Rabu, 21 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 35 PART 1

★HENING★ Part 35 (1) 



"HEAD TO ESCAPE"



Hujan turun begitu lebat disertai dentuman petir menyambar-nyambar gagah menghiasi langit gelap pagi ini..
Mahda dan Adam telah memulai aksi mereka.

Sementara didalam kantor Badan yang bertanggung jawab atas masalah keamanan Negara tersebut tampak seseorang tertidur dengan pulas, yah Heru tertidur dimeja kerjanya didepan layar-layar monitor kamera pengawas yang terpasang diluar.

Sementara ke 4 orang prajurit penjaga diluar berkumpul pos bagian depan kantor tersebut, tampak mereka hanya melakoni kebiasaan mereka seperti malam-malam biasanya bermain kartu.

"Klek...",

Mahda membuka kotak Etalase utama listrik kantor ini yang berada dibagian belakang gedung,

"Tap..!"

Mahda mematikan listrik kantor ini dengan membalikkan knob utama sehingga generator listrik cadangan tak akan merespon karena ini pemadaman secara manual.

"baiklah, tak lama lagi mungkin ada yang datang kemari untuk memeriksa.. Bersiaplah..",

 seru Mahda pelan kepada Adam,

"Yah, aku mengerti..", 

sahut Adam,

"Setelah ini, kita bertemu dipintu depan kantor ini.. Sampai nanti", 

tambah Mahda lagi sembari berjalan mengendap memutar kantor ini dari sisi kiri, sementara Adam masih menunggu dibagian belakang kantor itu untuk bersiap memutar dari sisi kanan.

"Hey, kau cepatlah periksa kenapa generatornya tak kunjung menyala",

 perintah salah satu prajurit penjaga kepada rekannya,

"Yah baiklah.., tunggu sebentar..", 

jawab seorang penjaga itu sambil bangkit meraih senter dan senjatanya.

"Apa perlu kutemani?", 

tanya salah seorangnya lagi.

"Tak perlu.., tunggulah sebentar, setelah itu aku akan bermain lagi", 

sahut prajurit itu.

Tampaknya para penjaga-penjaga itu menganggap ini hanyalah padam listrik biasa, terlihat ke 3 prajurit lainnya melanjutkan permainan kartu mereka meski hanya diterangi sebuah lampu LEd kecil menggunakan baterai.

"Huuuhhh",

Prajurit itu pun berjalan menyusuri lorong luar kantor itu yang menuju ke bagian belakang dimana Etalase listrik berada.

Sesekali ia menyorot keadaan sekeliling dengan senternya.
Baru saja ia berjalan memasuki bagian belakang kantor seseorang memukul bagian belakang lehernya dengan keras,

"Bukk!"

Sejenak matanya berkunang setengah sadar ia berusaha meraih senjatanya yang terjatuh, senter yang ia bawa terlepas dari tangannya, tampak sinarnya meredup mungkin rusak akibat hentakan dan seseorang tadi juga sudah melayangkan kembali pukulannya telak kewajahnya membuat ia tak sadarkan diri.

Yah, itu Adam yang sedari tadi sudah menunggu, ia bisa saja menghabisinya dari awal dengan senjatanya yang berperedam, namun ia mengurungkan niatnya untuk menghabisi prajurit itu.

"Begini saja..", 

gumam Adam mengikat prajurit itu, menyumpal mulutnya dan kemudian meletakkannya kedalam tong sampah besar disudut kantor itu, tak lama kemudian ia berjalan mengendap menyusuri sudut luar kantor itu menuju bagian depan, beberapa saat kemudian ia melihat 3 orang penjaga sibuk bermain kartu tak jauh didepannya.
Adam merayap pelan mendekat, untuk sesaat ia berfikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya..

Sementara Mahda juga sudah sedari tadi mengintai ke 3 prajurit penjaga itu dari seberang dari posisi Adam, namun Mahda tampaknya tak ambil pusing harus bagaimana karena ia terlihat mulai membidik salah satu kepala penjaga itu dengan senjatanya.

Ketika ia hendak menarik pelatuk, salah seorang penjaga yang kepalanya sudah tertera di pijera Mahda bangkit dan Beranjak keluar dari posnya membuat Mahda membatalkan niatnya untuk menembak..

"Hei, aku mau menyusul dia.., lama sekali, aku rasa ada yang aneh..", 

kata salah penjaga yang bangkit itu meraih senjata dan senternya, sepertinya ia mulai merasakan kejanggalan atas padamnya listrik kali ini.

"Sial..",

Gumam Adam dalam hati karena prajurti itu hendak berjalan ke arahnya, dan terlalu dekat untuk menghindar atau bersembunyi.

Prajurit itu mulai mengarahkan sorotan senternya ke arah dimana Adam berada, perlahan sorotan senternya mendekati Adam,

" ! "

Penjaga itu terhenyak ketika ia melihat seseorang bersenjata lengkap tengah mengarahkan senjatanya ke arahnya,

"Tak..takk.."

Dua tembakan dilepaskan Adam ke tubuh prajurit itu,
Karena reflek prajurit itu menekan picu senjatanya yang sudah dalam keadaan terbuka.

"Treretetetetetet...!"

Senjatanya menyalak sesaat dan kemudian berhenti saat tubuhnya tergeletak tak berdaya diterjang timah panas Adam, kedua rekannya langsung menyadari itu namun langsung terjungkang karena Mahda sudah melepaskan beberapa tembakan ke arah mereka.

" Kurang ajar..!",

Seru Mahda ketika mendekat dan menyadari salah satu tangan penjaga itu telah menekan tombol darurat disudut pos mereka.

"Teeeeenggggg.... Teeeeenggggg..."

Alarm berbunyi...

"Adam ayo..!", 

ajak Mahda untuk bergegas bergerak karena dalam tempo beberapa menit lagi akan ada sejumlah pasukan khusus sampai kesini.

........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...