( SPECIAL EDITION PART 2 )
" Itu Hening.., sekarang giliran kita..", ucap Panah pelan sembari mencabut sangkur dari pinggangnya.
" Aku mengerti..", sahut Gembok.
Kemudian mereka bergerak berpencar.
.
..
...
" Tetap waspada..!, tembak apapun yang bergerak..!", perintah Kim yang sudah memasuki hutan pinggir rawa dan mendekat kearah dimana posisi Panah dan Gembok sebelumnya berada didalam hutan.
" Tratatatatar..!"
Tiba-tiba salah seorang milisi melepaskan tembakan kearah semak, sontak membuat Kim dan sisanya terkejut dan berlindung dibalik pohon.
"Apa itu?", tanya Kim.
" Sepertinya aku melihat gerakan pak..!", sahut milisi tersebut.
"Kalau begitu, kalian berdua, periksalah..", perintah Kim.
" Baik..! "
Tampak dua orang milisi bergerak perlahan mendekat ke arah semak tersebut untuk memeriksa.
" ... "
"Tratarataratar..!"
Seketika Gembok tiba - tiba muncul dari samping di jarak yang tak begitu jauh dan langsung menembaki kedua milisi tersebut, kemudian ia bergegas berlari menyerong dari balik pohon ke pohon untuk menghindari tembakan dari sisa milisi yang mendadak langsung menembakinya ketika kedua rekan mereka roboh bersimbah darah.
"Krkk..krkkk.."
"Crshhh..crshhh"
Peluru mereka riuh menghantam batang pepohonan.
" ! "
" Sshhh..!"
Salah satu peluru dedikit menyambar lengan kanan Gembok, segera ia berlari memutar dengan zigzag dengan cepat ditengah tembakan ketiga sisa milisi yang bersama Kim, sambil berlari Gembok berusaha menghitung jarak posisi musuh dan sudut tembak yang tepat karena banyak terdapat pepohonan.
" Baiklah..!", gumam Gembok dengan tiba - tiba berbalik, dengan cepat ia segera melepaskan tembakan.
" Tash...tash..tash..!"
Tiga butir peluru meluncur diantara pepohonan dan rimbunnya dedaunan semak yang tumbuh dari celah sempit yang didapat Gembok diantara batang pohon dengan batang pohon yang sedikit lebih jauh, begitu seterusnya dengan sudut miring yang pas, sehingga hanya tercipta sedikit ruang namun dapat melihat posisi musuh dengan jelas.
" Ckkkk..crkk..crrkkk..!"
Ketiga butir peluru itu pun tepat mendarat di dada masing-masing para milisi, Ketiga milisi tersebut pun langsung roboh mengerang kesakitan, namun...
" Tash..!"
"Ekkhh..!"
Gembok terjatuh ketika tiba - tiba sebutir peluru menembus bahu kirinya.
" Apa ini..?!",gumam Gembok menahan sakit.
Dari kejauhan tampak Kim dengan moncong senapannya yang mengepulkan asap, yah..Kim yang menembaknya, dari awal kemunculan Gembok, Kim sudah berusaha membidiknya, namun baru saat ini ia mendapatkan titik yang tepat, itupun karena Gembok berhenti untuk berbalik menembak, namun itu tetap satu tembakan yang bagus.
"Hmm... Tembakanku harusnya lebih baik dari tembakanmu tadi,, ternyata sulit menembak ditengah gerimis dan hanya dibantu kilatan petir..", ucap Kim.
".. Tapi aku akui kalian memang. . ", Kim menunda kata - katanya, ia tiba - tiba segera berbalik menangkis sebuah sabetan sangkur dengan senapannya.
" Ting..!"
Kin menangkis sabetan sangkur Panah yang tiba - tiba muncul dari belakangnya.
" HEBAT. . ! "
Sambung Kim sembari meloncat kesamping, kemudian berdiri.
#KIM dan PANAH saling berhadapan..!!!
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar