★HENING★ Part 30
"KITA SAMPAI..."
Kibaran bendera berkibar-kibar tertiup angin, seakan melambai-lambai menyambut kedatangan sejumlah helikopter dikejauhan yang membawa Lettu Adam berserta lainnya.
Tak jauh dari situ tampak barisan Panglima Rokhim dan jajarannya serta sejumlah tim medis yang sengaja dipersiapkan.
"Deg...deg...deg..deg.."
"Mereka tiba...",
Gumam Panglima Rokhim menyaksikan 6 buah helikopter hendak melakukan pendaratan secara bergilir,
Tim penyambut bersiap-siap didampingi tim medis begitu heli pertama mendarat..
Tampak seorang prajurit turun dengan memapah seseorang. Yah, heli pertama membawa Panglima Katsuun dengan tangan terikat, tim penyambut segera mengambil alih Panglima Katsuun.
"Itu tawanan mereka.., bukan dia atau adikmu..",
Kata Jend. Purnomo yang berada dibarisan ujung, sepertinya ia baru tiba dan tampak tangannya memegang sebuah kursi roda,
"Yah.. Saya tau..",
Sahut Letn. Vega yang ternyata berada di kursi roda itu.
Dikejauhan Panglima Rokhim melirik Letnan Vega dan berbalik memberi hormat, segera Letnan Vega membalasnya meskipun tak bangkit berdiri. Panglima itu merasa harus memberi hormat kepada seorang Letnan jenius yang berani mengambil tindakan cepat demi nusa bangsa meskipun membahayakan dirinya sendiri.
"Deg..deg..deg.."
Heli kedua mendarat pelan..
Sersan Tari yang turun bersama seorang prajurit langsung disambut tim medis..
"Shhh.., akhirnya...",
Gumam Sers.Tari menarik nafas sambil berjalan pelan tak memperdulikan beberapa tim medis yang sibuk memeriksa lukanya,
" Kakak..? Kakak..!",
Seru Sers.Tari ketika melihat sosok wanita yang duduk disebuah kursi roda, ia segera berlari meskipun tim medis mencegahnya untuk bergerak agresif..
"Itukah adikmu..?",
Tanya Jend. Purnomo,
"Iya.. Itu dia adikku jendral...",
Jawab Letn. Vega,
"Dia banyak berubah.., aku tak mengenalinya lagi..",
Sahut Jend. Purnomo,
"Huh..huh, pak izin untuk menemui Letnan Vega kakak saya..",
Kata Sers.Tari memberi hormat kepada Jendral Purnomo dengan terengah-engah,
"Diterima Sersan, izin tak terbatas..",
Sahut Jend. Purnomo tersenyum membalas gurauan Sersan Tari,
"Terima kasih Jendral baik hati...",
Sambung Sers.Tari sembari menurunkan tangannya membalas senyum Jendral Purnomo,
"Kakak kenapa?",
Tanya Sersan Tari melihat kakaknya terduduk disebuah kursi roda, ia segera menunduk dekat pangkuan kakaknya itu,
"Sudahlah aku baik saja.., kau juga ceroboh, bagaimana bisa musuh mampu menembakmu..?",
Letn. Vega balik bertanya,
"Oh ini.., cuma luka gores kakak..",
"Aww..aduh..",
Sers,Tari terhenyak ketika Tim medis memeriksa lukanya ditengah-tengah pertemuannya dengan kakaknya,
"Dasar kau ini, selalu menutup-nutupi apa saja yang terjadi padamu..",
Kata Letn. Vega memarahi adiknya itu,
"Hmm, sebaiknya saya segera bergabung dengan panglima, Tari.. Jaga kakakmu..",
Potong Jend. Purnomo sambil berlalu pergi,
"Siap Jendral..!",
Sahut Sers.Tari.
"Sudah..sudah, saya baik saja.,"
Kata Sers.Tari kepada Tim medis yang sibuk merawat lukanya,
"Baik Sersan.., setelah ini saya harap anda segera ke bagian medis untuk perawatan yang lebih intensif.."
Sahut salah seorang tim medis itu, tak lama ia berlalu pergi.
Sementara itu Heli ke tiga dan ke empat telah mendarat dan menurunkan prajurit-prajurit Lettu Adam, dan Heli kelima yang membawa Lettu Adam dan Letnan Mahda akhirnya mendarat..
Begitu turun dari heli, Letnan Mahda dan Lettu Adam langsung berlari ke arah Panglima Rokhim dan memberi hormat.
"Lapor Panglima.., kami melapor telah kembali ke bumi pertiwi..",
Seru Lettu Adam dan Letnan Mahda bersama-sama,
"Diterima... kerja bagus... Garuda bangga pada kalian, kalian akan mendapatkan penghargaan setelah ini.."
Sahut Panglima,
"Tapi panglima...",
Potong Lettu Adam,
"Ada apa Letnan..?",
Tanya Pang. Rokhim heran, semua jajaran yang ada disitu juga melirik ke arah kedua prajurit yang menghadap Panglimanya itu,
"Izin Panglima, sebaiknya penghargaan diberikan kepada rekan-rekan seperjuangan saya yang gugur disana.., mereka yang mengorbankan dirinya untuk tugas negara kita.., merah putih indonesia..!"
Sahut Lettu Adam,
Seketika semua orang disana tertegun mendengar perkataan Letnan muda itu..
Angin berhembus semilir..
Sejenak Panglima menundukkan kepalanya, ia tak pernah menyangka bahwa ia memiliki prajurit-prajurit terbaik seperti para Letnan-Letnannya ini.
"Diterima Letnan..",
Balas Panglima Rokhim,
"Baik..!",
Sahut Lettu Adam segera menurunkan tangannya dan berbalik diikuti Letnan Mahda bergabung dengan anak buahnya yang sampai lebih dulu,
"Kita sudah melakukan hal yang benar hari ini...",
Kata Letnan Mahda,
"Yah, dan kita akan tetap begitu..",
Sahut Lettu Adam,
"Yah, tentu saja..",
Balas Letn. Mahda,
"Oh ya, dimana mereka berdua?",
Tanya Lett. Adam,
"Itu disana..",
Tunjuk Letn. Mahda ke sebuah heli terakhir yang berada agak jauh dari rombongan.
"Kakak.. Aku ingin mengenalkan seseorang kepada kakak..",
Kata Sers.Tari,
"Seseorang?? Maksudmu..?",
Sahut Letn.Vega,
"Seorang pria kakak.., aku menyukainya..",
Kata Sers.Tari menjelaskan,
"Benarkah?? Kenalkan pada kakakmu ini pria yang berhasil mencuri hatimu..",
Sahut Letn.Vega tersenyum sambil membelai rambut adiknya itu.
Sementara itu...
"Sebentar lagi kita sampai..",
Gumam Jim,
"Tak ku sangka akan banyak yang menyambut dirimu..",
Sambung Jim lagi,
"Mereka bukan menyambutku, tapi kita.. Kita dan yang lainnya..",
Sahut Elang acuh,
"Hey, bahkan kau tak ceria sedikitpun saat kembali ke tanah airmu..",
Seru Jim melihat Elang yang acuh,
"Tidakkah kau senang telah kembali?",
Tanya Jim,
"Hmm, aku tak tau Jim.. Aku bahkan tak bisa mengetahui jika aku sedang senang..",
Jawab Elang,
"Bukankah harusnya aku yang seperti itu? Lihat aku.. Aku orang asing disini..",
Balas Jim,
"Kau bukan orang asing.., kau sahabatku..",
Sahut Elang,
"Kalau begitu janganlah bersikap seperti itu!",
Keluh Jim memalingkan wajahnya dari Elang,
" ... "
Keadaan di heli itu berubah hening, sesekali kedua pilot berusaha melirik kebelakang melihat apa yang terjadi dengan kedua penumpangnya.
"Maafkan aku Jim..",
Kata Elang sepertinya memahami perasaan sahabatnya itu,
"Aku hanya belum siap untuk kembali disini..",
Gumam Elang,
"Tak adakah seseorang yang menunggumu disini?",
Tanya Jim,
"Hmm... Aku tak tau, jauh sebelum semua ini ada seorang wanita yang aku kenal.. Tapi itu sudah lama, aku tak tau apakah ia masih mengingatku.., aku merasa asing",
Sahut Elang,
"Setidaknya ada aku disini.., aku juga asing disini",
Sahut Jim,
"Yah, itu lebih baik..",
Gumam Elang,
"Ayo...",
Seru Jim karena Heli mereka telah mendarat.
"Kita sampai...",
Gumam Elang ketika kakinya menapak di bumi pertiwi
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar