Jumat, 13 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 54

★HENING★ Part 54 



" BEGIN "




Markas Pusat, Jakarta.

"Pasukan di garis luar telah menemukan mereka..?!",

 seru Jend.Purnomo.

"Yah, itu sudah dikonfirmasi kebenarannya.. Dan saya kira ini merupakan suatu hal yang bisa dibanggakan, meskipun ini tak bisa di publikasikan..", 

sahut Pang.Rokhim.

"Lalu apakah mereka semua selamat?",

 tanya Jend.Purnomo sembari melirik Letn.Vega yang tampak senang mendengar berita keberhasilan Elang dan yang lainnya.

"Hmm.. Mengenai hal itu, belum bisa dipastikan.. Sebab pada kenyataannya mereka semua dalam keadaan kritis..",

 jelas Pang.Rokhim.

"Kritis..?", 

sela Letn.Vega yang raut wajahnya berubah penuh kecemasan.

"Yah.., hanya sebatas ini informasi yang bisa kita dapatkan mengingat keadaan disana belum stabil..", 

sahut Pang.Rokhim.

Sejenak Letn.Vega dan Jend.Rokhim terdiam, pikiran mereka berkecamuk berharap tak terjadi apa-apa pada Elang dan yang lainnya.

Sementara itu seorang wanita berseragam PDH TNI tampak baru saja turun dari sebuah angkot dan langsung berjalan menyusuri trotoar dekat dengan Markas pusat tersebut.

Sers.Tari, berjalan pelan segera memasuki area markas pusat komando, logo dan brevet yang tertera diseragamnya tampak membuat beberapa prajurit berpangkat Sersan yang bertugas menjaga pintu masuk Markas besar tersebut tak begitu berani mengajukan banyak pertanyaan, hanya sekedar menegur sapa dan memberi hormat dan dibalas dengan ramah oleh Sers.Tari.

"Kakak pasti akan sangat terkejut dengan kehadiranku dikantornya.., aku juga akan menghadap Jendral untuk mengetahui perkembangan kasus Elang.., huhhh..", 

gumam Sers.Tari dalam hati.

........
Kedubes Australia, Jakarta.

Sir Robert Hawkins tampak sedang menerima telepon, sepertinya ia mendapat telepon langsung dari negara asalnya Australia untuk memberi tahu sejumlah rencana penyadapan yang akan segera dilakukan.

" ! "

"Maaf Rosh.., apa ini sudah mendapatkan persetujuan? Aku merasa rencana ini terlalu berbahaya..", 

ucap Sir Robert melalui teleponnya, sepertinya ia mendapat telepon dari Jend.Rosh Chief dari divisi mata-mata (ASIS).

"Ya.., baiklah.. Aku mengerti.., daratkan saja mereka kemari, setelah itu akan kucari akses untuk memulainya, meskipun itu akan sulit.., baiklah..",

 ucap Sir Robert sembari menutup telepon.

" Tab..!"

Secara tiba-tiba beberapa orang berpakaian safari hitam masuk secara paksa ke ruang kerja Sir Robert.

" ! "

"Ada apa ini..? Siapa kalian dan ada apa..?",

 tanya Sir Robert bangkit dari kursinya.

"Maaf pak, saya sarankan bapak segera ikut kami..", 

kata seseorang salah satu dari mereka.

"Apa ini penangkapan..? Kalian tau siapa saya..?", 

sahut Sir Robert.

"Kami tahu dengan sangat jelas bahwa anda adalah seorang mentri Australia.., sekarang saya mohon anda segera ikut dengan kami pak..", 

ucap seseorang itu lagi.

" ! ", 

kali ini Sir Robert sedikit tertekan melihat ekspresi mereka yang tak bergeming sedikitpun meskipun mengetahui bahwa ia seorang mentri dari Australia.

"Sebentar.., aku harus menghubungi negaraku..", 

pinta Sir Robert.

Namun segera saja salah satu dari mereka memerintahkan rekan-rekannya untuk segera mengamankan Sir Robert, sepertinya mereka adalah orang-orang dari divisi BIN atau Sandi Yudha Kopassus, dilihat dari potongan rambut mereka yang tak semuanya cepak mencitrakan aparat militer, menunjukan mereka adalah unit mata-mata.

"Hey..! Apa kalian tidak berlebihan..?! Katakan..! Apa alasan kalian menangkapku..??!?", 

tanya Sir Robert sembari berusaha melepaskan cengkraman mereka.

"Kami sudah mengamati anda.., tentu anda tahu tentang tewasnya orang-orang berkebangsaan Amerika itu kan..? Bukankah mereka tamu-tamu anda pak mentri..?", 

ucap seorang yang tengah mencengkramnya.

" ... "

Mendengar itu Sir Robert terdiam dan pasrah dirinya dibawa oleh mereka.

Tak berapa lama kemudian, Sir Robert Hawkins telah dibawa pergi oleh mereka menggunakan Suv hitam yang langsung melaju kencang ketika keluar dari halaman Kedubes tersebut menuju jalan raya, sementara para petugas yang menjaga pintu gerbang hanya diam tak bisa berbuat banyak.

"Hmm..? Ada apa ini..? Apa ada sesuatu yang sedang terjadi dengan Australia..?",

 gumam seseorang yang memperhatikan dari jauh, dari balik kaca mobil yang terparkir sekitar 20 meter dari Kedubes Australia.

"Dari gerak geriknya, itu mungkin inteligen kopassus.., hmm..kurasa aku harus mulai bergerak sekarang..",

 gumam orang tersebut yang tak lain adalah Heru.

Dan segera saja ia memacu mobilnya berniat mengikuti Mobil-mobil hitam tadi.

........
Di lain tempat..
Kediaman Jendral Irwan.

Di beranda rumahnya Jendral.Irwan tampak sedang menerima sejumlah dokumen dari seorang berpakaian militer yang langsung buru-buru pergi setelah menyerahkan dokumen tersebut.

Segera saja Jend.Irwan masuk dan langsung membuka map Dokumen tersebut.

" !?!? "

"Hmm..? Sepertinya aku pernah melihat mereka semua..", 

gumam Jend.Irwan begitu melihat isi dokumen tersebut yang menampangkan tiga buah foto yang berseragam militer.

" Dia..?!?!", 

ucap Jend.Irwan mengenal jelas salah satu foto dari ketiga foto tersebut.

"Sepertinya dewi fortuna kali ini sedang berpihak padaku..hehheh...., aku harus segera memberi tahu bocah tersebut..",

 Gumam Jend.Irwan tersenyum sinis sembari buru-buru mengambil ponselnya.

" ..tut..tut.."

Dilain sisi ternyata Jend.Irwan menelpon Heru.

"Ada apa Jendral..?", 

tanya Heru mengangkat teleponnya.

"Mengenai misi itu.., aku sudah mendapatkannya..",

 kata Jend.Irwan.

"Misi..?", 

sejenak Heru teringat akan perubahan misi yang baru mereka dapat 2 jam yang lalu, yaitu misi mencari data akurat tentang operasi pembunuhan Sir Malloney.

"Secepat itukah anda mendapatkannya..?", 

tanya Heru.

"Heheh.., meskipun aku sedang dinonaktifkan.., aku tetaplah seorang jendral, masih banyak kolegaku di pusat..", 

jawab Jend.Irwan tertawa.

"Baiklah, segera kirimkan padaku..!",

 ucap Heru.

"Baiklah.., ingat..setelah ini aku keluar dari sini.. Aku tak ingin terjerumus lebih dalam lagi.., kelihatannya keadaan sedang tak begitu bagus sekarang..",

 kata Jend.Irwan yang tak ingin lagi menjadi spion Amerika.

"Baiklah, aku mengerti.. Aku tak akan mengganggumu lagi dari sekarang.., oke, kalau begitu segera kirimkan data itu kepadaku..", 

sahut Heru.

"Tentu saja..",

 jawab Jend.Irwan sembari menutup teleponnya dan buru-buru menuju komputernya.

Begitu juga dengan Heru yang mengurungkan niatnya untuk mengikuti Mobil yang membawa Sir Robert, ia segera menepikan mobilnya dan segera membuka laptopnya.

Buru-buru ia membuka Emailnya.

" !!! "

"Dia lagi...", 

gumam Heru melihat dokumen yang dikirimkan oleh Jend.Irwan yang menampilkan foto Elang, serta Mahda, dan Adam.

"Kali ini kau tak akan lolos..",

 Ucap Heru sembari menatap tajam foto Elang.

..........
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...