Selasa, 13 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON' CHAPTER 25

★HENING★ Part 25 




" MELARIKAN DIRI "




"Apa Heli-heli sudah di berangkatkan untuk menjemput pasukan-pasukan kita disana?",

Panglima Rokhim bertanya,

"Sudah pak, kita sudah mengirim 6 buah helikopter, di antaranya dua heli tempur untuk berjaga-jaga..",

Jawab Jend. Purnomo,

"Bagaimana dengan situasi lepas pantai dan KRI-KRI kita?",

Tanya Pang. Rokhim lagi seakan tak ingin ada kesalahan sedikitpun,

"Marinir-Marinir kita telah kembali dengan Kapal-kapal kita, hanya tersisa pasukan dari Kapten Joko dan Kapten Hari di kawasan Istana bangkok bersama satuan khusus Gultor yang di pimpin Lettu Adam..",

Jelas Jend. Purnomo,

"Berapa lama lagi heli kita sampai ke mereka?",

Pang. Rokhim bertanya,

"Mungkin sekitar dua atau tiga jam pak, atau mungkin bisa saja lebih cepat, Tim itu dari skuadron udara 16 di Pekanbaru..",

Jawab Jend. Purnomo,

".. Masih ada waktu, kalau begitu perintahkan Tim Lettu Adam untuk menyusul Letnan Mahda dan Agen kita yang sedang mengejar Panglima Thailand..! Saya ingin kita segera mengakhiri ini..",

Jelas Pang. Rokhim denagn mimik serius,

"Siap pak!",

Sahut Jend. Purnomo tegas.

...............
Puea Thai Party...

"Panglima, mereka semakin dekat kemari, saya sarankan anda segera pergi dari sini..",

Salah seorang prajurit Panglima Katsuun memberi tahu,

"Dasar kalian semua, mengurus tiga orang penyusup saja tidak mampu..!",

Sahut Pang. Katsuun geram mengetahui prajurit-prajuritnya kesulitan menghadapi Elang dan yang lainnya,

"..Dimana Kapten Marrue dan rekannya?",

Tanya Pang. Katsuun,

"Maaf pak, kita kehilangan kontak dengan mereka",

Jawab prajurit itu,

Panglima Katsuun tampak mengerutkan dahinya, butiran keringat mulai membasahi keningnya, ia mulai merasa dalam bahaya kali ini, tidak seperti biasanya ia selalu di lindungi oleh ratusan anak buah yang siap mati untuknya, tapi kali ini seluruh anak buahnya berada di garis depan, hanya tinggal prajurit staf-staf dan beberapa penjaga di markas ini, tak heran musuh dengan mudah masuk dan berniat menghabisinya.

"Baiklah, cepat siapkan helikopter..!",

Perintah Pang. Katsuun.

..............
Sementara itu aksi tembak menembak Elang dan yang lainnya sudah tak terdengar lagi, mereka tampak berjongkok di pintu anak tangga menuju lantai berikutnya..

"Huhh.. Bagimana keadaanmu Elang?",

 Tanya Jim sambil mengganti magazen senjatanya,

"Aku baik saja.., kau?",

Sahut Elang balik bertanya,

"Tak pernah lebih baik, kau letnan..?",

Jawab Jim dan bertanya ke Letnan Mahda,

"Sepertinya aku baik saja..",

Sahut Letn.bMahda sembari memperhatikan sekitar,

"Sepertinya ada yang aneh.., apa kalian tak menyadarinya..?",

Kata Letn. Mahda pelan,

"Ada apa..?",

Tanya Jim,

"Yah letnan, aku tahu...",

Sahut Elang,

"Aneh apanya? Yang aneh itu ada tiga orang menyerang markas militer..",

Cetus Jim bergurau,

"Diam Jim..",

Sela Elang,

"Hufftt.. Tak bisa kah kau relax sedikit..?",

Balas Jim,

"Lihat, kita sudah sejauh ini.., kita berhasil sampai disini karena hampir seluruh pasukan yang ada disini pergi ke garis depan..",

Jelas Letn. Mahda,

"Dan sangat aneh keadaan tiba-tiba saja menjadi hening seperti ini..",

Sambung Elang,

"Benar juga, sepertinya tadi jumlah mereka tak ada habisnya..",

Sahut Jim,

"..Panglima itu ada di atas.., harusnya kita mendapatkan perlawanan yang tak ada hentinya..",

Kata Elang,

"Hah? Maksudmu panglima itu. . .???",

Sahut Jim dengan raut wajah kaget mengerti apa yang sedari tadi dipikirkan kedua rekannya itu,

"Ayo..!",

Elang bangkit berlari menaiki anak tangga menuju lantai selanjutnya dengan terburu-buru,

"Kita harus bergerak cepat..!",

Sahut Letn. Mahda yang juga bergegas mengikuti Elang,

"Ayo.., aku tak mengira sekarang kita terlihat seperti charlie's angels..",

Kata Jim sambil bergerak menaiki anak tangga di belakang Letn. Mahda dan Elang,

"Dup...dup..dup.."

Terdengar suara mesin di atap markas ini tak jauh lagi dari mereka,

"Sial..! panglima itu sepertinya punya pemikiran yang bagus..!",

Cetus Letn. Mahda yang sayup-sayup mendengar kalau itu adalah suara deru helikopter,

"..Tari masuk..! Tari ayo masuk!",

Letnan Mahda mencoba menghubungi Sers.Tari melalui radionya,

"..Tari..! Tari masuk..!",

Letn. Mahda terus mencoba menghubungi sambil terus bergerak,

"Tidak ada jawaban dari Tari..",

Kata Letn. Mahda,

"Apa yang terjdi dengannya?",

Tanya Jim,

"Aku tidak tau..",

Jawab Letn. Mahda,

" ! ",

Elang melirik Letnan Mahda sambil terus bergerak,

"Kita harus cepat..!",

Kata Elang mempercepat langkahnya,
Mereka telah memasuki ruangan utama dan hanya menemukan ruangan kosong,

"..Treteteetetet..",

Muncul beberapa prajurit musuh menembaki dari balik tembok di ujung lorong.

Elang dan yang lainnya merapatkan diri ke dinding di dekatnya,

"..Tash..tash..!"

Elang balas menembak,

"Jim.. Maju!",

Teriak Elang,

"Aku tahu..!",

Sahut Jim berlari kedepan dengan sedikit membungkukkan badan agar Elang bisa leluasa menembak,

"Tash..Tash..Tash..",

Elang terus menembaki hingga prajurit musuh tadi tak ada kesempatan untuk muncul, Kemudian Elang dan Letnan Mahda bergerak maju.

Menyadari tak ada tembakan lagi, prajurit tadi hendak muncul dari balik dinding itu untuk membalas tembakan,

Tapi....

"TASH..!",

Jim sudah menunggu di sebaliknya dan melubangi kepalanya,

"Ayo..! Ke atas sini..!",

Kata Jim menyadari sebuah tangga yang sepertinya digunakan prajurit tadi,

"Dup...dup...dup..."

Suara helikopter semakin jelas,

"Duup..dup.deg..deg..deg.."

Helikopter tersebut telah mengudara membawa Panglima Katsuun dan seorang anak buahnya,

"Huh, akhirnya.., ayo cepat kita pergi dari sini..!",

Perintah Pang. Katsuun kepada pilot heli-nya,

"..sialan...!, Jim lindungi aku..!",

Teriak Elang ketika mereka telah sampai di atas dan melihat sebuah Heli telah mengudara,

"..baik..!",

Jim segera memperhatikan sekitar mengantisipasi kemungkinan masih ada musuh yang tersisa.

Sementara Elang mengambil senapannya dan mulai membidik,

"Oh, dia mencoba menjatuhkan kita ya, hahahaha..",

Pang. Katsuun tertawa,

"..Ayo...",

Elang berusaha menempatkan heli itu di titik bidiknya,

"Mereka semakin menjauh..! Tembak pilotnya..!",

Seru Letnan. Mahda,

"DASH...!!!"

Elang melepaskan tembakan..

.....
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...