Senin, 12 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 22

★HENING★ Part 22 



" DIMULAI KEMBALI"



"mereka tampak sibuk berjaga di depan.. Lebih baik kita segera ke atas, tidak lama lagi mungkin keberadaan kita akan segera di ketahui",

Bisik Letn. Mahda,

Mereka pun bergerak menaiki tangga yang menuju lantai dua markas tersebut.
Ketika mereka baru memijakkan kaki di lantai 2,

"..siall..!!",

Kata Jim ho baru menyadari sebuah kamera pengawas mengarah padanya yang berada paling depan.

"Panglima! Ada penyusup..!",

Salah seorang prajurit Pang. Katsuun memberi tahu setelah ia melihat 3 orang tak di kenal di layar monitornya,

"Rupanya kita kedatangan tamu..., bunyikan alarm!, nyalakan pengeras suara..",

Perintah Pang. Katsuun sambil meraih sebuah talkie pengeras suara di markasnya itu.

"..TeeeEeengggg.. TEeeeenggggg",

Alarm berbunyi,

"..kita ketahuan..",

Gumam Elang,

"..Tari bersiaplah..! kami di lantai 2..!",

Letn. Mahda mengontak Sers. Tari,

"..Jendela terlalu gelap..!",

Sahut Sers.Tari melihat jendela-jendela kaca berwarna hitam menutupi pandangannya ke dalam,

"Tretereteteretet...!,
krasshhh krashhh!",

Letn. Mahda menembaki semua jendela-jendela kaca besar di ruangan itu,

"Baik, terlihat jelas..!",

Sahut Sers.Tari dari radionya,

"....Selamat datang di markas kami...",

Panglima Katsuun berbicara melalui pengeras suara yang terpasang di seluruh markas,

Elang dan lainnya terkejut saling pandang mendengarnya,

"..Perkenalkan.., aku Panglima Katsuun, aku pemimpin disini.. Kuharap kalian mengerti kalian sedang berada dimana.. Pikirkan baik-baik sebelum kalian mati konyol..!",

Tambah Pang. Katsuun lagi,

"Tash..Tash..!",

Elang menembak Kamera pengawas yang mengarah ke mereka bertiga,

"..Oh.,, jadi kalian ingin mencoba peruntungan kalian ya..? Bagus, aku suka orang-orang keras kepala, sekarang bersiaplah.. Prajurit-prajuritku akan menyapa kalian..!!!,",

Pang. Katsuun mengakhiri kata-katanya dengan garang,

"Sebaiknya kita bersiap..,",

Jelas Jim sambil menjatuhkan sebuah lemari untuk dijadikan sebuah tameng berlindung,

"Dia tadi adalah target kita, berarti ia berada di ruang pusat di tingkat atas bangunan ini.., kita harus segera kesana..",

Jelas Elang sambil melihat jumlah peluru di pistolnya,

"Kita punya masalah amunisi, sebaiknya kalian tunggu disini, aku akan mencari gudang persenjataan mereka, mungkin ada di basement lantai dasar..!",

Sahut Letn. Mahda,

"Itu ide bagus..!",

Timpal Jim,

"Oke, aku pergi.., Tari, lindungi mereka..!",

Perintah Letn. Mahda dari radionya, ia pun berbalik pergi bergegas menuruni tangga menuju lantai bawah.

Tak lama berselang muncul 8 orang prajurit musuh tak jauh dari Elang dan Jim,

"Treteteteteteteet...!",

Prajurit-prajuit thailand itu langsung menembaki Elang dan Jim,

"..Oww Sialll..!",

Umpat Jim merunduk di balik lemari yang telah ia persiapkan sebelumnya,

"Tssskkhkk!",

Salah satu prajurit itu roboh, Sers.Tari mulai beraksi.

"Taasskkk.. Taassskkk",

Dua orang prajurit kembali roboh,

"..Shhhh..",

Sers.Tari menarik nafas dalam-dalam mempersiapkan tembakan selanjutnya,

"Jim..!",

Teriak Elang,

" Aku mengerti..!",

Sahut Jim bangkit dan membalas tembakan...

"Tretetetetetet.. Tereteret!"

Jim memberi tembakan perlindungan
Dan Elang pun yang sedari tadi berdiam di balik dinding dekat pintu segera berlari melompati lemari yang dilintangkan Jim tadi, mendarat dengan meluncur di lantai,

"Tash..Tash..Tash..!"

Elang merobohkan 2 prajurit, selagi meluncur kaki kirinya menendang dinding mendorong tubuhnya ke sebuah meja, tangannya memegang kaki meja tersebut dan berhenti,

"Tash..Tash!",

Ia menembak 2 prajurit lainnya,
Kemudian bangkit berguling di atas meja lainnya, dan berjalan mendekati seorang prajurit thailand yang sedang bersembunyi di balik sebuah lemari dengan mengarahkan pistolnya, prajurit itu tercengang menyadari pistol Elang tepat mengarah kepadanya,

"Klek..klek..",

"Sialan..",

Umpat Elang tidak menyadari pelurunya habis, sontak saja prajurit tadi berbalik mengarahkan senjatanya hendak menembak Elang,

"Tssshhkkkk...!",

Sers.Tari menembak prajurit itu tepat di kepalanya, sesaat sebelum prajurit itu menarik pelatuk senjatanya untuk menembak Elang,

Elang melihat keluar dengan tersenyum, Sers.Tari dapat melihat Elang tersenyum melalui teropongnya,

"Aku akan menjagamu, dan kau bisa mengandalkanku..!",

Ucap Sers.Tari dalam hati.

"..Jim, ayo..!",

Ajak Elang mengajak jim segera menuju lantai tiga,

"Yah,"

Sahut Jim berjalan sambil mengambil senjata dan sebuah walki talkie salah seorang prajurit yang tewas itu dan melemparkannya ke Elang.

Sementara itu Letnan Mahda tampak berjalan mengendap-endap menyusuri sebuah lorong di basement Markas itu, menyandarkan tubuhnya berpindah-pindah dari sisi kanan ke kiri dinding lorong tersebut dan sebaliknya,

"Sepertinya mereka tengah fokus ke kedua agen itu sehingga disini tampak lengang..",

Gumam Letn. Mahda dalam hati,

Elang dan Jim langsung menyusuri tangga menuju lantai tiga,

"Tretetetet!",

Sesekali Elang dan Jim menembaki prajurit-prajurit musuh yang hendak turun melalui tangga tersebut.

"Heh, bukannya maksudku untuk mengatakan ini melelahkan.., kenapa kita tidak menggunakan lift saja..?",

Tanya Jim terengah-engah karena memang mereka harus memutari susunan anak tangga untuk menuju lantai selanjutnya,

"Terlalu berbahaya.., lagipula aku benci lift..",

Sahut Elang,

"Itu saja??? Hanya karena kau tak menyukainya kita akan terus melewati tangga hingga ke lantai lima..? Baiklah, setidaknya kau ada alasan..",

Balas Jim heran di tengah-tengah langkah kaki mereka menyusuri tangga tersebut.

.........
"..Tari..! Ada seseorang di atap gedung itu..!",

Sers. Hardi memberi tahu,

"Penembak jitu..!",

Tambah Sers. Hardi setelah melihat jenis senjata yang dibawa seseorang itu di atap markas musuh tersebut.

Sers.Tari segera merayap ke sudut atap bangunan yang mereka tempati di ikuti Sers. Hardi.

Seseorang itu adalah kapten Marrue, prajurit andalan sang panglima besar Thailand, dengan sebuah senapan laras panjang gagah di genggamannya memperhatikan daerah sekitar markasnya melalui teropongnya.

"Berapa jumlahnya..?!",

Tanya sers.Tari,

"Aku melihat hanya satu orang..!",

Jawab Sers. Hardi sambil kembali melihat dengan binocularnya,

"Sepertinya ia tidak melihat ke arah kita..",

Jelas sers. Hardi,

"Mungkin dia hanya ingin mengawasi sekitar karena markasnya ada penyusup..",

Sahut sers. Tari sambil kembali menempatkan senapannya dan kembali membidik.

"Aku bisa melihatnya...",

Gumam sers.Tari ketika titik bidik senapannya mulai ia arahkan ke tubuh Kapt. Marrue,

"Baiklah, kita jatuhkan dia..",

Sambung sers. Tari bersiap menarik pelatuk senapannya.

.........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...