Kamis, 05 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 48 PART 1

★HENING★ Part 48 (1) 




" BATTLE BEGINS! "




"Baik.. menurut informasi yang kita dapatkan, target kita bergerak masuk ke lembah dipegunungan yang ada didepan kita..

Dari semuanya sepertinya mereka telah bergerak jauh, untuk itu kita harus bergerak cepat..", 

Seru Kapt.Sherman kepada ke-11 anak buahnya mengawali misi pengejaran mereka.

Segera saja para The Green Berets tersebut bergerak memasuki hutan dengan berjalan kaki mengingat lembah dan lebatnya hutan tak bisa dilewati semua kendaraan mereka, kecuali helikopter, tapi itu hanya dijadikan sebagai opsi lain jika mereka terdesak.

Meskipun mereka dalam misi pengejaran tampak tak sedikitpun dari tim Kapt.Sherman mengendurkan kewaspadaan mereka, betapa tidak, mereka mendapat informasi dari pentagon bahwa yang mereka kejar adalah personil dari Kopassus, pasukan khusus terbaik ke-3 didunia.

Sekitar 6 kilometer Barat daya dari posisi tim Kapt.Sherman..

12.45

Elang dan yang lainnya terlihat kesulitan menyusuri permukaan tanah yang menanjak. Betapa tidak, jejeran pohon rimbun yang mereka lewati adalah deretan pepohonan dilereng perbukitan yang memiliki sudut kemiringan yang cukup tajam, disamping itu lebatnya hutan ditambah batang-batang pohon tumbang yang tergeletak semakin membuat tempat itu menjadi medan yang sulit.

Kelelahan mulai terlihat diraut wajah mereka mengingat sudah sekitar 6 jam lebih mereka terus berjalan, sulitnya medan membuat pergerakan mereka melambat.

"Sebaiknya kita beristirahat disini.., bagaimana menurutmu?", 

tanya Adam pada Elang.

"Yah, aku rasa ini tempat yang bagus jika saja kita kedatangan tamu..",

 jawab Elang.

"Apa kau yakin bakal ada tim yang mengejar kita?", 

tanggap Mahda sembari merebahkan tubuhnya bersandar disebuah batang pohon besar.

"Itu mungkin saja mengingat yang kita bunuh adalah pejabat tinggi Amerika.., tak ada salahnya kita mewaspadai hal itu..",

 jelas Elang.

"Yah, aku rasa juga begitu.., sebaiknya kita selalu waspada.., kita buta akan apa yang sedang terjadi diluar sana.. Kita tidak bisa menghubungi markas..",

 sambung Adam yang juga tampak meletakkan peralatannya.

"Tunggulah disini sebentar.., aku akan melihat sekitar..", 

ucap Elang sembari mengeluarkan sangkurnya dan beranjak pergi.

"Tunggu, bawa ini..! Sekedar untuk berjaga-jaga..", 

sahut Adam sembari melemparkan Senapan jenis M40 milik Elang.

"Baik..", 

ucap Elang menangkap senjatanya yang dilemparkan padanya dan segera berlalu ditelan gelapnya hutan lebat ini, hingga sinar matahari terlihat bagai cahaya tuhan yang turun dari langit dari sela-sela dedaunan.

"Sebaiknya kita membuat bunker dengan semak belukar yang ada disini..",

 ucap Adam seraya memperhatikan sekitar mereka.

"Baiklah..",

 sahut Mahda.

.........
Green Berets, Tim Kapten Sherman..

Pasukan Kapt.Sherman tampak terus bergerak menembus rimbunnya hutan dengan membuat tiga regu pergerakan.

4 orang didepan sebagai tim pengintai, di 4 orang dikanan sebagai tim perlindungan tim pengintai, dan dikiri belakang Kapt.Sherman sendiri dengan 3 orang anak buahnya sebagai tim Senyap, dimana jika ada suatu gangguan dari depan tim ini akan memutar untuk menyerang.

Dengan formasi ini mereka dapat bergerak dengan cepat, terlebih 4 orang tim pengintai didepan adalah para personil 'Sharp Shooter' atau penembak Reaksi, ditambah pergerakan mereka yang terkordinir rapi dengan radio telekomunikasi yang dikomandoi Kapt.Sherman membuat pasukan khusus ini tampak seperti sudah menguasai medan.

"Terus bergerak.., tim pengintai laporkan situasi..!", 

ucap kapt.Sherman melalui radio ditengah pergerakannya.

"Negatif pak.., belum terlihat apa-apa..",

 sahut salah satu anak buahnya yang berada didepan.

"Baiklah.., kalian bergeraklah terlebih dahulu dengan cepat, yang lain memutar dari kiri, dan pastikan pengaman kalian terbuka..!", 

perintah kapt.Sherman mengingatkan para anak buahnya untuk membuat senjatanya sudah siap tembak apabila diperlukan.

.........
Pentagon, Amerika..

"Sial..!"

Seseorang tampak memukul meja, membuat sejumlah orang yang hadir diruangan itu terdiam kaku.

"Kalian lihat itu..! Mereka membunuh prajurit kita..!", 

bentak seseorang tersebut yang tak lain adalah Presiden Frank, ia tampak sangat gusar begitu mendengar kabar 6 orang prajuritnya dilaporkan tewas dalam serangan teroris di indonesia.

Namun karena pihaknya menutupi identitas Letn.Jones dan kelima anak buahnya, mereka tak perlu menanggung malu akibat peristiwa tersebut.

"Bannett.., bagaimana dengan pasukanmu..?", 

tanya pres.Frank.

"Lapor pak presiden, mereka telah bergerak mengejar musuh..", 

jawab Jend.Bannett sigap.

"Lanjutkan dan jangan sampai gagal..! Mengerti..!?", 

ucap Pres.Frank dengan sorot mata yang tajam.

"Siap dimengerti pak..", 

sahut Jend.Bannett memberi hormat.

Presiden Frank Carlton buru-buru membakar cerutu yang ia keluarkan dari laci mejanya, hal yang sebelumnya tak pernah ia lakukan sama sekali.

 Sepertinya ia mulai merasakan tekanan yang diberikan oleh Presiden Darwinsyah dan yang lainnya.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...