Selasa, 03 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 46

★HENING★ Part 46 




" THE GREEN BERETS IS READY..! "




Markas Pusat, Jakarta

Keadaan ruang komando utama yang semula lengang seketika penuh kesibukan, Jendral Purnomo, Danjen Kopassus Mayjen Rizal, dan bahkan Panglima Rokhim buru-buru datang sesaat setelah kabar tewasnya Mentri pertahanan Amerika di wamena Papua tersebar dengan cepat, tampak juga Letnan Vega yang sedari tadi memang sudah berada disitu.

"Letnan, jelaskan situasinya..", 

perintah Panglima Rokhim.

"Baik panglima..", 

ucap Letn.Vega sembari membuka catatan yang baru saja ia dapat sesaat sebelumnya.

"Kabar tewasnya Mentri pertahanan Amerika sudah dikonfirmasi kebenarannya pak.., saya rasa Letnan Adam dan lainnya berhasil..", 

jelas Letnan Vega.

"Bagus..! Biar mereka tahu sedang bermain dimana..", 

ucap Panglima Rokhim gembira.

Begitu juga dengan Jendral Purnomo yang tampak senang mendengar berita tersebut.

"Tapi pak ada sesuatu yang sedang terjadi..", 

sela Letn.Vega.

"Apa itu Letnan?", 

tanya Pang.Rokhim.

"Yonif 756 Pos Napua, yang berada di Wamena melaporkan sedang ikut melakukan pengejaran terhadap sejumlah pemberontak yang diduga membunuh Mentri Amerika tersebut..",

 jelas Letn.Vega kembali.

" Apa..?", 

panglima Rokhim terkejut.

"Itu berarti mereka sedang mengejar Adam dan yang lainnya..", 

sela Mayjen Rizal dengan mimik tegang.

"Itu benar.., Panglima.. Apa yang harus kita lakukan..?", 

tanya Jendral Purnomo.

Sejenak Panglima Rokhim tampak diam memikirkan sesuatu.

"Maaf.., sebelumnya kami datang terlambat..", 

Menhan Suprapto tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut diikuti beberapa prajurit dengan pakaian safari.

Tak lama Presiden Darwinsyah juga masuk ke ruang komando markas tersebut.

"Beri hormat..!", 

sigap Panglima rokhim memberi hormat dan diikuti yang lainnya begitu menyadari orang nomor satu bumi pertiwi hadir diruang komando-nya.

"Istirahat..", 

ucap Pres.Darwin, Panglima dan yang lainnya menurunkan penghormatannya serempak.

"Saya rasa saya harus hadir disini.., saya tak bisa hanya duduk diam ketika kalian sibuk memikirkan keamanan negara ini..",

 ucap Pres.Darwin lagi.

"Terima kasih pak presiden..", 

sahut Panglima Rokhim.

"Pak suprapto.., tolong jelaskan apa yang baru saja anda dapatkan..", 

pinta Presiden Darwin sembari duduk di salah satu kursi ruangan itu.

"Baik pak presiden.."

"Semuanya, kita mendapat info yang sangat mengejutkan.., pihak Amerika meminta izin pada kita untuk memburu pemberontak yang membunuh mentri mereka di wamena, papua.. Saya yakin mereka tahu itu ulah kita, namun mereka berusaha untuk membuktikannya pada dunia agar mereka dapat dengan mudah menguasai dan menghancurkan kita..",

 jelas Menhan Suprapto.

Semua mendengarkan dengan seksama, namun mereka tak dapat menutupi ekspresi terkejutnya mereka atas info tersebut.

"Lalu.. Anda mengizinkannya..?",

 tanya Jendral Purnomo.

"Tidak ada pilihan lain.. Atau kita akan dicurigai PBB sebagai penyulut peperangan dengan membunuh seorang mentri negara lain..", 

jawab Menhan Suprapto.

"Tapi dengan begitu anak-anak kita berada dalam bahaya pak..!?!", 

seru Jendral Purnomo mencemaskan Elang dan yang lainnya.

"Itu benar.., saya rasa kita tak mungkin membiarkan mereka mendapatkan prajurit-prajurit kita itu..", 

sambung Mayjen Rizal yang juga mencemaskan prajurit-prajurit terbaiknya itu.

"Tenanglah kalian berdua.., maka dari itu kita harus melakukan sesuatu..", 

sahut Menhan Suprapto.

Semua tampak diam berusaha memikirkan suatu jalan terbaik dalam situasi seperti ini.

"Adakah dari kalian yang mempunyai rencana..?", 

kali ini Presiden Darwin tampak mulai merasakan aura ketegangan situasi ini, terlihat dari butiran keringat didahinya.

"Saya punya rencana pak..", 

Letnan Vega mengangkat tangannya.

"Seorang Letnan?", 

gumam Pres.Darwin dalam hati meragukan Letnan Cantik tersebut.

"Baiklah.., jelaskan rencanamu Letnan..",

 Pres.Darwin mempersilahkannya.

"Terima kasih pak.., sebaiknya kita mulai dengan membiarkan militer Amerika mengambil alih penuh operasi pengejaran terhadap Tim Lettu Adam disana agar satuan militer kita di wamena khususnya dari Yonif 756, tidak terlibat baku tembak dengan tim Lettu Adam apabila situasi semakin memburuk..

Tentu kita tak ingin prajurit-prajurit kita saling bunuh...", 

jelas Letn.Vega.

"Ide bagus.., teruskan..", 

ucap Menhan Suprapto sembari mencatat ide rencana Letnan Cantik itu.

"Terima kasih pak Menhan, tapi sebelumnya, apakah anda tahu pasukan apa yang akan diterjunkan oleh mereka?", 

tanya Letnan Vega.

"Yah, mereka akan menurunkan 'Green Berets' mereka disana..", 

jawab Menhan Suprapto.

"Jadi begitu.., mereka menerjunkan pasukan mereka yang pernah berhadapan dengan kopassus kita.., jelas sekali mereka sangat berhati-hati akan hal ini.., maka dari itu kita juga harus mengirimkan sejumlah pasukan kita untuk membantu tim Lettu Adam disana..",

 sambung Letnan Vega.

"Tunggu Letnan, itu bisa memperjelas bukti mereka bahwa pasukan khusus kita yang melakukannya jika kita mengirim bantuan tempur...", 

sela Panglima Rokhim.

"Saya tahu panglima, maksud saya adalah.. kita mengirim sejumlah pasukan dan menempatkannya di garis pegunungan jayawijaya, kita katakan pada mereka bahwa itu adalah pasukan yang rutin mennyisir kawasan itu dari pemberontak..", 

jelas Letn.Vega.

"Lalu menggunakan pasukan itu sebagai tim penjemput Tim Lettu Adam.., hmm itu rencana yang sangat bagus Letnan.. Tapi apakah bisa dipastikan Lettu Adam dan yang lainnya akan mengarah ke arah pasukan yang kita tempatkan itu? Itu mengharuskan mereka melewati Lembah baliem pegunungan jayawijaya..", 

sambung Menhan Suprapto yang sudah mempelajari daerah tersebut.

"Soal itu, tanyakan pada Mayjen rizal..",

 jawab Letn.Vega.

"Yah, itu masuk akal.. Standar operasi rahasia adalah menjauhi pusat keramaian.., tentu saja tim Lettu Adam akan mengarah ke pegunungan Jayawijaya dan bertemu dengan pasukan yang kita siapkan..", 

ucap Mayjen Rizal langsung menanggapi.

"Bagaimana Pak presiden..?", 

Menhan Suprapto bertanya.

Pres.Darwin sejenak melirik Letnan Vega.

"Bagaimana menurutmu Rokhim..?",

 tanya Pres.Darwin berusaha mendapatkan masukan meskipun menurutnya itu rencana yang bagus.

"Saya setuju sekali dengan rencana Letnan ini..",

 jawab Pang.Rokhim.

Presiden Darwin menarik nafas berat, sepertinya ia telah meragukan kemampuan Letnan cantik ini.

"Baiklah.., kita lakukan..!", 

ucap Presiden Darwin.

"Baik pak presiden.., Mayjen Rizal.. Segera kirim prajurit terbaikmu..!",

 perintah Pang.Rokhim.

"Siap panglima..!", 

sahut Mayjen Rizal harahap sebagai Danjen Kopassus untuk mengirimkan prajurit terbaik lainnya.

"Baik, kalau begitu saya segera menghubungi pihak Amerika untuk memberikan Izin ke mereka..", 

ucap Menhan Suprapto.

"Letnan..!", 

panggil pres.Darwin,

"Siap pak presiden..", 

sahut Letnan Vega.

"Kerja bagus..!", 

puji Presiden Darwin.

"Terima kasih pak presiden..", 

jawab Letnan Vega.

..........
Green Berets (USSF), Fort bragg, US..
Detachment-A (ODA)

Jendral Bannet tampak mengumpulkan sejumlah prajurit terbaiknya disebuah ruangan, dihadapannya berdiri 12 orang terbaik dari yang terbaik dikesatuan mereka. 'The Green Berets'.

"Dengarkan semuanya..! Kalian akan ditugaskan dalam sebuah misi rahasia di indonesia, namun ada suatu hal yang menarik disini.. Karena kita menggantikan unit Delta O'Connor yang gagal., maka dari itu aku tak ingin kalian gagal.. Mengerti..!", 

seru Jendral Bannett dengan semangat yang membara.

"Mengerti..pak!!!", 

sahut ke-12 prajurit tersebut kompak.
sementara itu tampak seorang berpangkat Major mendekat dan berbisik pada Jend.Bannett.

"Baguslah..", 

gumam Jend.Bannett.

"Dengarkan..! Kita sudah mendapat izin..! Sekarang kemasi barang kalian.. Kita berangkat Prajurit..!",

 seru Jend.Bannett sembari mengacungkan tangannya ke atas yang diikuti oleh ke-12 prajurit terbaiknya itu diiringi gemuruh sorak mereka bersemangat.

.......
Sementara itu...

"Tunggu sebentar..!", 

seru Elang ditengah pergerakan mereka menjauh dari kejaran unit gabungan militer setempat.

"Ada apa..?",

 tanya Mahda dengan nafas terengah-engah, sementara Adam tampak bersiaga memperhatikan sekitar.

"Ada yang aneh..!", 

ucap Elang.

"Apa maksudmu..?", 

tanya Mahda lagi.

"Mengapa tidak terdengar lagi mereka mengejar kita..?", 

jelas Elang sambil buru-buru mengambil senapan M40-nya dan mulai melihat sekitar dengan teropongnya.

"Ada apa?",

 tanya Adam mendekati Elang.

"Mereka hanya berjaga dan tidak mengejar kita..",

 sahut Elang melihat sejumlah pasukan gabungan yang mengejar mereka hanya berjaga-jaga dibatas kota dan kawasan hutan yang baru saja mereka masuki.

"Lalu artinya??", 

tanya Adam lagi.

Elang menyudahi pengamatan dari teropong M40-nya,

"Sepertinya akan ada tim khusus yang akan mengejar kita..", 

jelas Elang.

Sejenak Adam tampak berfikir berusaha menduga-duga pasukan khusus dari unit mana yang akan mengejar mereka.


"Sudahlah.., sebaiknya kita terus bergerak.. Siapapun dan dari manapun mereka yang mengejar kita akan kita habisi..!",

 seru Elang bersemangat, namun tatapan dingin matanya seakan menunjukan aura pembunuh yang mengalir didarahnya.

"Ayo..", 

Elang kembali bergerak.

"Aku tak tahu bagaimana orang ini dilatih..", 

gumam Adam sambil melirik Elang yang beranjak pergi..

"Entahlah.., tapi aku rasa ia mempunyai sesuatu yang membuatku ingin berjuang bersamanya..", 

sahut Mahda.

"Seperti apa itu..?", 

tanya Adam lagi.

"Hmm..entahlah, itu sulit dijelaskan..",

 sahut Mahda lagi.

"Hey, sedang apa kalian? Ayo, aku tak ingin kehilangan salah satu dari kita lagi..", 

seru Elang memanngil mereka.

"Yah, tunggu kami..",

 sahut Mahda segera bergerak menyusul Elang didepannya.

"Aku rasa aku mengerti sekarang..", 

ucap Adam yang berjalan disebelah Mahda.

"benarkah..? Bagus, ayo kita susul dia..",

 sahut Mahda.

Mereka berdua segera berlari menyusul Elang didepan, sementara jauh dihadapan mereka bertiga terhampar deretan pegunungan dikelilingi hutan lebat Lembah Baliem.

........
Biografi "Lettu Adam"

Bernama Lengkap Muhammad Adamsyah
Lahir pada 25 April 1984 di Bekasi, Jakarta timur.

Anak pertama dari 3 bersaudara, dua orang adiknya adalah perempuan.
Kedua adiknya bekerja sebagai pegawai bank dan guru.

Ayahnya adalah seorang pedagang bakso keliling yang saat ini sudah menjadi pengusaha restoran di jakarta.
Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.

Sejak kecil Adam sudah tertarik dengan dunia militer dari ayahnya, ayahnya dari dulu memang ingin anak lelaki satu-satunya itu menjadi seorang prajurit karena ayahnya pernah mengikuti tes masuk prajurit namun tidak lulus.

Ia lulus pendidikan militer dengan nilai yang bagus, serta ketahanan fisik yang luar biasa..karena itu ia direkrut ke Kopassus dan bergabung dengan regu 4.

Dengan kesuksesan hingga 98% dari tiap misi yang diembannya, tak heran ia ditempatkan sebagai salah satu prajurit terbaik.

Ia diceritakan pernah mengalahkan seorang prajurit pasukan Khusus Amerika dipedalaman hutan papua, namun ia tak berhasil membunuh prajurit tersebut, Namun berkat pengalamannya itu, membuat kepercayaan diri satuannya semakin tinggi.

Sebenarnya Lettu Adam telah menikah dan memiliki seorang anak, namun ia bercerai dengan istrinya yang merasa Adam lebih mementingkan tugas negara ketimbang keluarga.

istrinya pergi membawa anak laki-lakinya yang saat itu baru berumur 8 bulan.

Para Anak buahnya di regu 4 Kopassus menjulukinya "Duren"
atau Danru Keren, sebuah plesetan dari status duda lettu Adam.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...