Kamis, 08 Oktober 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 15 PART 1

★HENING★ Part 15 (1) 



"PRAJURIT SEBENARNYA"




Garuda 2, SU-27 Letnan Surya Darmana..
Markas Puea Thai Party, Bangkok..

"NgiiiiiiiiinnNng..!" 

Sirene tanda bahaya bergema,

"Pak, ada sebuah jet tempur musuh menuju kemari..!",

Kata prajurit radar mengetahui kehadiran Letn. Surya di kawasan udara markas mereka,

"Aktifkan SAM..! Kunci dan jatuhkan dia..!".

Perintah Pang. Katsuun,
Sebuah peluncur roket SAM (surface to air missile) tipe S-400 terlihat berputar seperti menentukan posisi menembak,

"Bssstttt.. Bsssttt!!..... Wusssshhhhhmmmppppp!!!..",

Dua buah Roket meluncur mengincar jet tempur Letn. Surya.

"Tiiit.. Tiiit.. Tiiiit.."
Letnan Surya tampak berkonsentrasi setelah sinyal bahaya berbunyi di kokpitnya,

"Sial..! Mereka menembakkan dua..!?!?",

Guman Letn.bSurya menyadari Dua buah roket SAM membuntuti SU-27 nya,

"Whuuummmmmpppppssss!!!"

Deru Jet di barengi desingan roket memenuhi angkasa Thailand, sering kali Letn. Surya harus berputar-putar juga bermanuver tak terukur saking di buat repot oleh Dua Roket itu.

Dari itu Letn. Surya memutuskan untuk terbang rendah di perkotaan, kemudian ia menjatuhkan sebuah bom di sebuah parkiran luas yang terdapat banyak mobil, karena ketepatan waktu saat menjatuhkannya, Bom yang ia jatuhkan turut meledakkan deretan Mobil di bawahnya,

"KABOOOOMMMBB!!!"

Bola api raksasa tercipta menghalangi laju roket tadi, membuat dua Roket yang mengejarnya kehilangan targetnya sehingga saling bertubrukan,

"DUAAAARRRRRMMMMPPPP..!!!"

Ledakan yang sangat besar menggetarkan Thailand, asap membumbung tinggi..

Letn. Surya segera berbalik arah, menyiapkan Dua rudal terakhirnya, Puea Thai Party telah terlihat..

"Tssshhh.. Tshhhh!!... Wusssssmmmmppp"

Letnan Surya melepaskan Dua rudalnya ke markas besar militer Thailand yang di pimpin Panglima Katsuun itu, kemudian ia segera berbalik kembali untuk kembali ke indonesia mengingat seluruh perbekalannya telah menipis.

"Pak! Dua buah Rudal menuju kemari..!", 

Teriak prajurit radar panik,

"Perintahkan Unit AA untuk menembak rudal itu secara acak..! ",

Perintah Pang. Katsuun,

"Dump..dump..Dump!! Dump..Dump!"

Semua senjata AA (anti-aircraft) menyebar tembakan ke udara, membuat langit sekitar markas itu di penuhi kepulan asap hitam, tak ubahnya sebuah awan mendung buatan.

"...Dump..dump..Dummp..!!!"

Tak di sangka ke Dua rudal yang dilepaskan Letn. Surya berhasil terkena tembakan AA-gun yang merata menutupi langit markas itu, ke dua Rudal itu tak hancur, hanya kehilangan keseimbangan dan tetap meluncur..

"DUAAAAMMMPPPP!!!"

Dan mendarat meledak setelah menghantam sebuah bangunan di sekitar Markas Pang. Katsuun itu jauh melenceng dari sasaran.

..........
Tak jauh dari istana..

"..!!!..",

Sers. Tari bergidik keget setelah menyadari Elang telah membidiknya sedari tadi, tiba-tiba saja tubuhnya bergetar tak terkendali,

"Ia shock, sepertinya ia belum pernah membunuh orang, dan sekarang harus melihat seseorang tengah bersiap menghabisinya..",

Gumam Elang menyadari gelagat Sers.Tari,..

Sers.Tari meneteskan air mata.. Menyadari hidupnya kan berakhir disini, bahkan untuk menggerakkan ujung jarinya saja ia tak sanggup,

"..Ayo, kita bergerak..!",

Elang bangkit dan segera menuruni menara itu bersama Jim di belakangnya, Elang mengurungkan niatnya untuk menembak Sers.Tari, entah apa alasannya.

"Jadi mereka yang ditugaskan untuk membunuhmu ha?",

Jim bertanya di tengah pergerakan mereka,

"Aku rasa begitu..",

"..kalian yang disana! Berhenti..! jangan bergerak..!", teriak Letn. Mahda telah melihat Jim dan Elang sekitar 100 meter di depannya,

"Tretetetetetet..!"

Jim langsung menembaki Letnan Mahda dengan senjatanya,

"Ufttth, sial..! Aku rasa dia mengira kita dikirim untuk membunuhnya!",

Kata Letn. Mahda sembari berlindung di balik dinding bangunan,

"Ini semakin sulit saja, ia telah membunuh Letnan Jauhar..",

Sahut Sers.Hardi,

Elang dan Jim tampak berlari menuju sebuah mobil, tak berselang lama mereka kabur dengan mobil itu,

"Sial.! Ayo..!..",

Letn. Mahda dan Sers. Hardi tampak mengejarnya,

"Hei..! Tunggu..! Elang..!",

Teriak Letn. Mahda namun tak terdengar oleh Jim dan Elang,

"Sial..! Pasukan Thailand..!!!", seru Jim sambil membanting kemudi ke arah kiri setelah melihat blokade prajurit Thailand tak jauh dari situ, mobil yang mereka tumpangi segera menggelincir di jalanan itu, roda depan menyentuh batas jalan membuat mobil mereka kehilangan keseimbangan..

"KRAShhh..!!!"

Mobil mereka terjungkal dan terbalik tepat ke tengah jalan,
4 orang prajurit Thailand itu segera mendekati Elang dan Jim yang terbaring lemas di mobil tersebut,

"Ekhhh..si..iial..,",

Jim merasakan tubuhnya seolah tak mampu bangkit,

"Sshhhkkk...,",

Elang berusaha meraih pistol yang tergeletak di sebelahnya, ia berusaha membidik prajurit Thailand yang semakin mendekat itu tapi tak bisa, tangannya terlalu lemah dan pandangannya masih buram..

Hanya tinggal beberapa langkah lagi prajurit-prajurit Thailand itu menjangkau mereka..

"Tretetetetetetertee..!"

Tembakan dari Letn. Mahda dan Sers. Hardi yang telah sampai tak jauh dari situ melesat menjatuhkan 3 orang prajurit itu,

"DASH..!",

Di susul tembakan Sers. Tari yang muncul dari arah yang berbeda dengan Letn. Mahda, merobohkan Satu lagi prajurit Thailand itu,

"Mungkin saat ini kita akan mati..",

Gumam Jim masih terbaring tak tentu di mobil mereka yang terbalik,

"Aku rasa begitu..",

Sahut Elang menyadari Tim Letnan Mahda telah berada di sebelahnya,

"Ayo..!!!",

" !!!...", 

Elang dan Jim kaget ketika Letn. Mahda dan Sers. Hardi malah bersama-sama hendak mengeluarkan mereka dari Mobil itu.

.......
Istana PM Ghoydee, Bangkok..

"Segera berangkat..segera berangkat..!, sisanya kembali ke satuan Kapten Joko, bantu mereka..!",

Lettu Adam memberi perintah,
Helikopter itu pun berangkat dari Istana itu, membumbung tinggi meninggalkan kota Bangkok.

Dan setelah itu Lettu Adam dan pasukannya segera berlalu bergabung dengan pasukan Kapten Joko yang masih bertempur di kawasan luar istana tersebut.
..........

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...