Jumat, 09 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 17

★HENING★ Part 17



"BANGKOK MENGAMBANG"




Sementara itu..

"Ternyata kita sudah sampai yah? Negri yang indah, sayang sekali.. kali ini saya datang kesini sebgai tawanan kalian,",

Ucap PM Ghoydee ketika helikopter-helikopter indonesia yang membawanya telah sampai di daerah pesisir jakarta,

"...",

Prajurit indonesia yang mengawalnya hanya tersenyum kecil mendengar ucapan PM Ghoydee.

........
Pusat komando operasi, jakarta..

"Lapor pak, sebentar lagi tim helikopter yang membawa perdana mentri thailand akan segera tiba..",

Prajurit bagian komunikasi melapor kepada Panglima Rokhim,

"Yah, baiklah.., segera beritahu bapak presiden, jendral.. Ayo kita kesana..",

Sahut Pang. Rokhim sembari mengajak Jendral purnomo untuk menyambut kedatangan rombongan Helikopter yang membawa PM Ghoydee.

"Deg..deg..deg..deg.."

Sebuah Helikopter telah terlihat dan mendekat ke sebuah landasan yang sudah dikelilingi prajuri-prajurit TNI, di ikuti 5 heli lain yang tersisa, tampak pula Panglima Rokhim dan jajarannya serta Jendral Rokhim yang sedari tadi berdiri menunggu.

Angin bertiup di sela-sela barisan Panglima Rokhim dan yang lainnya ketika helikopter tersebut mendarat, beberapa prajurit bersenjata lengkap mendekati helikopter tersebut, seperti hendak menyerang saja, tapi begitulah prosedurnya.

"Wah,, banyak juga yang menyambut saya ya?",

Kata PM Ghoydee.

"..Terima kasih atas tumpangannya, semoga lain kali kita bertemu lagi.,",

Gurau PM Ghoydee sambil tersenyum kecil kepada beberapa prajurit di heli tersebut ,

"Baik pak.., terima kasih atas kerja samanya..",

Sahut salah satu prajurit itu sambil menuntun PM Ghoydee turun dari helikopter mereka.

Sejumlah prajurit yang sebelumnya mendekati heli untuk mengawal PM Ghoydee tampak berbaris di sekitar PM Ghoydee, dan salah seorang dari mereka meminta PM Ghoydee untuk berjalan maju ke barisan Panglima Rokhim dan yang lainnya, namun sepertinya Panglima Rokhim yang ditemani Jend. Purnomo juga tampak berjalan mendekat ke PM Ghoydee.

"Selamat datang pak perdana mentri.. Selama anda disini anda akan menjadi tahanan negara kami untuk sementara sampai semua persoalan yang sedang terjadi terselesaikan.., mohon anda untuk bekerja sama dengan kami..",

Kata Panglima Rokhim kepada PM Ghoydee,

"Terima kasih atas acara penyambutannya.., ayo, segera bawa saya.., agar tak bagitu menguras banyak waktu, karena waktu sekarang ini sangatlah berharga untuk di sia-siakan..",

Sahut PM Ghoydee, Panglima Rockhim dan yang lainnya sedikit terkesan melihat pribadi ringan dari seorang PM Ghoydee, bukan seperti proses penahanan tahanan yang biasanya diterapkan, kali ini tahanan negara yang masih berstatus sebagai pemimpin suatu negara itu diberlakukan dengan hormat.

.........

50 meter tenggara Puea thai party, bangkok..

Sebuah SUV terlihat mengeluarkan asap dari kap mesinnya di sebuah jalan kecil tak jauh dari jalan utama di bagian belakang sebuah bangunan kecil.

 Sesekali bergantian tampak beberapa warga sipil yang masih berada disana mendekati SUV itu untuk sekedar melihat-lihat.

"Apa mereka tadi melihat kita?",

Letn. Mahda berbisik,

"Aku rasa tidak, mengapa masih ada warga sipil di daerah ini?",

Keluh Jim mengintip keluar dari balik dinding sebuah bangunan tempat mereka bersembunyi,

"Daerah ini dekat dengan markas militer, mungkin mereka berfikir disini aman..",

Jawab Letn. Mahda,

"Benarkah..? Lalu bagaimana dengan itu??",

Sahut Jim sambil menunjuk ke salah satu bangunan yang tampak hancur tak jauh dari situ,

"Sudahlah, lebih baik kita segera menuju ke situ.., Sersan, pergilah ke atap bangunan di arah jam 5, usahakan untuk tidak terlihat.. Jagalah kami dari atas sana..",

Sela Elang sambil memberi perintah kepada Sers.Tari,

"..ndan?",

Sers.Tari melirik Letnan Mahda, Letnan Mahda hanya menganggukkan kepalanya,

"bukankah kau lebih baik bila kau yang melakukannya?",

Kata Sers.Tari,

"Kau seharusnya tidak berkata seperti itu.., ini bukan tentang siapa yang terbaik melakukannya, tapi ini tentang kesungguhanmu yang melakukannya untuk menjaga kami dari atas sana..",

Jelas Elang, sejenak Sers.Tari terdiam menggenggam erat senapannya,

"..Ndan! izin untuk menemani Sersan Tari,",

Sers. Hardi mengajukan diri,

"Diterima, tetap gunakan radio kalian..",

Sahut Letn. Mahda,

Tak lama berselang Sers. Tari dan Sers. Hardi bergerak memisah dari Elang dan yang lainnya,

"Ayo, berkonsentrasilah.. Aku akan menjagamu..", kata Sers. Hardi yang bernama lengkap Hardi Tougar,

"..terima kasih Har.. Ayo!",

Sahut Sers.Tari.

"..Jim..beri aku pistolmu, kita akan masuk ke markas itu..",

Kata Elang, Jim melemparkan sebuah pistolnya kepada Elang, tampak Letnan Mahda juga sedang mempersiapkan senjata dan perlengkapan yang masih ia miliki.

"Bagus.. Mereka mau membantu kita, saya terpaksa menjual nama PM Ghoydee untuk membujuk mereka, meskipun kita akan membayar mahal setelah ini.. Aku rasa tidak ada pilihan lain..",

Ucap Pang. Katsuun seusai berbicara dengan pihak negara Malysia melalui telepon darurat.

"Kerahkan kembali semua pasukan yang tersisa..! Datangkan unit anti pesawat ke garis depan segera!",

Perintah Pang. Katsuun, ia bersemangat kembali mengingat akan segera mendapatkan bantuan untuk menghadapi pasukan musuh yang memporak-porandakan negaranya.
.........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...