Minggu, 29 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 73 PART 1

★HENING★ Part 73 (1) 



" VERSUS "




" Hmm... tidak, tidak, jangan berfikir seperti itu..", ucap Kim membidik dengan senapannya begitu melihat Panah perlahan hendak meraih senapan dipundaknya.

" Cihh..", gumam Panah mengurungkan niatnya.

" Sepertinya kau harus mulai berdoa sekarang..", sambung Kim bersiap menembak Panah.

" . . Apa kau takut..?", ucap Panah.

" Hah? Apa maksudmu..?", Kim bingung.

" Apa kau takut melawan musuhmu tanpa senjata..?", sambung Panah sembari buru - buru melepas dan membuang senapannya.

" Tidak.. Tidak, ini berbeda.., ini perang kawan, bukan pertarungan.., sudahlah, mestinya kau senang aku akan membunuhmu dengan cepat..", sahut Kim.

"... Benarkah? , jika memang seperti itu kau pasti sudah menembakku sedari tadi.., namun kau tak melakukannya karena kau seorang yang haus akan pertarungan bukan..?", ucap Panah bergelora memanas - manasi Kim.

" ... "
Kim hanya diam.

" Ayolah..! Lawan aku pengecut..! Aku bisa melihat semua hasrat membunuh dari matamu..", bentak Panah sembari mengayunkan Sangkurnya.

" .. Sshh, seharusnya aku menembakmu sedari tadi.., tapi..", ucap Kim yang tiba - tiba meloncat sembari mencabut pedang pendek yang menempel di pinggangnya kemudian dengan segera menghunuskannya ke arah Panah.

" ! "

"Ting!"
Panah dengan sigap menepis Pedang Kim dengan menghantamkan sangkurnya, seketika hunusan pedang Kim melebar.
Namun tak berhenti disitu Kim yang bertumpu dengan pijakan kaki kanannya segera berputar kembali mengayunkan pedangnya.
Panah juga tak kalah lihai, ia segera menangkis sabetan pedang Kim dengan sangkurnya.
"Ting..!"

" Sshh..!"
" Ternyata kau lumayan juga..", ucap Kim.

" Kuharap kau bisa lebih baik dari itu..", sahut Panah yang sedang menahan pedang Kim dengan sangkurnya, kedua senjata tajam mereka tampak beradu saling memberi tekanan.

" Oh.. Ternyata kau lumayan bermulut besar..!"
" Buk ..!"
Ucap Kim sambil kembali berputar melayangkan tangan Kiri nya seperi tamparan terbalik dengan tinju yang telak mendarat di wajah Panah, membuat Panah mundur beberapa langkah.

" Hmm... Apa perlu ku ambilkan tisu?", ucap Kim mengambil kuda - kuda.

" Cihh..,, ini bukanlah apa-apa, ayo.. Cobalah lagi..", sahut Panah sembari mengusap darah yang sedikit menetes di bibirnya.

.
..
...
Rintik hujan telah berhenti, hanya tinggal tetesan air yang singgah di dedaunan yang berlomba hendak turun ke bumi, bersamaan dengan itu suara binatang malam penghuni hutan mulai sahut menyahut terdengar, seakan bertepuk tangan riuh atas pertarungan dua prajurit ini.

" ! "
Kim maju sembari berniat mengayunkan pedangnya ke arah Panah, bak ingin membelah dua.

Panah mengelak kesamping, sejenak segera melayangkan tendangan kaki kirinya ke arah wajah Kim.
" !!! "
Namun Kim dengan cepat mengelak dengan menunduk, sedikit berputar dan bangkit sembari berniat menusuk Panah, Namun tusukan pedang Kim segera melenceng karena hantaman sabetan sangkur Panah.

" Hmm! Kau Terlalu cepat.,", gumam Kim lanjut dengan melayangkan kepalan tinju kirinya ke wajah Panah telak.

"Buk..!"
"Ekhh..!"
Panah kehilangan keseimbangan dan sedikit goyah kebelakang, belum selesai sampai disitu, Kim segera melayangkan tendangan Kaki Kanan dan menghantam dada Panah hingga Panah terhempas ke tanah.

" Shhh..!"
Eram Panah segera berusaha bangkit.
" ! "
Namun Kim buru - buru melompat sembari menghunuskan Pedangnya ke arah Panah.

" Ting..!!"
"Crsshh!"
Tampak darah mengalir keluar dari bahu kanan Panah, tusukan pedang Kim sedikit melenceng akibat berbentur dengan sangkur yang diayunkan Panah.

" Bagaimana sekarang..?", Gumam Kim.

" Huh..huh..", Panah terengah - engah tak menjawab.

"Aku bilang bagaimana..?!?", teriak Kim sembari menggoyangkan pedangnya yang tengah tertancap dibahu Panah.

"Ekkkhh..! Ergghh ", Panah mengerang kesakitan.

" Apa itu artinya sakit..? ", ejek Kim yang kali ini menekan tusukannya hingga menembus Bahu Panah dan tertancap ditanah, sungguh brutal.

" Aaaaaaaargghhhh..!!!"
Panah menjerit menahan sakit yang teramat sangat, hingga sangkur dalam genggamannya pun terlepas.

"Oh.., sepertinya iya.., ayolah.. Katakan sesuatu, jangan hanya karena tusukan semacam ini kau tak mampu lagi berbicara..", kata Kim sambil meraih sangkur yang dijatuhkan panah.

" Ekh.., kau..", gumam Panah.

"Apa..? Bisa kau ulangi..?", tanya Kim.

"Persetan denganmu..!", ucap Panah menatap tajam Kim.

" Hmm.. Hmm .. Hahahahaha ", bisa - bisanya kau memaki musuhmu dalam keadaan seperti ini.., apa kau ingin cepat mati???", sahut Kim tertawa.

" Apa aku kurang jelas mengatakannya..? , PERSETAN DENGANMU..!!!", sambung Panah.

" !"
" Baiklah bila kau ingin cepat mati, aku akan mengabulkannya..!", ucap Kim sembari hendak menikam Panah dengan sangkur milik Panah yang terlepas.

((NEXT))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...