★HENING★ Part 26 (1)
" LETNAN MUDA "
"Teng!"
Peluru yang di tembakan Elang hanya menghantam bagian bodi Heli tersebut,
"Hahahahaha... Dia masih amatir ternyata ",
Pang. Katsuun tertawa melihat Elang di kejauhan,
"DASH..!"
Elang kembali menembak,
"Apa kau tak bisa mengenainya..?",
Kata Jim serius, Elang Tak menjawab dan tetap menembak,
"DASH..!"
"Teng..teng..!"
Peluru tembakan Elang kembali menghantam bodi heli tersebut, jauh dari pilotnya,
"Dia penembak jitu yang bodoh.. Hahaha",
Ungkap Pang. Katsuun,
" ! "
" Apa?!?!?",
Pang. Katsuun terkejut ketika tampak asap mengepul dari bagian mesin atas dekat bagian baling-baling heli-nya,
"Pak.. Berpeganglah pada sesuatu..! Karena kita akan segera jatuh..!",
Seru pilot Pang. Katsuun,
Tampak heli tersebut mulai oleng dan mengeluarkan banyak asap, berputar-putar tak tentu arah di atas gedung-gedung kecil di bawahnya,
"Heheh, aku kira tadi kau sedang kacau..",
Kata Jim melirik Elang,
"Sudahlah, ayo..! Heli itu akan jatuh tak jauh dari sini",
Ajak Letn. Mahda menyela untuk bergegas mengejar arah heli Pang. Katsuun yang segera terjatuh,
Mereka pun segera kembali.
...........
Sementara tak jauh dari situ Tim kecil Lettu Adam yang diperintahkan menyusul Letnan Mahda juga menyadari Helikopter Panglima Katsuun yang berputar-putar tak tentu arah hingga akhirnya jatuh di sebuah taman kota lumayan jauh dari Lettu Adam dan 8 orang anak buahnya,
"Apa kita perlu mengecek heli itu ndan..?",
Tanya salah satu anak buahnya,
"Sebentar, apa kita sudah dapat frekuensi Letnan Mahda?",
Tanya Lett.A dam,
"Belum pak..,"
Sahut salah satu anak buahnya,
"Sebaiknya kita tetap pada misi kita menyusul letnan Mahda dan yang lainnya, ayo..!",
Perintah Lett. Adam, Tim mereka pun bergerak menyusuri badan-badan jalan yang juga sesekali merapatkan diri ke bangunan sekitar untuk mengantisipasi apabila ada serangan tiba-tiba jika bertemu musuh.
...........
Kawasan Istana PM Ghoydee..
"Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi di sana..",
Kata Kapt. Joko yang juga menyadari beberapa saat terlihat kepulan asap dan terlihat sebuah heli berputar dan mungkin sudah jatuh,
"Yah, mungkin itulah mengapa pusat memerintahkan Lettu Adam dan anak buahnya pergi ke arah sana, kita tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi..",
Sahut Kapt. Hari yang sedari tadi ia dan para marinirnya sudah bergabung dengan infantri infantri Kapten Joko.
" ! "
Kapten Joko dan Kapten Hari terhenyak melihat seorang prajurit salah satu anak buah dari mereka berlari mendekat dengan terburu sambil memberi kode rekan-rekannya,
"Huhhh..huh.,, lapor ndan! Sejumlah besar musuh dengan materil lengkap sedang menuju kemari..!",
Kata prajurit tersebut,
" Arah mana!?",
Tanya Kapt. Joko,
"300 meter pukul 10 ndan!",
Jelas prajurit tadi,
"Sial, mereka tak ada habisnya. semuanya..bentuk formasi bertahan, serangan di atas kepala!!",
Teriak Kapt. Joko,
Tampak prajurit-prajuritnya langsung berbaris memposisikan diri mereka di balik-balik pagar Istana tersebut,
"Kita juga! Semua bersiap akan serangan!",
Teriak Kapt. Hari kepada Marinir-marinirnya.
"Berapa jumlah pasti mereka prajurit?",
Tanya Kapt. Joko,
"Tidak bisa diketahui pasti ndan, tapi diatas 300 atau 400..!",
Jelas prajurit itu lagi,
" ....",
Kapten Joko tercengang,
"Sial.., itu terlalu banyak, dan mereka dilengkapi materil, sepertinya kita akan berakhir disini..",
Sambung Kapt. Hari,
"Tidak..., kita tak akan kalah..! Kita Tentara Nasional Indonesia..! Mereka mau membunuh kita, kita bunuh mereka segera!!! Merdeka!!!",
Seru Kapten Joko membuat semua prajuritnya terbakar semangat meskipun mereka tahu jumlah mereka kalah jauh,
"Merdeka..!!!!!",
Semua prajurit. Berteriak semangat,
"Krakk..krakk krakk..krak!!!"
Kokangan senjata beriringan terdengar,
"Hmm..",
Kapten Hari merasa tergugah melihat semangat Kapten Joko,
"Semuanya..! MENANG DI MEDAN PERANG...",
Teriak kapt. Joko,
"..ATAU PULANG TINGGAL NAMA..!!!",
Sahut seluruh prajuritnya.
Wajah-wajah mereka yang tadi tampak lesu dan kelelahan sudah tak tampak lagi, tatapan tajam menghiasi raut prajurit-prajurit itu.
Debu-debu berterbangan tertiup angin, sesekali selebaran kertas juga ikut melayang-layang meliuk di antara serpihan dan puing-puing bekas pertempuran ini, beberapa burung gagak juga terlihat bertengger di salah satu atap gedung yang tersisa, seolah gagak-gagak itu tau bahwa sebentar lagi akan banyak bangkai manusia yang bisa mereka santap.
Keadaan dihalaman istana tempat Kapten joko dan kapten Hari berserta pasukannya diselimuti keHeningan.
Tak jauh dari situ burung-burung gagak tadi berterbangan membubarkan diri,
"Shhhyuuuu..."
"Serangan datang...!!!",
Teriak salah satu prajurit yang kemudian tak lama sebuah roket kecil lewat di atas kepala mereka dan menghantam dinding istana jauh dibelakang,
"DUARRRR...!!!'
Ledakan roket itu seolah terompet sang dewa perang yang memberi tanda bahwa perang dimulai kembali,
"Tretetereteretereter...!"
Letupan tembakan bersahutan melepaskan timah-timah panas yang seakan haus akan darah,
"Syuuu..syuuuu.. BAMPP...BAMMP..!!!"
Sesekali ledakan demi ledakan menghampiri Kapten joko dan pasukannya, Panser-panser musuh tampak mengganas dengan terus melepaskan roket-roket mini yang mereka bawa.
Peluru berlalu-lalang layaknya keramaian pasar di tanah abang jakarta, kepulan asap mengepul bercampur debu-debu memenuhi udara sekitar arena peperangan itu...
Ledakan demi ledakan bak pesta kembang api bergulir tiada henti..
Disana-sini Tubuh-tubuh kekar roboh diterjang butiran peluru.. Percikan api dari senjata yang menyalak bak senter sang malaikat pencabut nyawa yang mulai memilih targetnya detik ini..
Suara tembakan terus bergema, ntah apa yang terjadi disana, hanya tuhan yang tau akhirnya..
.......
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar