Kamis, 08 Oktober 2020

SILENT KILL PERSON "CHAPTER 15 PART 2

★HENING★ PART 15 (2)



"PERTEMPURAN"



Markas Puea Thai Party, Bangkok..

"Baiklah.. Kabarnya PM Ghoydee telah tertembak mati oleh prajurit musuh, sekarang kita serang mereka..!",

Perintah Pang. Katsuun mengerahkan 500-an anak buahnya yang memang mengikuti langkahnya mengambil alih pemerintahan PM Ghoydee, pasukan yang terdiri dari Infantri, unit panser dan juga Tank-tank ini sedari awal menunggu saat yang tepat untuk di gerakkan maju ke medan pertempuran oleh Panglima Katsuun, sebuah strategi kudeta yang terbilang baik dalam segi mencari dukungan dari badan-badan pemerintahan yang memantau perang ini dari balik layar.

Sementara itu si Elang dan Jim tampak telah duduk bersama Letnan Mahda juga Sers. Hardi dan Sers. Tari di sebuah bangunan kedai kosong..

"Jadi, aku membuat kesalahan.. Kalian dikirim Jendral Purnomo untuk menjemputku kembali..., SssHhhhhhh..",

Elang tampak menarik nafas berat, ia telah membunuh salah satu anggota Tim letn. Mahda, ialah Letnan Jauhar.

"Apa kau tak bisa membedakan hah!?!",

Sers. Hardi menarik kerah Elang, ia Emosi,

"Hentikan..! Jangan ganggu dia..
** SENSOR **..!"

Jim menyahut, sesaat Sers. Hardi dan Jim bergerumul saling pukul,

"...Jim, hentikan..!!!",

Elang menyela,
Jim melepaskan Sers. Hardi yang sudah di genggamannya,

"Sekali lagi kau menyentuhnya.. Ku kirim kau ke neraka!".

Jim mengancam Sers.H ardi lalu duduk di sebelah Elang,

"Siapa dia..?"

Tanya Letn. Mahda kepada Elang,

"Dia.. Dia adalah kakak ku, di berasal dari korea, jadi jika kau ingin membawaku, bawa juga dia..",

Jelas Elang,

"...",

Jim ho tersenyum mendengar kata-kata rekannya itu, ia memang sudah menganggap Elang sebagai adiknya sendiri semenjak mereka bersama-sama.

"Mengapa kau tak membunuhku..?!?", Sers.Tari tiba-tiba menyela,

"...",

Elang melirik Sers.Tari,

"Katakan..! Apa alasanmu tidak menembakku?!",

Semua terkejut mendengar pertanyaan Sers.Tari,

"..Hmmm, karena itu..",

Elang menunjuk ke sebuah Wing di kerah seragam Sers.Tari,

"Hmm??",

Sers.Tari melirik Wing yang ada di kerahnya, tampak sebuah Wing logo kecil berbentuk pisau terbalut sayap dan titik bidik,

"..ini..?"

Sahut Sers.Tari,

"Itu adalah simbol lulusan pendidikan Sniper angkatan darat dari pusdikpassus dan pusdik Infanteri..

Aku pernah belajar di sana, setengah keahlianku aku dapat disana..., jadi simbol itu yang menyelamatkanmu..",

 Jelas Elang.

Sers.Tari terdiam, ada perasaan takjub saat ia mendengar penjelasan Elang, itu adalah penjelasan yang hanya bisa di ucapkan oleh seorang prajurit sejati yang tak pernah lupa dari mana dia berasal, dan dimana ia menempatkan rekan senegaranya sebagai keluarga jauh di dalam dirinya,

"Kau...,, terima kasih...",

Sahut Sers.Tari,
Elang hanya tersenyum..

"Lalu bagaimana dengan Perdana Mentri yang kau tembak tadi? Apa dia memang targetmu..?..",

Letn. Mahda menyela,

"Soal itu...aku...",

Penjelasan Elang terhenti.

...........
Helikopter Evakuasi, Langit Thailand..

"Terima kasih...",

Kata PM Ghoydee sambil memegangi lengan kirinya kepada seorang prajurit yang sedang merawatnya di heli yang ia tumpangi,

"Sama-sama pak, mohon bapak bekerja sama selama proses evakuasi ini..",

Sahut prajurit itu.

Ternyata Elang tak membunuh PM Ghoydee, Elang hanya melencengkan tembakannya ke lengan kiri PM Ghoydee, sehingga membuat PM Ghoydee tampak terjatuh bersimbah darah, maka orang-orang akan mengira PM Ghoydee tewas tertembak, meskipun rencana itu tak akan bertahan lama.

Sementara itu pasukan Panglima Katsuun terus bergerak menuju pasukan Kapten Joko dan Tim Lettu Adam yang masih berada di kawasan istana, dan belum ada seorangpun dari pihak militer indonesia yang menyadari serangan balik berkekuatan penuh itu.

..........
(Biografi) "ELANG the SILENT KILLER"

Bernama Lengkap NAE ARDANA GIELANG, Lahir 12 november 1986
Orang tua tidak diketahui
Saudara juga tidak ketahui, tidak ada data terperinci mengenai darimana dirinya berasal.

Namun diketahui Ia bergabung dengan militer pada saat ia berusia 18 tahun, ia siswa yang paling "dingin", karena pada saat ia mengikuti pelatihan militer ia tidak pernah mengeluh sakit, lelah, atau berbicara sekalipun, Hingga akhirnya Jendral Purnomo yang pada saat itu menjabat sebagai pelatih divisi intai, merekrutnya ke divisi mata-mata, tidak sampai disitu, ia juga pernah dilatih terpisah dari siswa-siswa lain dengan metode khusus, yaitu latihan tempur yang menembak dengan peluru dan korban sungguhan.

Dia juga mendapat julukan "Silent killer", yang ia dapat setelah ia berhasil membunuh 23 orang pemberontak sendirian dalam satu malam.
Ia sangat menyukai deru suara tembakan dari senapannya.

Selain pengidap Insomnia, ia juga sering terbayang kejadian-kejadian masa lalu yang datang tiba-tiba.
Ia diketahui juga penggemar berat seorang Ir.Soekarno.

.........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...