★HENING★ Part 12
" PERTEMPURAN KUBU? "
Markas militer Puea Thai Party, Bangkok..
Dentuman dari pertempuran di kawasan istana terdengar hingga ke pelataran markas militer Puea Thai Party, sejumlah prajurit pengoperasi Tank-Tank tempur oplot T92 yang telah di siapkan Panglima Katsuun dari Batalyon Kavaleri ke-4 (Royal Guard) dan Batalyon Kavaleri 8 di Nakhon Ratchasima, tampak tak sabar untuk segera bergabung ke medan pertempuran.
Tak tanggung-tanggung, Pang. Katsuun berencana untuk mengerahkan 100 Tank tempurnya ke sejumlah penjuru, meskipun ia tahu sangat beresiko terhadap keselamatan kota dan masyarakat di daerah pertempuran.
"Lapor pak, Tank-Tank tempur siap menerima perintah..",
Jendral Tedo melapor,
"Tunggu sebentar lagi..! Masih terlalu dini..!",
Tegas Pang. Katsuun,
"Tapi PM Ghoydee dalam bahaya pak..!",
Sahut Jendral Tedo,
"Walaupun PM Ghoydee telah meminta bantuan udara dari negara sekutu kita, masih terlalu bahaya kalau kita mengulur waktu dengan memperhitungkan segalanya..",
Tambah Jend. Tedo,
"Aku bilang tunggu sebentar...",
Jawab Pang. Katsuun menatap serius Jend. Tedo,
"Siap pak..",
Jend. Tedo menurut.
.......
Sementara itu,
Istana PM Ghoydee, Bangkok.
Setelah baku tembak yang teramat sengit, pasukan Khusus TNI yang ditugaskan mencari dan membawa PM Ghoydee telah berhasil memasuki Istana, pasukan itu di pimpin oleh seorang prajurit berpangkat Letnan satu, Lettu Adam.
Lettu Adam dan 9 Anak buahnya segera menyusuri ruangan demi ruangan Istana tersebut, acap kali terjadi pertempuran singkat dengan sejumlah pengawal istana dalam pergerakan mereka.
"Sepertinya mereka sudah berhasil masuk, dimana bantuan dari Panglima Katsuun?..",
PM Ghoydee mengeluh di sebuah Ruangan dengan beberapa pengawalnya,
"Tenang pak.., kami akan melindungi bapak",
Seorang pengawalnya menjawab berusaha menenangkannya.
"Apa yang dilakukan mereka disana sampai-sampai tidak ada bantuan selain yang kuminta ke negara tetangga!!! apa mereka hendak membiarkanku mati?!!",
PM Ghoydee mulai merasakan ada kejanggalan.
"Lihat..!, ini sangat di luar dugaan ku..!",
Ungkap Jim ho saat ia dan Elang telah berada di sekitar Kota Bangkok tak Jauh dari kawasan Istana PM Ghoydee,
"....",
Elang pun hanya tertegun melihat kobaran api dimana-mana, asap mengepul dari berbagai lokasi, tampak juga sejumlah penduduk sipil sedang berlari berusaha menjauh dari kota yang di jadikan medan pertempuran, mereka berlari panik di antara pasukan militer Thailand yang tengah berusaha memasuki kawasan istana yang di jaga Prajurit-prajurit indonesia,
"Kita tak mungkin bisa mendekat..! Aku yakin akan hal itu..!",
Kata Jim ho dengan nafas terengah-engah sedari tadi berlari,
"Aku tidak berfikir untuk mendekat..,",
Sahut Elang sambil melirik Senapan M82 yang di sandangnya,
"Kita hanya perlu ke atas situ..!",
Tambah Elang sambil menunjuk ke sebuah menara air yang menjulang tinggi,
"Yah, aku mengerti.. Ayo!",
Jawab Jim ho, mereka pun segera beranjak dari situ.
........
Jauh dari situ, langit Khao Sam Roi Yot, Thailand...
Sejumlah jet tempur tengah saling memburu, manuver demi manuver membuat Letnan Yudha dan yang lainnya menjauh dari lokasi Kapten Joko dan pasukannya di darat,
'Wuummmpppp.."
4 jet tak dikenal itu berpencar,
"Garuda 3,4,5, dan 6.. Hadapi ke dua MiG itu.., saya dan Garuda 2 akan Tangani ke dua Sukhoi itu..!",
Perintah Letnan Yudha kepada timnya, ia memastikan Garuda 3,4,5,6 dengan F-16 akan sangat kesulitan menghadapi Dua sukhoi tak dikenal itu, sehingga ia memerintahkan F-16 di timnya untuk menghadapi MIG-MIG itu.
Pertempuran udara pun di mulai dengan Garuda 3 dan 4 yang membuntuti salah sartu MIG26 tersebut,
"Wwwuuuummmmpppp"
Aksi kejar-kejaran saling bermanuver pun terjadi, ke dua F-16 ini terus membayangi MIG itu untuk mendapatkan "Locking",
"Berhasil...!",
Seru Letnan Daru pilot dari F-16 garuda 3 melihat radarnya yang berbunyi tanda target sudah terkunci, Namun secara mengejutkan MIG26 itu membumbung ke atas bermanuver sedikit ke kanan, membuat F-16 Letn. Daru melewatinya,
"Tiiittt...",
Peringatan bahaya malah barbalik ke kokpit Letnan Daru,
"Mayday..Mayday! Kami terkunci, kami terkunci..!",
Letnan Daru berseru,
"Dredededededededed...!"
MIG itu tiba-tiba oleng tak stabil, mengeluarkan asap dan berputar-putar menukik jatuh, yah.. Garuda 4 yang sedari tadi menjaga jarak dari Garuda 3 berhasil menembak jatuh MIG itu dengan Senjata mesinnya,
"Duuuuaaarmmmmpppp!!!"
MIG itu meledak di udara.
Sementara itu, F-16 Garuda 5 dan 6 sibuk bermanuver menghindari kejaran Rudal di balakang mereka secara terpisah, ke dua F-16 itu terlihat berputar-putar berusaha menghindar,
"Tash..! Tashhh!",
Sejumlah Flare telah di tembakkan, namun Rudal yang di tembakkan MIG itu masih gagal membuntuti mereka.
"Bsssttt..wuuussshhhmmmmp",
MIG yang sedari tadi mengikuti jejak rudalnya yang ia tembakkan tampak kaget saat sebuah Rudal juga mengincarnya, F-16 Garuda 3 Letn. Daru berhasil mengunci MIG itu dengat interval penembakan rudal yang cepat sehingga pilot MIG itu tak sempat menyadari bahwa ia telah terkunci, di lain sisi Garuda 4 melesatkan melepas beberapa roket kecilnya ke arah 2 rudal yang mengejar Garuda 5 dan 6,
"Duammmppp!!",
Rudal yang mengejar Garuda 6 berhasil di hentikan, tapi tidak dengan rudal yang mengejar Garuda 5, Garuda 5 hancur berkeping-keping ketika rudal itu menghantamnya, gumpalan api menyala di udara bagai sebuah puncak pentas kembang api.
Tak lama MIG yang sibuk menghindari rudal yang di tembakkan Garuda 3 juga Hancur tak mampu menghindari rudal tersebut,
"Garuda 3 ke pusat..Garuda 3 ke pusat,, telah gugur Garuda 5, sekali lagi..telah Gugur garuda 5..",
Letn. Daru melapor sambil berusaha tegar melihat rekannya tewas,
"Ayo, kita bantu Garuda 1 dan 2..",
Tambah Letn. Daru.
..........
Markas pusat, Jakarta, Indonesia.
"Sialan..!!! Apa kalian sudah mengidentifikasi pesawat siapa itu!?!?",
Panglima Rokhim Maluda emosi melihat salah satu pasukan udaranya tertembak oleh pesawat tak di kenal,
"belum pak, dari visual yang terpasang di tiap Garuda, jet-jet tak dikenal itu tidak menggunakan bendera negara..",
Jawab seorang petugas radar,
"Segera cari tahu bagaimanapun caranya...!",
Perintah pang. Rokhim geram ada negara lain yang turut andil dalam penyerangan ini, menurutnya ini sebuah awal picu dari sebuah perang selanjutnya yang mungkin kembali bergulir setelah ini apabila negara yang mengirim Jet-Jet itu di ketahui, ia juga heran bagaimana jet-jet itu bisa dengan mudah melewati pengawalan AU singapura di perbatasan udara...
.........
Menara Tabung penampung Air Hujan..
1800 meter dari Istana, bangkok, Thailand.
"Banyak sekali prajurit disana, pertempuran masih berlangsung.."
Kata Elang melihat dari teropong M82nya,
"Arah pukul 11..! Jendela ke tiga selatan lantai 2..!",
Jim ho memberi koordinasi,
"Tidak tampak, tirai itu menutupinya..",
Sahut Elang, ia hanya melihat beberapa bayangan, namun tidak dapat mengetahui siapa karena tertutup kain jendela,
"Kita tunggu saja sambil menikmati pemandangan dari sini..",
Gurau Jim ho menyandarkan tubuhnya.
Elang masih melihat melalui teropong M82 nya, di saksikannya rekan-rekan senegaranya tengah berjuang, tembak menembak dengan musuh..
Mendadak pandangannya jadi gelap...
.......
"Hei ayo bangun.., kini giliranmu..",
Seseorang memberinya senjata,
"Apa ini..???",
Elang bergumam,
"Dimana semua orang tadi? Dimana Jim? Apakah ini bayang-bayang itu lagi?!",
Elang bergumam lagi sambil terus berjalan mengikuti seseorang yang memberinya senjata,
"Tembak dia..",
Seseorang tadi kembali barkata.
Elang berusaha melihat ke depan, namun sepertinya kabut menghalangi, tak jauh di hadapnnya ada seorang anak kecil di ikat di sebuah tiang,
"tembak anak itu Elang..!",
Seseorang tadi membentaknya,
"Tidak..! Ini hanya bayangan di kepalaku!! Ini tidak nyata!!!",
Teriak Elang berusaha menolak, tapi tubuhnya bergerak sendiri mengambil posisi siap menembak,
"Jangan!!! Hentikan..! Aku bilang hentikaaaaan..!!!"
"Dash..!!!",
Kepala anak itu berlubang, anak itu tewas dengan mata terbuka seakan menatap Elang..
"...."
" Hei...! lagi-lagi kau melamun.., konsentrasilah..! Apa yang kau pikirkan teman?",
Suara Jim melepaskan Elang dari bayang-bayang itu..
".."
"..Ti..dak a..pa-apa.,"
Jawab Elang terbata.
..........
Istana PM Ghoydee, Bangkok..
"Pak, saya mohon tenang.,,",
Seorang pengawal tampak tegang,
"Ada yang datang..!, bersiap..!",
Seorang pengawal itu setengah berbisik memperingatkan 3 orang rekannya.
Tak jauh dari ruangan itu Lettu Adam bersama anak buahnya tampak bergerak ke ruangan dimana ada PM Ghoydee dan para pengawalnya, mungkin pertempuran jarak dekat tak bisa dihindari lagi setelah salah satu anak buah Lettu. Adam memastikan Pintunya terkunci dari dalam, pertanda ruangan itu berpenghuni.
Di dalam ruangan PM Ghoydee tampak menundukkan kepalanya, seperti memikirkan sesuatu, tampak kulit wajahnya sedikit memerah, sepertinya ia sedang memikirkan hal yang membuat ia dalam tekanan, tampak juga ke 4 pengawalnya telah bersiap-siap dengan senjata-senjat mereka.
Seorang anggota Lettu Adam terlihat memasang peledak di bagian tempat mekanisme yg mengunci pintu itu, kemudian ia kembali ke barisan formasi penyerangan tiba-tiba, meskipun mereka tahu pasti seseorang di dalam ruangan ini pasti telah bersiap, tapi ada waktu lagi untuk berfikir tentang berbagai teknik perang yang mereka kuasai.
Pasukan bersiap masuk dengan Lettu Adam sendiri di depan,
"DUMP..!,"
Pintu terbuka dengan sendirinya.. Di sertai sedikit asap yang masih mengepul, tampak beberapa orang berseragam militer masuk ke ruangan itu..
"Get down..!..Get down..!",
.........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar