★HENING★ Part 3
"BERSAMA TEMAN-TEMAN BARU"
Jeep hitam itu melaju kencang meninggalkan lokasi itu dan segera berbaur dengan kendaraan lain di pintu masuk jalan bebas hambatan tak jauh dari situ, Helikopter polisi yang sedari tadi berputar-putar disana kehilangan jejak buruannya, tak sampai di situ polisi setempat memblokade jalan dengan razia di beberapa titik,
"Siapa kalian?"
Tanya Elang sambil memegangi kepalanya yang meneteskan darah,
"Hmm.. Apa kau tak mengenalku? hah?"
Jawab seseorang yang tengah mengemudi,
"???, apa mungkin.."
Elang merasa mengenal suara itu,
"Heh.. Kau selalu bersikap dingin, meski terhadap orang-orang yang menolongmu, dasar kau.."
Kata seseorang tadi sambil menoleh, yah.. Benar orang itu adalah agen korea yang selalu muncul secara tiba-tiba itu,
"Lagi-lagi kau mengawasiku.."
Sambung Elang,
"Sudahlah, apa gunanya kau bersikeras terhadap orang yang menolongmu? kau harus mengenal mereka.."
Jawab Agen korea sambil menunjuk ke 3 orang lain dalam jeep itu,
"Aku Smith dari inggris"
"Fallen, uni soviet"
"Aku bob dari amerika,,"
"...Aku Elang dari indonesia, dan kau? siapa namamu?"
Kata Elang sambil menanyakan agen korea tadi,
"Heh.., kau bisa memanggilku Jim Ho, mungkin kau terkejut bahwa orang-orang yg menolongmu ini adalah agen-agen dari negara lain, nanti aku jelaskan, sepertinya kita bakal sibuk!!!"
Jawab Jim ho serius,
"Gunakan ini kawan!"
Kata Smith memberikan Elang sepucuk senjata AK 47,
"Tembak polisi-polisi itu!"
Kata Jim ho, tak jauh di depan mereka ternyata ada razia dari pihak kepolisian untuk menutup gerak Elang, tanpa berlama-lama, Smith, fallen, dan juga Bob muncul dari kanan kiri jeep yg tengah melaju itu,
"Tash.. Tash.. Tatatattash.. Tash!!!"
Mereka menembaki sejumlah polisi di situ,
"Tang.. Tang.. Teng.. Teng"
Tembakan mereka arahkan ke mobil-mobil polisi yang tampak melintang di jalan,
"DAMMMPPP!!!"
Mobil para polisi itu meledak, beberapa orang polisi terpental, mereka kembali masuk ke jeep mereka,
"Brummmmppp!"
Jeep mereka garang melewati api dan kepulan asap dari ledakan mobil polisi tadi,
"Haha.. Haha rasakan itu!"
Kata Smith tertawa, Elang hanya diam memperhatikan aksi teman-teman barunya itu, jeep mereka terus melaju memasuki kawasan perkotaan, kembali masuk ke kawasan pinggiran lagi dan akhirnya berhenti di suatu Gedung kosong terbengkalai, malah tampak seperti sebuah Hangar pesawat terbang.
"Kita sampai.. Ayo,"
Kata Jim ho mengajak Elang, Elang berjalan dengan sedikit di papah oleh smith ikut masuk ke bangunan yang ternyata adalah markas teman-teman barunya itu, sesampainya di suatu ruangan..
"Istirahatlah,.. Setelah itu kita luruskan ini"
Kata Jim ho menyuruh Elang,
"..."
Elang hanya diam dan membaringkan tubuhnya di sofa lusuh yang ada di situ, sementara smith, bob, dan fallen duduk berkumpul untuk main kartu, kebiasaan mereka apabila tak ada kegiatan yg berarti,
"Ayo kita taruhan!"
Kata mereka semangat, Elang hanya memperhatikannya, tak terasa ia tertidur.
"Apa lagi yang kau tunggu! cepat tembak dia!"
Kata seseorang di samping Elang,
"Taapi dia hanya orang tua! lihat.. Jalan saja ia kesulitan"
Jawab Elang, jauh dari mereka tampak ada seorang pria tua renta tengah bercengkrama dengan keluarganya di rumahnya, terbingkai tepat di teropong senapan M-40 teropong milik Elang,
"Cepat tembak atau kau ku lapoorkan membangkang prajurit!!!"
Kata seseorang itu tadi,
"Mengapa kita harus membunuhnya?! lagi pula ini bukan saat yg tepat! ia tengah bersama cucu-cucunya!"
Jawab Elang, namun seseorang tadi malah mencabut pistol dan menempelkannya ke kepala Elang,
"Begini saja, aku tak mau repot-repot menyurati jendral bahwa kau membangkang! jika kau tak menembak! aku akan menembakmu!!!, jadi, lakukanlah prajurit! musuh tak akan menanyakan apakah kau tengah bersama ibumu atau tidak!!"
Bentak seseorang itu, Elang tak menjawab, ia lirik teropong senjatanya, orang tua itu tepat dalam bidikannya, Elang menutup matanya..
"DASH!!!",
Tembakan Elang menghancurkan kepala orang tua itu tepat di depan keluarganya.
"Begitu baru anak buahku.. Hahaha"
Kata seseorang tadi puas,
"...!"
Elang terbangun dari tidurnya,
"lagi-lagi bayangan itu. . "
...........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar