Jumat, 09 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 16

★HENING★ Part 16 



" SERANGAN BALIK "



Matahari tampak sudah menggantikan tugas sang bulan malam tadi, dan sekarang bisa terlihat jelas kota Bangkok yang menjadi arena pertempuran telah porak poranda, asap mengepul dimana-mana, banyak sejumlah bangunan sudah tak utuh lagi atau bahkan rata dengan tanah, kawah-kawah buatan yang tercipta dari ledakan demi ledakan membuat Bangkok tak ubahnya seperti permukaan bulan, sementara tampak prajurit-prajurit dari kedua belah pihak yang telah gugur yang tengah di evakuasi oleh rekan-rekannya,
Pertempuran seperti tak akan berakhir..

"Tetap waspada semuanya, kita masih di tanah musuh..,",

Gema perintah Kapten Joko mengingatkan sejumlah pasukannya yang tengah memanfaatkan ketenangan ini untuk mengisi perut-perut mereka dengan Ransum-ransum yang mereka bawa,

"Kapten, sepertinya ada yang aneh.,",

Kata Lettu Adam yang menghampiri Kapt.Joko,

"Apa maksudmu Letnan?",

Tanya Kapt. Joko,

"Tentara musuh bertempur di tanah mereka sendiri.., mengapa mereka tak ada mendapatkan tambahan kekuatan..? Perasaanku tidak begitu bagus akan hal ini..",

Lettu Adam mengungkapkan kecemasannya,

"Saya juga berfikir begitu.. Setidaknya markas pusat telah mengirimkan Skuadron udara kita kesini..",

Sahut Kapt. Joko tenang, meskipun sebenarnya ia juga sangat khawatir akan hal ini.

Sementara itu, tanpa disadari pasukan Panglima Katsuun terus mendekat, prajurit-prajurit thailand itu tampak bersemangat sekali, entah doktrin semacam apa yang disematkan Panglima Katsuun.

...........
Pinggiran kota Bangkok, Thailand..

"Baik, sekarang kami akan membawamu dari sini.. Bagaimanapun, itu adalah misi kami.. kami juga akan membawa dia kakakmu..",

Letn. Mahda menjelaskan,

"Bagaimana dengan perang ini?",

Tanya Elang,

"Ini bukan urusan kami, kami hanya harus membawamu kembali ke indonesia..! Apa kau tak mengerti yang Letnan ceritakan?!?",

Sers. Hardi menyela,

"Hei, jaga nada bicaramu...",

Sahut Jim menanggapi Sers. Hardi,

"Bagaimana dengan rekan-rekan kita di sana?",

Elang balik bertanya,

"Sudahlah.. Kau tau kita hanya berempat, jika kita kesana tak akan merubah apapun..! Apa kau bisa mengerti!?!?"

Jawab Sers. Hardi membentak,

" ! "

"Sudah ku bilang jaga nada bicaramu kawan...",

Jim ho mendekati Sers. Hardi,

"Sudahlah.. Ini bukan prioritas kami.,, misi kami hanya untuk membawamu pulang.. Selebihnya tidak.

Hardi, kontak markas pusat, hubungi Jendral.."

Perintah Letn. Mahda,
Tak lama Radio Sers. Hardi telah terhubung ke markas pusat,

"Ini, ada yang ingin bicara padamu..",

Sers. Hardi menyerahkan Radionya kepada Elang.

"....Jendral purnomo disini, ganti..",

"... Di te..ri..ma..",

Jawab Elang terbata,

"..Letnan Mahda kah? Ganti..",

"..Negatif...E..Lang disini, ganti...",

Sahut Elang,
Jend. Purnomo tak menjawab.. Tapi tak lama kemudian,

"...Syukurlah nak... Kembalilah kesini, ke negrimu nak.. ",

Kata Jend. Purnomo,

"....Iya, aku segera kembali..",

Jawab Elang lagi, Sers. Hardi dan Letn. Mahda hanya tercengang melihat Elang yang sangat patuh dan penurut terhadap Jend. Purnomo, padahal sedari tadi mereka kesulitan untuk membujuknya.

..........
Pasukan Kapt. Joko dan Lett. Adam, kawasan Istana, Bangkok...

"..!..."

Semua prajurit terkejut begitu mendengar gemuruh deru yang terdengar tak jauh dari barikade mereka,

"..Serangan balik..!!!",

Salah satu prajurit memberi tahu.

"..Syuuuusss.. Syuuuusssshh.. Syussshhhh..."

Tiba-tiba beberapa roket meluncur di atas mereka,

"..BAMMMMMMRRR..bAAAMMmMRRRM..!!!",

Roket tadi mendarat dan meledak di beberapa titik, asap, serpihan serta debu berterbangan di antara prajurit yang terluka akibat ledakan itu,

"..Semua..! Buat perimeter di barikade..!!!",

Perintah Kapt. Joko, pertempuran pun kembali pecah di pagi ini, menjadi semacam sebuah parade penyambutan hari ini.

"Tretettetetetet..tretetetetet..!"

Tembakan demi tembakan terus bergulir, sesekali ledakan bergema, dan tampak beberapa prajurit Kapt. Joko gugur dan terluka parah terkena tembakan dan serpihan ledakan meriam-meriam tank pasukan Pang. Katsuun.

Tank-Tank pasukan pang. Katsuun terus memborbardir pasukan Kapt. Joko dan Lett. Adam, Tank-tank berbaris di lini terdepan, di selingi panser-panser mereka dan prajurit-prajurit, Meriam, roket, dan tembakan peluru menghujani perimeter Pasukan Kapt. Joko,

"DUARRRRR...DUAARRRRRRMMmPp..!!!"

Ledakan sahut menyahut, pasukan Kapt. Joko terberai akibat banyak anak buahnya yang gugur menerima serangan mendadak itu, bayangkan saja, lokasi mereka terlindungi oleh perimeter dari serpihan gedung-gedung hancur membuat pasukan Kapt. Joko seperti berada di suatu kubangan, Tank-tank pasukan Katsuun hanya tinggal menembakkan meriam-meriam mereka ke dalam, mereka terus menggempur tak henti-henti..

"DUAAARRRR....DUAAARRRMMMMM..!!!".

Di lain sisi pasukan kapt. Joko bak sasaran latihan tembak membuat mereka kehilangan koordinasi, prajurit yang gugur semakin bertambah,

"Semuanya mundur..! Ke Istana!",

Seru Kapt. Joko

Pasukannya segera mundur masuk ke halaman istana, tampak beberapa prajurit berusaha menarik rekannya yang tengah terluka dan tak bisa bergerak untuk mundur di tengah ledakan demi ledakan meriam-meriam Tank pasukan musuh,

"..Kapten..! Korban pada kita terlalu banyak..! Dimana bala bantuan udara!?!?",

Eluh Lettu Adam.

"Whhuuuummmmppppp...!"

Deru jet-jet tempur yang tiba-tiba terdengar membuat Lettu Adam diam seperti patung, seperti do'a dikabulkan saja.

4 buah jet SU-30 yang di pimpin kapten Dimas telah sampai di langit-langit kota bangkok,

"Disini Chief Tim 5 kapten Dimas, kepada seluruh tim hancurkan Tank-tank musuh, di ulangi, hancurkan tank-tank musuh..!",

Perintah Kapt. Dimas melalui radio,

"Wushh...wushh..wush..!"

Kali ini Rudal-rudal jet-jet tempur itu meluncur ke Tank-Tank pasukan Pang. Katsuun,

"..BAMPPPPp...BAAMMMPPP...!"

Beberapa Tank dan panser-panser di sekitarnya serta prajurit-prajurit berserakan ketika rudal-rudal itu menghantam mereka.

........
Sementara itu..

"...!..",

Elang dan lainnya terkejut mendengar dentuman dentuman tembakan serta ledakan demi ledakan yang sedari tadi menggema.

"Pertempuran di mulai lagi, tapi kali ini terdengar lebih dahsyat dari sebelumnya..",

Kata Jim ho sambil memperhatikan kepulan asap yang tampak,

"Sekarang apa yang harus kita lakukan?",

Tambah Jim bertanya,

"Tidak ada, kita hanya harus menunggu tim evakuasi datang..",

Sahut Letn. Mahda,

"..Katsuun..",

Gumam Elang yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu,

"..Hah? Apa yang barusan kau katakan Elang?",

Tanya Jim ho,

" Panglima Katsuun., kita harus membunuhnya Jim..!",

Jawab Elang,

"Apa maksudmu? Apa yang kau pikirkan..?",

Tanya Jim lagi,

"..Hanya orang sekelas Panglima Katsuun yang bisa membuat sejumlah pasukan militer meng-kudeta PM Ghoydee di tengah keadaan seperti ini..

Lihat.. Ketika PM Ghoydee tampak terbunuh olehku tiba-tiba saja pasukan musuh muncul menyerang balik dengan kekuatan penuh, hanya seorang Panglima atau pemimpin operasi yang dapat memberi perintah kepada pasukan sebanyak itu.. Tidak ada orang lain selain Panglima Katsuun..!",

Jelas Elang,

"Kau benar.., tapi bagaimana dengan mereka? Mereka tak akan mengizinkanmu..",

Sahut Jim menunjuk ke Letn. Mahda,

"Sudahlah, ayo bergerak..!",

Kata Elang sembari mengambil senjatanya berjalan keluar di ikuti oleh Jim ho,

"..Hei tunggu mau kemana kalian?!?",

Kata Letn. Mahda,
Elang dan Jim tak menghiraukannya dan terus berjalan,

"..Hei..berhenti..!", 

Sers. Hardi berteriak sambil mengarahkan senjatanya,

"..Dia membidik kita..?!?",

Kata Jim panik,

"Tetap bergerak, ia takkan menembak..",

Sahut Elang,

"..Sial, dia tahu aku takkan menembak..", kata Sers. Hardi,

"Sebaiknya kita ikuti mereka, ayo..",

Ajak Sers.Tari, di ikuti Letn. Mahda dan Sers. Hardi.

"Dimana kita akan menemukan si Katsuun itu?",

Tanya Jim,

"Kita datangi markas mereka, satu jam dari sini dengan kendaraan..",

Jawab Elang,

"Apa..? Kendaraan? Kau hendak menyuruhku mencuri mobil-mobil ini ya?",

Tanya Jim ho sambil melihat beberapa mobil milik masyarakat yang di tinggalkan, Elang hanya tersenyum mendengar itu.
..........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...