Jumat, 06 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 49 PART 1

★HENING★ Part 49 (1) 




" GERILYA "




"Srkkhhh!"

Peluru yang ditembakkan sers.Hoftman menghantam tanah, hanya beberapa inci saja dari kaki Elang.

"Hoftman..! Apa kau mengenainya..?!",

 seru Kapt.Sherman.

"Negatif chief..!", 

jawab Sers.Hoftman sembari terus mengamati dari balik teropongnya.

"Sial.., semuanya., bergerak..!", 

perintah Kapt.Sherman memanfaatkan kesempatan waktu yang ada sebelum sang Sniper diseberang sana kembali beraksi.

Sontak seluruh pasukannya bergerak, tampak beberapa dari mereka menyeret tubuh rekannya yang tertembak di awal-awal.

"Hoftman..! Aku bergerak.., lindungi aku..!", 

seru Sers.Willy sembari berlari menuruni lereng menyusul rekan-rekannya dibawah.

"Baik..!", 

sahut sers.Hoftman bersiap siaga dengan M8 barret-nya.

Sers.Willy bergerak cepat menuruni lereng tersebut sambil sesekali menjadikan batang pohon sebagai pegangan.

Sementara jauh dari situ Elang tampak sudah siap menembak diposisi yang baru, berjongkok dibalik sebuah batang pohon besar.

"Dalam perang, sebaiknya lumpuhkan dulu penembak mereka..",

 gumam Elang bersiap menekan picu senapannya.

Sers.Hoftman tampak menyusuri mencari posisi Elang melalui teropongnya..

"Oh Shit..!"

Sesaat ia terkejut menyadari Elang tersenyum dari balik teropongnya.

"Dash..!"

Sers.Hoftman roboh dengan lubang dikepala.

"Hoftman...!!!", 

teriak sers.Willy terkejut musuh menembak rekannya dan bukan dirinya yang sedang dalam area terbuka.

Tembakan pertama sers.Hoftman secara tak langsung memberi tahu posisinya pada Elang, sehingga Elang memutuskan untuk menghabisinya terlebih dahulu mengingat Hoftman telah mengetahui posisinya.

"Sial..! Berlindung..! Aku bilang berlindung..!", 

seru Kapt.Sherman.

"Bagaimana keadaannya?", 

tanya Kapt.Sherman kepada seorang anak buahnya yang sedang membawa jasad rekannya.

"Ia telah gugur Chief..", 

jawab prajurit tersebut.

"Hoftman masuk! Hoftman..!, Willy..! Bagaimana dengan Hoftman..?!", 

tanya Kapt.Sherman.

"Hoftman telah tewas Chief..",

 sahut Sers.Willy yang masih bersembunyi dibalik batang pohon.

"Sial.., dia mengincar kami terlebih dahulu..",

 gumam sers.Willy menyadari prosedur tempur seorang sniper yang diterapkan oleh Elang.

"sial..., tak ku kira akan seperti ini, aku terlalu meremehkan mereka", 

gumam Kapt.Sherman dalam hati, ia mulai gusar karena telah kehilangan 2 orang anak buahnya sore ini.

"Chief.. Bagaimana sekarang?", 

tanya sers.Harry.

"Di atas sana seorang sniper sedang menunggu kita.., sebaiknya kita tunggu sampai gelap.., itu akan menyulitkannya..", 

jawab Kapt.Sherman menengadahkan kepalanya keatas, melihat perbukitan yang terpampang dihadapannya, seolah bak arena pembantaian jika ia dan anak buahnya melewatinya sekarang.

"Baik chief..", 

sahut Sers.Harry sembari melirik perbukitan didepannya, memperhitungkan sudut kemiringan yang menguntungkan mereka, karena Elang tidak bisa menjangkau area yang berada dibawah tersebut karena tertutup rimbunnya pepohonan.

"Mereka berhenti..", 

gumam Elang.

" !!! "

Elang mendadak berbalik sembari mencabut sangkurnya.

" Ini aku..? ? ?",

 ucap Mahda terkejut menyadari Sangkur Elang menempel dilehernya.

"Maaf..", 

ucap Elang sambil melepaskan cengkramannya.

"Ehkk.., hampir saja kau membunuhku..",

 gumam Mahda memegangi lehernya.

"Maaf.., aku terlalu waspada..", 

jawab Elang sembari menyimpan sangkurnya kembali.

"Sudahlah, dimana dan siapa mereka??",

 tanya Mahda.

"Mereka berada dibawah lereng.., dari simbol dilengan mereka.. Mereka adalah..", 

ucap Elang..

"Siapa..? Berapa banyak mereka?",

 Mahda penasaran.

"Pasukan khusus Amerika, Green Berrets.. Mereka Berjumlah sekitar 10 lebih! Aku tak tau pasti.., tapi aku sudah merobohkan 2 orang dari mereka", 

jelas Elang.

"Hmm.. Mereka mengirim 12 orang pasukan baret hijau mereka kesini, sungguh mengejutkan.., sepertinya mereka sangat menginginkan kita..",

 tanggap Mahda.

"Sepertinya mereka menunggu gelap..",

 ucap Elang membaca situasi mengingat pasukan Kapt.Sherman tak melakukan serangan balasan.

"Yah.., kita harus bersiap.., lagipula tak lama lagi mungkin akan turun hujan, ayo..",

 sahut Mahda sembari kembali bergerak kembali ke tempat dimana Adam berada diikuti Elang menembus lebatnya hutan.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...