda tersebut,

"Kapten masuk.. Kapten!!", 

Lett. Adam berbicara lewat Radio,
Belum ada jawaban.

"Kapten..! Masuk kapten..! Disini Adam..! Kapten...!",

Seru Lett. Adam kembali,

"KrRssssssssrrrr"

Suara bising Radio membuat Lett. Adam sedikit terkejut,

"Ekh, diterima Kapten joko... Disini...",

Kapten Joko menyahut dari radionya, tampak ledakan demi ledakan dan deru tembakan terdengar ricuh menjadi latar suara Kapten Joko membalas panggilan Radio,

"Kapten..! Apa yang sedang terjadi?!? Izinkan saya kesana!!!",

Kata Lett. Adam,

"Ekh...negatif, lanjutkan misimu.. Dan jangan pernah kembali kesini..! Kami baik-baik saja..",

Balas Kapt. Joko,

"Tapi kapten, sepertinya..."

"Ini perintah! Laksanakan segera..! Keluar!",

Potong Kapten Joko dan segera menutup Radionya,

"Bagaimana Ndan???",

Salah satu anak buah Lett. Adam bertanya dan di iringi beberapa prajurit lainnya dengan wajah penuh harap,

"..negatif.., kita tak diizinkan kembali kesana..",

Kata Lett. Adam menghela nafas,

"Tapi Ndan..! Aku yakin rekan-rekan kita sedang dalam kesulitan...! Izinkam kami untuk kesana..!!!",

Pinta anak buahnya,

"...",

Lett. Adam menarik nafas dalam,

"..ini perintah! Kita tak bisa kesana! Mengerti!? Saya juga kesal dengan hal ini, tapi kita punya tugas lain yang mungkin lebih penting dan menjadi akhir dari pertempuran ini! Mengerti!!!",

Bentak Lett. Adam,

Sejenak semua anak buahnya terdiam, sepertinya mereka terkejut melihat letnan muda chief mereka yang baru kali ini bertindak keras..

"Huhh.., sudahlah.. Ayo kita kembali bergerak..",

Perintah lett. Adam,

Mereka pun kembali bergerak sambil sesekali melihat kepulan asap yang membumbung dibelakang di arah kapten Joko dan yang lainnya.

...........
Markas Pusat Jakarta..

"Lapor panglima, saya dapat Visual malaysia mengirimkan 12 jet tempurnya, dan menurut intelijen untuk membantu thailand!",

Seorang prajurit melapor,

"Apa!?!, tetap awasi!"

Pang. Rokhim kaget,

Tiba-tiba PM Ghoydee di dampingi Letnan Vega dan beberapa pengawal tampak memasuki ruang komando,

"Hmm, ada apa Letanan?',

Tanya Pang. Rokhim sedikit terkejut melihat Letn. Vega membawa PM Ghoydee ke ruang utama mereka,

"Begini pak, ada sesuatu yang ingin saya jelaskan, tapi itu akan banyak memakan waktu.., jadi saya mohon izin untuk Pak Ghoydee menggunakan alat komunikasi kita..",

Kata Letn. Vega,

"Apa kau tidak bisa menjelaskannya dengan lebih detail lagi letnan?",

Tanya Pang. Rokhim lagi,

"Ini tentang keterlibatan malaysia pak..!",

Sahut Letn. Vega,

"Hmm.., lalu apa yang hendak pak Ghoydee lakukan..? Kau tidak bisa seenaknya membawa seseorang ke ruang komando operasi.., itu melanggar peraturan otorisasi 132 letnan, apa kau tahu akan hal itu?",

Hardik Panglima Rokhim,

"..saya sangat mengerti akan hal itu, tapi akan sangat memakan waktu bila saya harus menjelaskannya.., ini demi semuanya pak, saya pertaruhkan jabatan saya sebagai anggota TNI jika saya salah..",

Sahut Letn. Vega,

"Vega.., apa yang sedang kau pikirkan?",

Jend. Purnomo menyela,

"Sudah tak ada waktu lagi pak"

"Hey kau, tolong cepat lakukan yang diminta bapak ini..",

Letn. Vega menyuruh seorang prajurit komunikasi untuk mengikuti instruksi PM Ghoydee,

"Silahkan pak..",

Letn. Vega mempersilahkan PM Ghoydee duduk di hadapan sebuah panel-panel dan knob dan layar sistem komunikasi di markas itu untuk memberi sandi ke pihak malaysia.

"Maafkan saya dan Letnan muda ini, tapi nanti anda-anda akan mengerti..",

Kata PM Ghoydee memulai memberi sandi.,

"Pak, lapor..! Perhitungannya, Jet-jet tempur malaysia ternyata menuju ke jakarta! Bukan Thailand!",

Seorang prajurit yang ditugaskan mengawasi jet-jet tadi memberi tau di tengah-tengah situasi seperti ini,

"Hah??"

"Amankan Letnan Vega dan Pak Ghoydee!",

Perintah Pang. Rokhim, ia menduga PM Ghoydee yang tengah duduk di depan alat komunikasi yang mengendalikannya, beberapa prajurit segera mendekati Letnan Cantik itu, namun mereka kembali mundur ketika mengetahui Letnan Vega mencabut pistolnya dan mengarahkannya ke Panglima Rokhim, segera mereka juga mengarahkan senjatanya ke Letnan Vega,

"!?!?!",

Semua yang ada di ruangan itu terkejut..

"Letnan! Apa yang kau lakukan?! Hentikan itu!!!",

Bentak Jend. Purnomo,
"Maaf Jendral, saya tak ada pilihan lain.. Setelah ini pasti anda akan mengerti..",

Sahut Letn. Vega dengan tetap mengarahkan pistolnya ke pang. Rokhim,

"Sudah selesai pak Ghoydee..?",

Tanya Letn. Vega,

"Sudah nak..",

Jawab PM Ghoydee,
Letnan Vega segera menurunkan pistolnya...

Melihat itu salah satu prajurit disitu melepaskan tembakan, mengira Panglima Rokhim dalam bahaya, dan memang prosedur yang harus dilakukan dimana Panglima dibawah ancaman..

"TASH..!"

" ! "

Jendral Purnomo terkejut menyadari Letnan. Vega roboh dengan tembakan di dada, prajurit lainnya tampak mengamankan PM Ghoydee,

"Kalian terlalu cepat bertindak.. Letnan Muda itu sangat berharga..! Ia melakukannya demi negara kalian!",

Cetus PM Ghoydee kesal melihat Letn.Vega tergeletak bersimbah darah,

"Vega..! Bertahanlah..! Medis! Panggilkan medis!!",

Teriak Jend. Purnomo menhampiri Letn. Vega,

"Pak.., entah mengapa jet-jet tempur malaysia...memutar arah menjauh.., dari arahnya...sepertinya mereka kembali ke malaysia",

Lapor salah satu prajurit di ruangan itu yang ditugaskan mengawasi jet-jet tersebut,

". . . "

Keadaan berubah hening, baik panglima Rokhim dan semua yang ada diruangan itu saling tatap mencoba memahami apa yang sedang terjadi,

"..kami ingin menjelaskannya, tapi itu akan memakan waktu.. Dan kota-kota yang dipenuhi warga sipil tak bersalah akan menjadi korban, Letnan Muda ini tak mau itu terjadi... Kalian telah melakukan kesalahan besar.. Tak bisakah kalian menahan ego sedikit saja??",

PM Ghoydee berkeluh kesal.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...