★HENING★ Part 38
" DELTA SIAP DITERJUNKAN DAN KEMBALINYA SKY BRAIN !"
30 menit kemudian..
Berita penembakan kapal UN cepat merebak, ditambah lagi pihak Amerika mengklaim bahwa kapal itu adalah kapal Amerika untuk UN yang berada dikawasan Australia entah dalam rangka apa, setelah ditindak lanjuti ternyata benar tak jauh dari sana ada sekitar 10 kapal sejenis yang bertuliskan UN di dekat kapal HMAS-M87 milik Australia.
"Semua tepat waktu kapten, kapal-kapal UN kami sudah disini untuk memperkuat alibi rencana kita.., bukankan sebaiknya Perdana Mentri anda pak Dubbront mengetahui rencana kita berhasil?",
ucap Ltn.Jones sumringah.
"Yah, kami sudah menyampaikan berita ini.. Kita hanya tinggal menunggu petinggi-petinggi kita melakukan sesuatu",
sahut Capt.Willy.
..........
Istana Merdeka, Jakarta..
Sebuah sedan hitam dengan pengawalan ketat berhenti tepat didepan Istana, sedan berplat RI-1 itu membawa orang nomor satu di nusantara ini Presiden Darwinsyah.
Tampak pula kehadiran Panglima Rokhim dan Jendral Purnomo serta Lettu Adam yang terpaksa ikut dalam rapat mendadak tentang peristiwa yang baru saja terjadi diperairan Indonesia yang berdekatan dengan wilayah perairan Australia.
Beberapa saat kemudian....
Ruang Pertemuan Kabinet Maju Merdeka Presiden Darwinsyah..
"KRI kita diperbatasan dikonfirmasi telah menenggelamkan sebuah kapal milik UN, saya sendiri terkejut begitu mendengar berita ini, sepertinya ada sesuatu yang terjadi disana dan kita tidak mengetahuinya, untuk itu saya minta bapak Laksamana Agung Sucipto untuk menjelaskannya..",
ucap Pres.Darwin seakan tak ingin bertele-tele membuka rapat mendadak bersama para dewan dan petinggi-petinggi negara ini.
"Terima kasih pak presiden, hmmm.. Dari laporan yang saya terima setelah dikonfirmasi langsung oleh Kapten KRI kita sendiri yaitu Kapten Kadek Ashar, dijelaskan bahwa kapal UN itu masuk kedalam wilayah kita tanpa izin, seperti kita ketahui bahwa berita mengenai kapal-kapal UN yang berada dikawasan perbatasan baru kita terima 30 menit setelah penembakan yang dilakukan Kapten Ashar KRI Malahayati...
Juga dilaporkan bahwa kapal itu memiliki tulisan 'UN' yang relatif kecil dan berbendera Amerika, Kapten Ashar selaku kadek KRI Malahayati dinyatakan bersih, ia hanya melakukan hal yang sesuai prosedur.., terima kasih",
jelas Laks.Agung Sucipto selaku petinggi dari TNI AL.
Semua orang yang hadir diruangan itu tampak diam seolah mencoba menganalisa kronologi tersebut.
"Mereka menjebak kita Jendral..",
Gumam Lettu Adam kepada Jend. Purnomo disebelahnya.
Jend.Purnomo tak menjawab, sepertinya ia berniat menunggu keputusan Pres.Darwinsyah mengenai ini.
"Panglima Rokhim.., apa yang kita dapat dari ini..",
tanya Pres.Darwinsyah sambil sesekali memijit keningnya, sepertinya semua masalah yang sedang terjadi membuatnya lelah terus berfikir.
Sesaat Panglima Rokhim diam sejenak seakan menyusun kata-kata pendapatnya agar mudah dicerna semua orang.
"Menurut saya ini jelas sekali merupakan provokasi yang mereka lakukan, sepertinya Amerika dan Australia bekerja sama untuk menyudutkan kita.., Pak presiden..
Kita harus melakukan sesuatu mulai dari segi penyidikan dan melimpahkannya ke PBB agar tidak terjadi salah arti..
Setelah itu baru kita rencanakan tindakan selanjutnya dari segi pertahanan Militer",
Tanggap Panglima Rokhim.
"Saya rasa itu ide bagus, wakil kita untuk PBB pak Sutrisno telah saya utus untuk meloby disana, semua yang disampaikan oleh Laksamana bapak Agung tolong untuk segera diberitahukan kepada beliau untuk dijadikan bahan kepada PBB..",
kata Presiden Darwin lugas.
............
Pinggiran Jakarta Timur..
"Yang benar saja.. Angkatan laut kalian menembak kapal UN?? Apa itu tidak berlebihan?",
ucap Jim kaget.
"Begitu berita yang sedang beredar, kejadiannya sekitar 2 jam yang lalu, mungkin itu yang menyebabkan Adam belum bisa memberi kabar terhadap kita setelah ia menemui Jendral Purnomo..",
Sahut Mahda.
"Mungkin untuk beberapa waktu mereka kehilangan fokus terhadap aku dan Jim..",
Tanggap Elang pelan sambil sesekali memperhatikan keadaan sekitar rumah kecil yang mereka gunakan sebagai tempat bersembunyi, namun dengan santainya mereka duduk diberanda rumah tersebut karena mereka tahu perihal kaburnya mereka tak diangkat ke media berita sedikitpun.
"Kalian tunggu saja disini, aku juga akan melapor ke Jendral Purnomo.. Aku punya suatu rencana bagus untuk kita..",
ucap Mahda.
"Yah, itu lebih baik.. Agar mereka tidak curiga atas tak kehadiran dirimu belakangan ini..",
Sahut Elang.
"Baiklah, aku pergi..",
kata Mahda sembari melangkah pergi membawa sebuah ransel sepertinya ia sudah merencanakan ini.
"Apa menurutmu, negaramu akan berperang lagi..?",
tanya Jim pelan.
"Aku rasa tidak akan begitu keadaannya.., mungkin akan terjadi semacam perang dingin..",
sahut Elang.
.........
Delta Force basecamp..
Fort Bragg, California..
Di dalam suatu ruangan tertutup tampak beberapa orang berseragam militer sedang membicarakan sesuatu, diantara para anggota pasukan khusus tersebut juga terdapat Menhan sir Maloney.
"Setelah ini kalian akan menjadi unit terdepan yang akan ke indonesia meskipun secara rahasia.., ada suatu misi yang harus kalian lakukan..",
terang Menhan Maloney dengan mimik serius.
" Misi seperti apa itu pak?",
tanya Sergeant Major Bradley, dari penampilannya tampaknya Sergeant Maj.Bradley telah banyak melakoni berbagai misi, bisa dilihat dari banyaknya codet di lengannya.
"Seperti misi penyusupan misalnya, atau bisa saja misi penculikan atau bahkan pengeboman",
sahut Menhan.Maloney enteng.
"Lalu apakah kami harus bekerja sama dengan SASR (SAS) australia..?",
sekarang giliran Sergeant Joey bertanya.
"Itu belum bisa dipastikan.., tapi sepertinya kalian tetap akan bergerak sendiri meskipun kalian akan bermarkas sementara disana..",
sahut Sir Maloney sambil sesekali membolak balik berkas-berkas yang ia bawa.
"Major O'Connor telah mengirim rekan kalian, mereka dari tim kecil kalian yaitu Liutenant Jones dan Sergeant David ke Australia..
Jadi hanya tim kalian yang dirasa cocok melakukan beberapa misi nanti..",
tambah Menhan Maloney lagi.
"Maaf pak.., lalu dimana kami akan menerima misi kami..? Di pentagon atau washington..",
giliran Sergeant Mathew bertanya.
"Kalian akan mendapatkan misi kalian setelah kalian berada di Australia.., sekarang bersiaplah.., mungkin tak lama lagi O'Connor akan menemui dan membawa kalian ke Australia..",
jelas Menhan Maloney tegas.
"Siap pak..",
sahut Sergeant Maj.Bradley beserta yang lainnya.
..........
Markas pusat Jakarta..
"Mahda..?",
seru Jendral Purnomo ketika menyadari Mahda memberi hormat padanya dan Lettu Adam yang sedang bersamanya.
"Bagaimana dengan Elang?",
tanya Jend.Purnomo.
"Dia baik saja kami melakukannya dengan mudah..",
sahut Mahda.
"Dan..",
" Adam telah menjelaskan semuanya pada saya selesainya kami menghadiri rapat mendadak oleh presiden tadi.., jadi saya kira kalian punya rencana setelah ini..",
potong Jend.Purnomo.
"Yah Jendral, kami ada rencana..",
sahut Adam sambil melirik Mahda.
..........
Cijantung, Jakarta Timur..
"Besok Kembali bertugas.. Kabarnya kali ini pihak Amerika dan Australia yang jadi lawan negri ini.., huhh...
Sebaiknya aku konsentrasi...",
gumam Letnan.Vega dalam hati, meskipun ia tak menggunakan kursi roda lagi karena pihak Mabes TNI bagian kesehatan yang sangat memperhatikan kondisi Letnan cantik itu sehingga pemulihannya berangsur cepat, namun ia masih terdapat balutan perban dibalik seragamnya, ia masih jauh dari pulih total, tapi ia harus sudah kembali bertugas untuk negrinya..
........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar