Senin, 16 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 57 PART 2

★HENING★ Part 57 (2) 



"pembelot?"

"Letnan, aku melihatnya..", 

ucap Sers.Tari lewat radio.

" ! "

Letn.Angga memberi tanda kepada 2 orang rekannya untuk berhenti sejenak.

"Diterima Sersan, konfirmasi keadaan sekitarnya, ganti..", 

sahut Letn.Angga.

".. Terlihat dua orang penjaga didepan..,dan itu tampak seperti gudang bekas pabrik Sekitar 800 meter dari posisi anda, ganti..", 

jelas Sers.Tari.

"Diterima Sersan, terus pantau situasi, saya akan meminta arahan dari markas.., keluar..", 

sahut Letn.Angga menutup pembicaraannya.

"Tetap waspada.., Dimas, Haryo.., ayo kita terus bergerak..", 

perintah Letn.Angga sembari memutar knob radionya untuk menghubungi markas.

"Srigala ke markas, posisi target sudah ditemukan, mohon arahan, ganti..", 

ucap Letn.Angga.

" . . . "

"Diterima Letnan, lanjutkan pendekatan ke lokasi target, selanjutnya tetap buka komunikasi dan laporkan apapun yang terlihat beserta kondisinya.. Saya akan ambil alih dari sini", 

ucap Letn.Vega dari markas pusat.

"Baik Markas.., komunikasi dibuka..",

 sahut Letn.Angga sembari memberi tanda kepada Sers.Dimas dan Sers.Haryo untuk tetap membuka radio komunikasinya.

"Letnan, apa kita perlu beri dukungan pasukan..?", 

tanya Pang.Rokhim.

"Saya rasa tidak perlu panglima, saya yakin mereka mampu melakukannya..",

 jawab Letn.Vega sembari melirik Jend.Purnomo.

"Yah, Angga dan yang lainnya pasti bisa melaksanakannya dengan baik..", 

kata Jend.Purnomo.

"Kira-kira siapa yang melakukan ini..?",

 gumam Jend.Purnomo lagi.

"Hmmm... Entahlah, saya yakin pihak luar ada keterkaitannya, hanya saja kita tak mengetahuinya..", 

sela Pang.Rokhim.

Sebuah mobil mewah tampak datang dan terparkir didepan gedung tua dimana Sir Robert disandera, dari pergerakannya mobil itu sepertinya datang dengan terburu-buru.

" ! "

"Letnan, sebuah mobil datang..!", 

seru Sers.Tari dari radionya.

"Mobil ?!?",

gumam Letn.Angga.

" baik, tetap awasi Sersan, dan buka radiomu segera..! Kita akan diarahkan markas pusat langsung..!", 

sahut Letn.Angga semakin mempercepat langkahnya bersama Sers.Haryo dan Dimas.

"Baik..", 

ucap Sers.Tari.

"Diulangi.., sebuah mobil datang dan berhenti didepan lokasi target..!", 

ucap Sers.Tari.

" ! "

"Disini Markas.., Sersan..jelaskan situasinya..!", 

sahut Letn.Vega.

" . . . "

Sejenak Sers.Tari men-Zoom teropong senapannya.

" 3 orang turun dari mobil tersebut..! Dan...", 

seru Sers.Tari melihat melihat dari teropongnya.

"Dan apa Sersan..?!?!", 

tanya Letn.Vega.

"..mereka...", 

gumam Sers.Tari.

"Mereka apa Sersan..?!? shhh...Apa yang kau lihat Tari..?!?", 

tanya Letn.Vega agak panik.

"Apa yang dilihatnya..?", 

gumam Letn.Angga menyimak pembicaraan tersebut.

"Letnan, dimana posisimu..!?", 

tanya Letn.Vega.

"Siap.., beberapa menit lagi mendapatkan visual langsung..!", 

sahut Letn.Angga sambil terus bergerak dengan cepat bersama yang lainnya.

"Tari, apa yang kau lihat..?!?", 

tanya Letn.Vega lagi.

"Mereka..yang turun dari mobil itu berseragam tentara Nasional Indonesia..", 

ucap Sers.Tari pelan.

" !!! "

Semua orang yang mendengarkan mendadak terkejut.

"Apa..?!?", 

kaget Pang.Rokhim.

"Sersan, bisakah dikonfirmasi kebenarannya..!?!", 

tanya Pang.Rokhim mendekat ke mikropon utama didekat Letn.Vega.

"Sangat jelas Panglima.., mereka orang kita juga..", 

sahut Sers.Tari.

" Sial..!!!", 

ucap Pang.Rokhim.

"Hah? Apa yang terjadi? Pembelotkah..?", 

gumam Letn.Angga dalam hati mendengar percakapan tersebut.

"Markas.., bagaimana ini..? Apa kita akan membunuh sesama..?!?", 

tanya Letn.Angga menyela dan menghentikan langkahnya.

Sejenak Letn.Vega menarik nafas perlahan untuk menenangkan diri.

"Tahan sebentar Letnan.., Tari.. Bisakah kau lihat emblem mereka..??", 

pinta Letn.Vega kepada adiknya itu.

Sers.Tari segera memfokuskan penglihatannya ke arah emblem ketiga orang yang tampak tengah mengobrol dengan dua orang penjaga yang ada disana.

" ... "

Semuanya menunggu dengan hening laporan Sers.Tari, sesekali masing-masing dari mereka berusaha menebak dari satuan mana para pembelot tersebut.

"Markas..", 

ucap Sers.Tari.

"Ya Sersan.., apa yang kau lihat..??",

 tanya Pang.Rokhim tegang.

"Mereka dari. . .", 

ucap Sers.Tari pelan.

Semua henyak mendengarkan.

"Mereka tentara dari satuan. . ."

...........
★HENING★ part 58 " Semakin Rumit "

"Sersan katakan siapa mereka..!?!", 

seru Pang.Rokhim tegang.

"Mereka. . Setia Waspada. . .", 

gumam Sers.Tari pelan.

Semua tercengak tak bergeming mendengar perkataan Sers.Tari.

"Setia waspada..??? Jadi mereka adalah. . . ", 

ucap Jend.Purnomo terbata.

"Markas... Dikonfirmasi mereka adalah anggota Paspampres..!", 

Sambung Sers.Tari.

Bak di sambar geledek semua yang mendengarnya, keadaan ruang komando yang semula tegang mendadak menjadi hening.

Masing-masing berusaha mencerna apa yang sedang terjadi sebenarnya hingga terdapat sejumlah anggota Pasukan Pengamanan Presiden di lokasi musuh.

"Ini gila..! Apa yang dilakukan anggota Paspampres disitu???, aku tak mengira akan serumit ini..", 

gumam Letn.Angga dalam hati.

"Srigala ke Markas! Srigala ke Markas..",

 seru Letn.Angga.

"...Panglima, saya tidak bisa mengatakan apa-apa untuk hal ini..",

 ucap Letn.Vega memegangi keningnya, butiran keringat tampak mengalir dikening mulusnya.

".. Ini diluar kapasitas saya, saya mohon panglima mengambil alih kendali operasi ini..", 

sambung Letn.Vega lagi.

". . . ini sungguh diluar dugaan..", 

sahut Jend.Purnomo yang juga tampak tak percaya.

"Srigala ke Markas Srigala ke Markas..!",

 suara Letn.Angga menggema di loudspeaker ruang komando tersebut.

"Tahan sebentar Letnan.., tahan posisi untuk sementara.., Tari, tetap awasi mereka..", 

ucap Letn.Vega.

"Baik..!", 

sahut Letn.Angga dan Sers.Tari serempak.

"Apa yang sedang terjadi di markas???",

 pikir Letn.Angga dalam hati.

"Dimas.., kau mendengarkan..?", 

tanya Letn.Angga pelan sambil menutup mikropon radio dilehernya.

"Siap! Dengar ndan.., sepertinya keberadaan Paspampres disana membuat kacau markas dan juga misi ini..", 

jawab Sers.Dimas yang juga menutupi mikroponnya.

"Izin ndan, aku rasa juga seperti itu..",

 sahut Sers.Haryo mengiyakan.

"Lalu apa yang akan kita lakukan ndan?",

 tanya Sers.Dimas.

"Hmm...tidak ada, kita tetap akan menunggu perintah selanjutnya, sementara itu tetaplah waspada..", 

jelas Letn.Angga, namun dari raut wajahnya, sepertinya ia juga tampak bingung dengan situasi saat ini.

"Purnomo, sebaiknya kau segera menghubungi pak Presiden serta Mayjen Maryadi, komandan tertinggi pasukan pengamanan presiden, katakan ini darurat..!", 

perintah Pang.Rokhim.

"Baik Panglima.., segera saya akan menghubungi mereka..", 

sahut Jend.Purnomo segera bergegas meninggalkan ruang komando tersebut.

"Panglima...", 

sela Letn.Vega.

"Tidak Letnan, tetaplah pimpin operasi ini.., ini masih dikapasitasmu.., kita tidak tahu pasti para paspampres disana unit lapangan atau yang bertugas sebagai bodyguard presiden, tetap teruskan..",

 kata Pang.Rokhim.

"Tapi panglima.. Ini juga menyangkut keamanan Pak Darwin..", 

jelas Letn.Vega.

" ! "

"Apakah Maksudmu..?!?", 

gumam Pang.Rokhim.

"Ya Panglima.., tidak menutup kemungkinan ada unsur lain dibalik keberadaan Para paspampres disana",

 tambah Letn.Vega.

" . . . "

"Hmm...", 

Pang.Rokhim terhenyak, kecemasan Letnan cantik tersebut dirasa masuk akal.

"Panglima.., masalah ini sungguh besar..! kita harus melakukan sesuatu segera..!", 

sambung Letn.Vega lagi.

"Kau Benar Letnan.., sebaiknya kita tunggu Presiden Darwin dan yang lainnya..", 

sahut Pang.Rokhim.

"Lalu bagaimana dengan misi Tim srigala panglima..?", 

tanya Letn.Vega.

"Segera perintahkan mereka untuk segera bergerak.., lumpuhkan semua musuh, selamatkan Sir Robert.. Kita tak punya banyak waktu, Australia mungkin tak lama lagi akan mengetahui hal ini..",

 perintah Pang.Rokhim.

"Termasuk para Paspampres tersebut..?!", 

tanya Letn.Vega.

"Ya Letnan, tidak ada pilihan lain.., selain itu mereka juga sudah menjadi pembelot..!", 

sahut Pang.Rokhim geram.

"Siap Panglima..!", 

sahut Letn.Vega.

"Markas ke srigala, markas ke srigala.., disini Letnan Vega, masuk..!", 

seru Letn.Vega.

"...Diterima Letnan, Srigala mendengarkan..!", 

sahut Letn.Angga sigap.

"Lanjutkan misi, diulangi.. Lanjutkan misi..!", 

ucap Letn.Vega.

"..hmm?!?", 

Letn.Angga terkejut misi tetap dilanjutkan meskipun terdapat kawan disana.

"Mohon konfirmasi status kawan di lokasi musuh ganti..", 

ucap Letn.Angga berusaha memastikan.


"Status mereka adalah musuh..! Diulangi.. Mereka adalah musuh..!", 

Seru Letn.Vega.

" ?!?! "

Sesaat Letn.Angga dan kedua Sersan yang bersamanya saling pandang, terkejut akan apa yang disampaikan dari markas.

"Diterima.., Srigala segera bergerak, srigala keluar..!", 

sahut Letn.Angga tak ingin berlama-lama memikirkannya.

"Pembelot ndan. . .", 

gumam Sers.Dimas pelan mengerti.

"Yah.., perintah tetap kita harus laksanakan siapa pun musuh yang kita hadapi, meskipun rekan setanah air..

 Sersan Tari, kau mendengar semuanya?", 

sambung Letn.Angga bertanya pada Sers.Tari.

"Sangat jelas Letnan..! Aku mengerti..!",

 sahut Sers.Tari.

"Baiklah.., ayo Dimas, Haryo.. Kita harus cepat..!", 

Seru Letn.Angga sembari bergerak dan segera diikuti kedua Sersan muda tersebut.

"Mereka bergerak Panglima..", 

jelas Letn.Vega.

"Bagus.., teruskan.., lakukan saja apa yang dirasa perlu, dan tetap utamakan keselamatan Sir Robert..!", 

sahut Pang.Rokhim.

"Baik Panglima..!", 

jawab Letn.Vega mengerti.

.........
Sementara itu..

"dimana dia..?", 

tanya seorang anggota Paspampres tersebut kepada salah satu penjaga didepan bangunan hangar dimana Sir Robert ditawan.

"Dia sedang tidak ada.., mengapa kalian datang secepat ini? Ini belum saatnya bagian kalian..", 

jelas seorang penjaga yang berambut cepak tersebut, dari posturnya sepertinya ia juga seorang unit militer.

"Kami tak punya banyak waktu, jika mereka berhasil meyakinkan Australia rencana ini akan gagal..", 

sahut Paspampres tersebut.

"Kami harus segera bertemu dengan dia.., ada pesan dari atasan kami, dan ini penting..!", 

sambung Paspampres tersebut, sementara 2 rekannya tampak mengawasi sekitar.

"Tapi dia sedang tidak disini.., hanya tersisa kami dan dubes Australia itu..",

 jawab penjaga itu lagi.

"Sudah.., sebaiknya kita segera pergi dari sini.., ini sudah terlalu lama.. Akan sangat berbahaya..", 

sela seorang lain Paspampres tersebut mengajak rekannya yang tengah berbicara pada 2 orang penjaga tersebut.

"Ini. . .", 

gumam Sers.Tari.

"Sersan Tari ke markas! Sersan Tari ke markas..!", 

seru Sers.Tari.

" ! "

"Diterima, Disini Markas Sersan..", 

sahut Letn.Vega.

"Sepertinya ketiga Paspampres tersebut akan meninggalkan lokasi..! Apa yang harus saya lakukan..?!?", 

tanya Sers.Tari.

" ! ", 

Letn.Angga juga mendengarkan dan mempercepat pergerakannya.

"Panglima?!?", 

seru Letn.Vega menoleh ke Pang.Rokhim berharap mendapatkan masukan apa yang harus dilakukan.

"Hmm. . ",

Pang.Rokhim hanya menganggukkan kepala pertanda menyerahkan seluruh tindakan kepada Letnan Vega.

"Markas..! Apa yang harus saya lakukan!??",

Sers.Tari terys bertanya.

Sejenak Letn.Vega mengepalkan tangannya sembari menarik nafas berat.

"Srigala, dimana posisimu..?", 

tanya Letn.Vega.

"Sekitar 30 meter dari lokasi target dan sudah terlihat..!", 

sahut Letn.Angga.

"Bagus, perintah eksekusi sudah jelas dari awal.., jangan biarkan mereka lolos, Tari lumpuhkan mereka!!!", 

seru Letn.Vega.

"Baik..!", 

jawab Sers.Tari sembari mengokang senapannya dan menempatkan titik bidik teropongnya didada salah seorang anggota Paspampres tersebut.

"Srigala..! masuk dan temukan Sir Robert! Dan Tunggu aba-aba dari Sersan Tari..!", 

seru Letn.Vega mengarahkan.

"Baik..!", 

sahut Letn.Angga sambil menyusun formasi bersama Sers.Dimas dan Haryo.

"Sersan.. Kami bergerak setelahmu!",

 ucap Letn.Angga.

"Diterima Letnan..", 

sahut Sers.Tari bersiap menekan picu senapannya.

"Dimas, Haryo.. Bersiaplah.. kita lakukan dengan bergerak menusuk mendekat dari arah belakang, lumpuhkan semua musuh yang terlihat dalam jarak tembak!", 

seru Letn.Angga sembari memasang peredam di senjatanya, begitu juga Sers.Dimas dan sers.Haryo.

..........
"TASH..!"

Sers.Tari melepaskan tembakan.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...