★HENING★ Part 11
"BANGKOK BERGETAR"
Sekitaran kota Bangkok, Thailand.
Para masyarakat yang masih terjaga dini hari ini terlihat panik, yang tak lama berselang berubah menjadi kepanikan massa di seluruh kota.
" Teruskan pergerakan..! perhatikan dengan seksama..! Kemungkinan musuh akan muncul, dan mungkin terdapat warga sipil dsini..!",
Teriak Kapten Joko memberi tahu pasukan daratnya yang telah mendekati kawasan istana,
"Treteetettteeeetetetet...!",
Pertempuran di buka oleh para militer Thailand yang menjaga istana PM Ghoydee, tembakan sahut menyahut merubah Heningnya pagi itu menjadi semacam sebuah parade militer.
"Minta Helikopter menjemput PM Ghoydee! Katakan ini darurat!",
Kapten Ao, pengawal PM Ghoydee menghubungi markas,
"Kalian! Kawal PM Ghoydee ke bunker perlindungan..!, mereka terlalu banyak..! kita tunggu bantuan datang!",
Tambah Kapt.Ao memerintah beberapa anak buahnya,
"Wusssmmmmmppppp....."
Terlihat jet-jet Letn.Yudha dan yang lainnya kembali berputar di sekitaran langit Bangkok,
"Garuda 1 ke Garuda 2, segera lepaskan Flamer di sekeliling Pasukan darat..",
Perintah Letn.Yudha,
Sebuah jet tempur ber seri SU-27 tampak menembakkan Roket-roket kecil secara berurutan di sekitar pasukan di darat, untuk membuat barikade dari objek yang tertembak,
"DUAMMMPppp!"
Ledakan besar membumbung di kota itu, bangkok bergetar.
"Hubungkan saya dengan pemerintah Malaysia, di lihat dari situasinya, mungkin mereka mau membantu kita..",
Pinta PM Ghoydee.
Di sekitar istana pertempuran semakin menjadi, di luar barikade reruntuhan puing-puing sisa hantaman roket jet tempur tadi, pasukan militer thailand telah sampai dengan panser-panser mereka, tembakan sahut menyahut tak ada henti-hentinya.
"Kita buat perimeter disini..! Setelah bantuan Udara, Tim pemburu segera masuk ke istana musuh..! Semuanya..!, bentuk perimeter!!!",
Kapt. Joko memberi aba-aba membuat perimeter bertahan untuk memberi jeda waktu kepada tim pemburu untuk melaksanakan misinya menculik Pemimpin Negara ini.
Kawasan pesisir, Khao lak.
"DUMpp!!! Sssstttttt....!"
Tampak KRI Abdul Halim Perdanakusuma menembakkan Meriamnya ke arah Kapal-kapal perang thailand yang mulai muncul.
Tampak kapal penghancur Sukhothai FSGM 422 dan HTMS Khirirat PF 6 milik thailand membalas dengan sebuah Rudal mengarah ke kapal-kapal KRI,
"Ssshhhhhtttttt...!"
2 buah Rudal HArpoon meluncur cepat,
"Dammpp..Dammmpp..!"
Kapal perang Singapura yang berada tak jauh dari situ yaitu RSS Endurance 207 dan RSS Resolution 208 menembakkan sejumlah rudal-rudal ke arah dua buah Harpoon yang mengarah ke KRI-KRI indonesia,
"BRARRRRRRRMMMMPppp!"
2 harpoon itu terhenti karena menabrak Rudal-rudal yang bergerumul di tembakkan Kapal AL singapura.
"Siapkan Yankhont..! Balas merekam..!",
Kapten Sudjono, Kapten dari KRI Abdul Halim Perdanakusuma memberi perintah,
"Terkunci siap tembak pak..!",
"Tembak..!",
Perintah Kapt. Sudjono.
"DAMP..! DAMP!
Whhuuummmmmmm...!!!"
Dua buah Yankhont meluncur, kapal thailand HTSM Sukhothai FSGM 422 tampak menembakkan Anti rudal mereka, Namun dua buah Yankhont itu telah masuk di bawah permukaan, meluncur kencang..
"DARRRRRMMMMPPPP!!!"
Ke dua rudal Yankhont itu menghantam tepat di Lambung kiri HTSM Sukhothai FSGM milik thailand itu, asap mengepul di sertai serpihan materil yang berhamburan ke langit, sesaat..kapal thailand itu oleng.
Tak jauh dari situ...
"Kau mendengarnya?..",
Jim ho bertanya,
"Yah aku dengar, sepertinya perang sudah di mulai..!
Jelaskan padaku apa rencana kita..",
Sahut Elang sambik terus berlari menyusuri Hutan kecil itu,
"Kita akan sedikit ikut campur.. Kita harus berhasil membunuh PM Ghoydee, sebelum pasukan Negaramu berhasil menculiknya..",
Jelas Jim ho,
"Mengapa kita harus membunuhnya..?!?",
Elang balik bertanya,
"Ini sebuah negara kerajaan, jika kita berhasil membunuh Pemimpin mereka, mereka akan takluk, dan aku yakin mereka akan meminta gencatan senjata..!",
Jawab Jim ho,
"Bagaiman jika mereka akan semakin marah...?",
Elang bertanya lagi,
"Itu mudah, kan pasukan negaramu sudah menggempur setengah kekuatan mereka, mereka tidak akan punya kesempatan.."
Jelas Jim ho, Elang hanya mengangguk, mereka terus bergerak menuju jantung kota.
4 km dari lokasi Elang dan Jim.
"Kita bergerak dari sini, jika ia seorang Agen, ia tak akan jauh dari pusat pemerintahan negara ini.. Ayo bergerak..!",
Letnan Mahda memberi perintah, pasukan khusus yang mengemban misi penyelamatan itu pun segera berangkat menyusuri kawasan pesisir khao lak hingga pinggiran hutan kecil yang di lalui Elang dan Jim tadi.
"Kita bergerak ke bangkok ndan?",
Sersan Tari satu-satu nya prajurit wanita dalam tim itu bertanya,
"Ya, sebaiknya setelah ini kita gunakan transportasi yang tampak disini nanti..",
Jelas Letn. Mahda.
.......
Markas Pusat operasi, indonesia.
Di sebuah lorong kantor tersebut Jendral Irwan tampak berjalan tergesa-gesa bersama Letnan Jauhar,
"Sudah berlangsung pak.. Jend. Purnomo ternyata mengirimkan tim khusus untuk menjemput Agen itu..",
Letn. Jauhar tangan kanannya memberi tau,
"Sebaiknya kita juga mengirimkan tim untuk memastikan Tim itu tidak berhasil membawa agen itu, atau mungkin untuk melenyapkan agen itu, kau tau apa yang harus kau lakukan..",
Jawab Jend. Irwan tegas.
Sementara itu Panglima Rokhim dan jajarannya terlihat memantau situasi medan dari Long Range Camera serta visual yang di kenakan di semua Unit Penyerangan.
"Perintahkan Gelombang ke tiga untuk segera bergerak..!",
Pang. Rokhim maluda memberi komando, tak lama berselang..
2 Unit kapal selam KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402 bertolak dari markasnya Koarmatim, Surabaya. Di ikuti 12 unit Helikopter tempur AS 550 Fennec, masing-masing berangkat secara terpisah.
.......
Istana PM Ghoydee, Bangkok..
Di sekitar istana tampak para prajurit di bawah pimpinan Kapten Joko terlibat pertempuran sengit dengan Pasukan militer Thailand, situasi itu semakin sulit ketika beberapa Helikopter tempur Thailand muncul dan mulai menggempur perimeter mereka,
"Tereeeetetetete.."
"Bammmppp!..ssshhhkkk bammppp!"
Gemuruh tembakan memenuhi ibukota thailand itu,
"Tetap pertahankan perimeter..!, Radio! Minta bantuan Udara..!",
Seru kapten Joko memberi perintah di tengah gencarnya serangan Heli-Heli tempur Thailand menggempur pasukannya, kondisi padat bangunan kota bangkok lah yang membuat pasukannya mampu bertahan dari gempuran Heli-heli tersebut,
"Wussssmmmmppppp....!"
Heli-heli itu mulai kehilangan konsentrasi ketika 2 unit jet tempur muncul mengaung di langit nan gelap itu,
"Semuanya menghindar..! ",
Pilot Heli itu mengingatkan rekan-rekannya.
"Garuda 1 dan 2 konfirmasi bantuan Udara ke pasukan Garuda darat.. Ganti..",
Pilot SU-27 chief unit udara Letnan Yudha mengkontak Radio Kapten joko di bawahnya,
"Diterima..!
Ganti, semuanya bersiap ledakan...!"
Jawab Kapt.Joko kemudian memperingatkan para anak buahnya,
"Garuda 1 ke tim Garuda Udara, Kunci dan jatuhkan semua sasaran di udara..",
Letnan Yudha memberi aba-aba dari kokpitnya,
"Wusshhh..wummmppp..wummmppp...wuummppsss..!!!"
Ke 6 jet tempur itu melepaskan rudal-rudalnya yang telah mengunci heli-heli thailand di bawahnya,
"DAMMPP!!! Dammmppp!! Dammmppp...duaarrrarrr!!!"
Rudal-rudal mereka menghantam Heli-Heli thailand itu,
"..mayday-mayday ada objek berkecepatan tinggi mendekat..",
Letnan Aryo, pilot F-16 melapor setelah di radarnya tampak 4 Objek di udara mengarah ke mereka,
Ke 6 jet tempur pimpinan Letnan Yudha itu segera berputar membentuk formasi V, yaitu formasi berurut berbentuk huruf V dengan Letn.Yudha di depan,
"..Tiiit.. Tiitt..!",
Radar di SU-27 Letn.Yudha berbunyi,
"Semua berpencar..!!! Mereka menyerang kita" ,
Seru Letn. Yudha setelah menyadari sebuah Rudal mengunci SU-27 nya, serempak ke 5 jet tempur lainnya membelah berbelok ke kanan dan ke kiri, kecuali Letn.Yudha yang bermanuver ke atas kemudian berbelok ke kiri,
"Sssshhhhhhttttttt!"
Tampak sebuah Rudal mengikuti SU-27 nya,
"Tiiit..tiiit!",
Radarnya memperingatkan bahaya.
"Objek tadi adalah musuh, di ulangi objek tadi adalah musuh..!",
Seru Letn.Yudha melalui Radio.
"Letnan wibowo, lepaskan Flare!",
Perintah Letn.Yudha ke Co-pilot SU-27 nya,
"Di laksanakan!",
Sahut Co-pilot Letn. Wibowo,
"Tashhh.! Tashhh! Tash! Tash!.."
Empat buah roket Flare meluncur dari ekor Sukhoi mereka untuk menghalangi Rudal yang mengincar mereka,
"DUARRRR!!!"
Flare-Flare itu berhasil menghalau Rudal tersebut
"Itu mereka..!",
Letn. Aryo melapor dari kokpit F-16 nya setelah melihat 4 buah jet tempur tak dikenali, yaitu 2 buah sukhoi SU-27 dan 2 buah MIG26 melewati mereka..
Pertempuran Udara baru saja dimulai.
...........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar