★HENING★ Part 45 (2)
"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan..? Kalian tau siapa aku??",
sahut Sir Malloney.
"Yah sangat jelas..! Kau mentri pertahanan Amerika serikat..!",
jawab Elang.
"Kalau kau tahu siapa aku.. Mengapa kau berani melakukan ini..???",
kata sir Malloney membanggakan statusnya sebagai petinggi Amerika.
"Begitukah..??? Kami tak perduli kau siapa dan berasal dari mana.., yang jelas kau adalah target kami..",
ucap Elang sembari mengarahkan pistolnya ke Sir Malloney.
"Tunggu..tunggu dulu.., siapa kalian sebenarnya..? Kita bisa bicarakan ini..!",
Sir Malloney mulai panik.
"Tidak, terima kasih..",
sahut Elang.
"Taskk..Taskk..!"
Dua tembakan melubangi dada dan kepala Sir Malloney.
Seorang wanita teman Sir Malloney hendak berteriak melihat itu, namun Adam telah membungkam mulutnya dengan tangan.
"Diam nyonya muda..",
ucap Adam sembari melepas bekapan tangannya perlahan, Sepertinya wanita itu mengerti walaupun dengan air mata yang terus mengucur ia tampak berusaha agar tak bersuara.
Dari perawakannya, wanita itu adalah warga amerika, mungkin sekertaris pribadi Sir Malloney.
"Bagaimana dengan wanita ini..?",
Adam bangkit mendekati Elang,
"Tidak berbeda, ini tetap misi rahasia.. dia sudah melihat kita..",
ucap Elang dingin.
"... Baiklah..",
sahut Adam sembari meninggalkan Elang bersama wanita tersebut yang tampak ketakutan.
"Maaf.. Tapi aku tak punya pilihan",
ucap Elang.
"Kumohon.. Aku tak akan memberi tahu siapa kalian.., aku punya seorang anak yang menungguku..",
sahut wanita itu menangis tersedu-sedu.
"Tasskk..!"
Elang tetap menembak dan meninggalkannya.
"Ayo kita pergi..",
seru Elang.
Mahda dan Adam hanya mengiyakan saja.
Mereka segera kembali memanjat keatas menggunakan tali yang dipasang oleh Adam dan Mahda sebelumnya diluar Jendela.
"Ayo.., kita tidak punya banyak waktu..!",
seru Elang ketika sampai diatas.
"Maksudmu?",
tanya Adam.
"Sudahlah.. Ayo bergerak..",
sahut Elang.
Mereka terus bergerak menyusuri kembali jalur mereka sebelumnya dengan menuruni tangga koridor.
Tak berselang lama mereka telah keluar dari areal hotel tersebut.
Sementara itu tampak seseorang berjalan mendekati kamar Sir Malloney, ia mulai siaga ketika menemukan sejumlah percikan darah didepan pintu dan ia mendobrak masuk.
Sesaat kemudian para 'men in black' tersebut Gempar dan meminta bantuan Polisi setempat.
"mereka belum jauh.. Cepat temukan mereka..!",
seru Chief tim pengawal tersebut dengan seorang wanita dipelukannya yang tampak menangis tersedu.
" ! "
"Sepertinya mereka mengetahui pasti keberadaan kita..?",
ucap Mahda melihat para pengawal tersebut dari binocularnya.
"Elang..! Kau tak membunuh wanita itu..?!?!",
seru Adam melihat sosok wanita tadi bersama seorang pengawal jauh didepan mereka.
"tidak.., ia punya seorang anak..",
jawab Elang sambil mengingatnya kembali..
"Aku punya seorang anak..",
ucap wanita itu sambil menangis tersedu-sedu dengan tubuh yang gemetaran.
"Taskk!"
Elang melepaskan tembakan, namun mengenai sebuah meja disebelah wanita tersebut.
Wanita itu menangis semakin menjadi-jadi, namun Elang menutup mulut wanita itu dengan tangannya.
"Pulanglah.., kembali bersama anakmu..",
ucap Elang lalu meninggalkannnya dan bergabung dengan Adam dan Mahda.
Flashback selesai..
"Kau sungguh tak bisa ditebak.., ayo..!",
ucap Adam seraya mengajak pergi setelah sayup-sayup mendengar sirine satuan polisi setempat.
"Ini gila.., mereka juga meminta bantuan militer kita..!",
seru Mahda menyadari sebuah truk Reo lengkap dengan sejumlah pasukan TNI berada dilokasi tersebut.
"Mereka pintar.., mengatakan ini ulah teroris atau pemberontak anti amerika, dengan begitu mereka mendapat bantuan militer dari pos militer setempat..",
jelas Elang.
"dan ini semua karena kau tak membunuh wanita itu..! Ayo sebaiknya kita segera pergi dari sini..",
gumam Adam.
Sementara itu bantuan dari kepolisian setempat dan militer setempat terus berdatangan, tak lebih dari 100 personil gabungan melakukan pengejaran terhadap mereka.
.........
Pentagon, Amerika..
"dasar bodoh!!! kau lihat itu??? mereka mendahului kita..!",
Persiden Frank tampak membentak seseorang yang lagi-lagi adalah Major O'Connor.
"itu jelas-jelas ulah Kopassus indonesia..! kau dengar?!?! Kopassus..! bagaimana dengan delta kita disana hah?!?",
Pres.Frank memaki tak karuan, mengingat Sir Malloney adalah seorang sahabatnya saat masa kuliah dulu membuatnya bak kebakaran jenggot.
"maaf pak..",
jawab O'Connor pelan.
"maaf?!?! semudah itukah.. saat ini juga kau kupindahkan ke unit perbatasan..! enyahlah dari hadapanku..!",
teriak Pres.Frank.
"siap pak..",
sahut Major O'Connor dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
"Jendral Jhon Bannet..?",
ucap Pres.Frank memanggil sorang Jendral dari divisi Green Barret.
"siap pak presiden..",
sahut Jend.Bannet menghadap.
"siapkan pasukanmu.., kita akan berperang di asia, khususnya nugini..",
ucap Pres.Frank.
"siap pak..",
sahut Jend.Bannet.
...........
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar