★HENING★ Part 36
"DITENGAH KEKACAUAN! RENCANA K-4"
Mobil-mobil polisi beserta truk-truk pasukan khusus terlihat sudah berjajar di depan gedung BPN tersebut, sementara dibagian belakang gedung di sambangi satuan Brimob.
Jendral Irwan sudah tampak hadir disitu, ia nampak buru-buru memberi isyarat kepada tim Densus 88 Polri untuk segera memeriksa keadaan didalam.
Tim 2 dari satuan Densus 88 yang berjumlah 8 orang itu pun langsung memasuki kawasan kantor tersebut, Jendral Irwan tampak tegang menunggu kabar tentang apa yang sedang terjadi di kantornya.
Tak lama seorang komandan dari anggota Densus Polri yang berada diluar mendekat dan memberi tahu bahwa tidak ada apa-apa lagi karena tersangka telah meninggalkan lokasi.
"Sial...!",
geram Jendral yang bernama lengkap Irwansyah Marwan itu..
...........
8 jam setelahnya...
Serangan Mahda dan Adam ke kantor Badan pengamanan negara itu menjadi Headline diseluruh Media informasi nasional, dan menjadi berita kedua di internasional setelah berita perang Thailand kemarin.
Tak ayal negara-negara luar mengira-ngira ini sebagai serangan teroris dan melihat ini sebagai kelemahan indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Namun ada yang aneh dalam berita yang disampaikan kedunia luar, karena tidak ada keterangan tentang pembebasan tawanan yang dibeberkan, tapi penculikan seorang pegawai dari satuan kepolisian.
...........
Ruangan Rapat khusus RI-1
2 Oktober 2012
Sebuah Meja persegi yang sangat lebar terbentang didepan para petinggi-petinggi militer negara ini untuk membicarakan kejadian semalam, Jendral Purnomo dan Jendral Irwan tampak hadir di tempat duduk yang berseberangan.
Hadir juga Suprapto SH selaku mentri pertahanan Negara dan Panglima Rokhim diantara petinggi-petinggi lainnya..
"Baik, langsung saja saya ingin mendengar langsung dari anda Jendral..",
kata orang nomor satu dibumi pertiwi ini, Presiden Darwinsyah.
Sontak Jend.Irwan segera berdiri.
"Diperkirakan penyerangan ini dilakukan pukul 1 dini hari pak, dari rekaman kamera pengawas diketahui mereka berjumlah 2 orang pak, berhasil membawa tahanan negara kabur dan menculik seorang polisi yang ditugaskan disana..",
Jend.Irwan menceritakan kronologinya.
"Dua orang?? Hanya dua??",
ucap Pres.Darwin,
"Iya pak presiden..",
sahut Jend.Irwan meyakinkan.
"Jendral, apa yang bisa kita lihat dari ini?",
Pres.Darwin melirik Jendral Purnomo.
Jendral Pournomo menarik nafas dalam-dalam tak ingin wajah tuanya menunjukan ekspresi yang mencolok karena hanya ia yang tau persis siapa penyerang semalam.
"Ini jelas bukan tindakan orang biasa pak, ini jelas tindakan oleh orang-orang terlatih..",
kata Jend.Purnomo.
"Dan bisa saja pasukan khusus negara ini..!",
Jendral Irwan memotong pembicaraan.
"Itu tidak mungkin..!",
sahut Jendral Purnomo,
"Itu mungkin saja..!",
seru Jend.Irwan menatap tajam Jendral Purnomo seolah memberi isyarat permainan yang baru saja dimulai antara mereka berdua mengingat kejadian 4 hari yang lalu.
"Kalian hentikan...!",
bentak Presiden Darwin, suara orang nomor 1 itu membuat kedua Jendral itu menutup rapat-rapat mulut mereka.
"Izin berbicara pak presiden..",
Menhan Suprapto menyela,
"Silahkan pak Menhan..",
sahut Pres.Darwin.
"Terima kasih pak.. Jendral Irwan apa atas dasar anda mengatakan hal itu?",
ucap Menhan Suprapto, Mentri yang satu ini adalah teman dekat seorang Presiden bapak Ir.Darwinsyah, tak heran pak presiden langsung mengiyakan ketika ia ingin berbicara ditengah situasi yang menegang akibat kedua Jendral itu.
".. Bagi saya tak ada yang mampu melakukan operasi itu seakurat dan secepat itu selain pasukan khusus..",
jelas Jend.Irwan sambil melirik Jend.Purnomo,
"Begitu..? Bukankah itu terlalu berlebihan Jendral?,, Jendral Purnomo, bagaimana menurut anda?",
sambung Menhan Suprapto.
"Menurut saya ini bukanlah tindakan orang dalam, ingat kita baru saja selesai berperang.., tawanan yang mereka bebaskan adalah agen kita yang tersandung tuduhan pembelotan di thailand, bisa saja ini usaha pihak-pihak asing untuk mendapatkan informasi dari agen kita itu...",
jelas Jendral Purnomo.
Semua yang ada diruangan itu tampak diam, sepertinya mereka menerima penjelasan Jendral Purnomo.
"Izin pak..",
Panglima Rokhim meminta izin angkat bicara dan langsung di iyakan presiden.
"Pak Mentri, sepertinya permasalahan semalam sudah terealisasi setelah mendengar penjelasan Jendral Purnomo, setelah ini saya akan selesaikan masalah ini secara rahasia,, tapi saya ingin tau bagimana keadaan diluar, saya tau mereka pasti melihat ini sebagai kelemahan kita..",
ucap Panglima tinggi itu,
Semua terhenyak mengerti maksud dari pertanyaan Panglima Rokhim.
"Pertanyaan yang bagus Pak Rokhim... Melihat ini ada beberapa negara yang menganggap ini serangan teroris, dan mereka menawarkan kerja sama beserta izin untuk mengirim armada pasukan mereka kemari, entah apa maksud mereka ingin melakukan hal itu saya juga tidak tahu..
Negara-negara itu adalah Amerika, Australia, dan singapura..",
kata Menhan Suprapto sambil sesekali memperhatikan raut wajah semua yang hadir diruangan ini.
"Bagaimana dengan malaysia? Bukankah sebelumnya mereka berniat menyerang jakarta dengan Jet mereka?",
tanya Jendral Purnomo melirik Panglima Rokhim mengingat saat dimana Letnan Vega tertembak.
"malaysia tak akan melakukan apapun, mereka sangat malu akan tindakan mereka kemarin.., saat ini pihak malaysia sudah meminta maaf dan bersedia bekerja sama apabila dibutuhkan...",
jelas Menhan lagi.
"pak Mentri.., lalu negara mana yang menurut anda terlalu agresif dari kesemuanya itu..",
tanya Panglima Rokhim.
"...Amerika..",
jawab Menhan Suprapto dengan nanar,
"Pak presiden, kita harus melakukan sesuatu.., saya rasa Amerika punya rencana lain dengan niat mereka..",
kata Panglima Rokhim menjelaskan.
"Saya tahu.., sepertinya Frank tua itu sedang mencari-cari kesempatan disaat keadaan kita yang sedang kacau..",
ucap Pres.Darwin, Frank yang dimaksud adalah Frank Carlton Presiden Amerika.
"Bagaimana menurut anda pak Menhan?",
tanya Pres.Darwin dengan wajah tegang,
karena jika ini benar seperti apa yang diperkirakan, menghadapi negara sebesar Amerika dalam segi apapun pasti sangat sulit.
"Menurut saya pak, kita tugaskan dahulu sebuah unit untuk mendapatkan kembali Agen kita itu.., saya sangat yakin sesuatu yang lebih buruk akan terjadi jika agen itu jatuh ke pihak asing..,
Setelah itu kita cari solusi menghadapi negara sok suci itu (amerika) dengan meminta bantuan dari China atau Rusia..
Ingat..kedua negara itu pernah mengajak kita untuk menjatuhkan dominasi Amerika dan bangsa sialan lainnya di PBB, saya yakin mereka pasti mau membantu..",
jawan Menhan Suprapto lugas.
Sejenak Presiden Dawrwinsyah mengerutkan dahinya memikirkan pendapat Mentri Pertahanan itu yang juga seorang teman dekatnya.
"Baiklah, Panglima Rokhim..saya ingin anda dan Jendral Purnomo membentuk sebuah unit untuk membawa kembali Agen itu,, dan Anda Jendral Irwan.. Saya harap anda tidak melakukan apapun, dan sebaiknya anda punya alasan yang tepat atas pernyataan anda tadi.., baiklah, selesai..",
kata Presiden Darwin menutup rapat mendadak itu.
Segera semua membubarkan diri setelah Pres.Darwin meninggalkan ruangan.
"Sial.., dimana mereka,",
ucap Jendral Purnomo dalam langkahnya menuju sebuah mobil dinas berplat militer yang sudah menunggunya begitu menyadari ponsel Mahda tak bisa dihubungi lagi.
........
Pentagon, USA...
Major O'Connor selaku kepala divisi inteligen dari unit Delta dan Secretary of Defence Sir Maloney tampak mengadakan rapat rahasia dengan Presiden mereka Sir Frank Carlton.
"Apa yang tim anda dapat disana Mayor?",
Pres.Frank bertanya kepada Maj.O'Connor.
" Unit inteligen Delta yang saya tempatkan di indonesia 6 bulan yang lalu mendapatkan beberapa titik yang jauh dari pantauan militer mereka, saya rasa itu tempat yang bagus untuk memulai RENCANA K-4 pak, mengingat mereka baru saja berperang menhadapi panglima gila Thailand..",
jawab Maj.O'Connor lugas.
"Hmmm... Bagaimana dengan PBB Maloney?",
tanya Pres.Frank kepada mentri pertahanannya itu.
"Kita bisa menggunakan kejadian kemarin pak, kita lobby semua petinggi PBB dengan memutar balikkan fakta bahwa indonesia menyerang Thailand atas dasar proyek nuklir yang seseungguhnya mereka kerjakan.., jelas dunia akan ramai-ramai mencari isu tersebut, nah disaat seperti itu kita bisa segera menjalankan RENCANA K-4 kita pak..
karena saya kira indonesia terlalu bahaya jika dibiarkan berkembang..",
jelas Maloney.
Apa yang akan dilakukan pihak Amerika dengan RENCANA K-4.
...........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar