★HENING★ Part 60
" BANTUAN ATAU ANCAMAN? "
"Apa yang mereka bicarakan?",
tanya Pang.Rokhim beranjak bangun dari tempat duduknya, sejenak ia berusaha mengkaji percakapan Letnan Angga beserta anak buahnya yang terdengar jelas di loudspeaker ruang komando tersebut.
".. Saya rasa mereka mendapatkan sebuah petunjuk Panglima..",
sahut Letn.Vega.
"Petunjuk..? Maksudmu Letnan?",
tanya Pang.Rokhim lagi sembari mendekat dan bergabung dengan Letnan Vega.
"..dari pembicaraan mereka.. Sepertinya musuh merupakan orang-orang yang sangat terlatih..",
jawab Letn.Vega dengan mimik serius.
"Orang-orang terlatih..? Seperti prajurit-prajurit pembelot? Atau menurutmu semacam yang lain?",
tanya Pang.Rokhim.
"..mungkin tepat seperti itu Panglima, yang jadi pertanyaan adalah.. Siapa musuh kita..? Saya hanya mengkhawatirkan jika musuh merupakan prajurit jebolan setingkat komando..itu akan sangat menyulitkan Letnan Angga dan yang lainnya..",
jelas Letn.Vega mengutarakan kecemasannya.
"Hmm..kau benar Letnan.., sepertinya kita harus mengirimkan bantuan..",
ucap Pang.Rokhim.
"Tidak Panglima..., itu akan memakan banyak waktu, biarkan operasi ini tetap rahasia.. Sebaiknya kita tunggu bala bantuan tak resmi..",
sahut Letn.Vega tenang.
"Bala bantuan tak resmi? Apa Maksudmu Letnan?",
tanya Pang.Rokhim tak mengerti.
".. Sepertinya ada sejumlah warga sekitar yang mendengar keributan disana.., dan mereka melaporkannya pada polisi setempat.. Dan sepertinya polisi sedang dalam perjalanan..",
jelas Letn.Vega sembari menunjuk seorang prajurit operator komunikasi yang mengkonfirmasi kejadian itu.
"Hmm... Sepertinya ini semakin rumit, bagaimana jika satuan polri menemukan para paspampres yang tergeletak disana? Ini akan menjadi berita besar.., belum lagi kehadiran Tim Srigala..",
ucap Pang.Rokhim sambil mengacungkan jempolnya pada operator yang berhasil menyalin komunikasi utama polri di daerah yang sedang dilakukan operasi.
".. Kita tidak punya pilihan lain.., misi kita adalah menyelamatkan Sir Robert meskipun keributan skala besar pasti akan terjadi.., saya akan segera menyampaikan ini pada mereka disana..",
sahut Letn.Vega sembari meraih mikropon utama di ruang komando tersebut.
"Markas ke srigala.. Markas ke srigala.. Disini Letnan Vega, apa kalian mendengarku?",
seru Letn.Vega.
"... Diterima Letnan.., sepertinya kami dalam masalah.., kami kalah jumlah dan butuh bantuan..!",
sahut Letn.Angga sembari memberi kode kepada Sersan Dimas dan Sersan Haryo untuk mengawasi sekitar sementara ia berkomunikasi dengan Markas.
"Saya mengerti Letnan.., tunggu sejenak.. Satuan Polri akan segera sampai disana, hanya itu bantuan kalian..!",
ucap Letn.Vega.
"Polisi??? Apa terjadi kesalahan sehingga bantuannya hanya berupa polisi dan bukan pasukan khusus??",
tanya Letn.Angga.
"Tidak Letnan, itu bantuan tak resmi.. Polisi itu hanya ingin mengamankan keributan yang terjadi disana.., bukan untuk memBack-up kalian..! Misi ini tetap rahasia.., lanjutkan misi dengan cepat..!",
seru Letn.Vega.
"..."
Sejenak Letn.Angga terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"...baik, aku mengerti.., srigala keluar..!",
ucap Letn.Angga.
"Tari.. Tari! Apa kau mendengarku?",
panggil Letn.Angga.
"Sangat jelas Letnan..",
sahut Sers.Tari.
"Berikan tembakan pengacau situasi.., beri kami ketegangan disini..!",
seru Letn.Angga.
"..aku mengerti Letnan.., bersiaplah..!",
jawab Letn.Tari.
"Dimas, siapkan flashbang..! Haryo lindungi aku 4 meter kedepan!",
perintah Letn.Angga.
Sersan Haryo sejenak melirik kedepan melihat deretan mesin-mesin rusak yang berjejer.
"Baik.., saya mengerti ndan!",
sahut Sers.Haryo sembari bersiap pada posisi menembak.
"Dimas! Tunggu aba-aba dari ku..!",
ucap Letn.Angga.
"Baik ndan!",
sahut Sers.Dimas.
"Sersan..!",
seru Letn.Angga.
"..diterima!",
sahut Sers.Tari yang sedari tadi telah bersiap menekan picu.
"Tash!..klek Tash..! Klek Tash..!"
" ! "
Sejumlah eks.Kopaskhas yang berada dibagian depan gedung buru-buru memendam kepala mereka ketika timah-timah panas yang dilepaskan Sers.Tari menghantam Materil-materil yang melindungi mereka.
Sementara Eks.Kopaskhas yang berada didalam sesaat teralihkan dengan gemuruh tembakan dari senapan Sers.Tari.
" ! "
Segera saja Letn.Angga keluar dan berlari maju kedepan diiringi tembakan perlindungan dari Sers.Haryo.
"Tash..tash..tashtashtash..!"
" ! "
Para Eks.Kopaskhas itu mendadak terkejut mengetahui rentetan tembakan mengerah ke arah mereka.
"Dimas!",
seru Letn.Angga.
" ! "
Segera saja Sers.Dimas melemparkan Flashbang yang sedari tadi telah ia persiapkan ke arah depan.
"Teng..teng.."
Flashbang itu jatuh dan menggelinding pelan.
"Sial..!",
gumam Letn.Angga menyadari lemparan Sers.Dimas tak sampai ke posisi dimana para musuh berada.
" ! "
Segera saja Letn.Angga berlari dan melompat menyongsong Flashbang yang dilemparkan Sers.Dimas.
Menyadari keberadaan Letn.Angga, para Eks.Kopaskhas tersebut segera menembaki Danru Raider tim srigala tersebut.
"Sialan kalian..!",
umpat Letn.Angga sembari melompat meluncur dilantai dan menendang Flashbang yang segera akan meledak itu ke arah para Eks.Kopaskhas yang menembakinya, dan segera bersembunyi dibalik dinamo tua tak jauh darinya dan menundukkan kepalanya, tampak Sers.Dimas dan Sers.Haryo juga menundukkan diri mereka dibalik dinamo-dinamo tua tempat mereka berlindung.
" !!! "
Sesaat sejumlah Eks.kopaskhas tersebut terkejut melihat sebuah benda terjatuh di tengah-tengah mereka, beberapa diantara mereka yang telah menyadari benda itu adalah granat kejut, berusaha mundur dengan cepat.
"BAMPPPP..!"
Flashbang itu meledak, membuat sejumlah dari mereka mengalami buta sesaat dengan keperihan yang melanda mata mereka.
"Dimas..! Haryo..!",
seru Letn.Angga sembari bangkit dan mulai menembaki sosok-sosok Eks.kopaskhas yang pada limbung dan tanpa mereka sadari mereka telah beranjak keluar dari persembunyian mereka.
"Tash..Tastashtashtastash.."
Peluru-peluru yang dilepaskan Letn.Angga beberapa kali merobohkan sejumlah Eks.Kopaskhas tersebut, sejenak Letn.Angga menepi disudut dinding untuk mengganti magazennya dan digantikan oleh Sers.Dimas dan Sers.Haryo untuk menggempur musuh yang tampak jelas didepan mereka.
"Tash..tastastashtashtash.."
Butiran-butiran peluru riuh halang melintang diruangan tersebut, tak jarang desing peluru yang tak tepat sasaran dan menghantam dinding maupun materil yang terbuat dari besi membuat ramai ruangan tersebut.
"..perimeter..!",
seru Letn.Angga sembari bangkit maju dan berhenti dibalik dinding pembatas ruangan tadi keruangan selanjutnya, mirip misi penggrebekan di kebanyakan game online.
" ! "
Segera saja Sers.Dimas dan Sers.Haryo juga mengambil posisi bersembunyi di balik dinding bersebrangan dengan Letn.Angga.
"Huh..huh..",
engah Letn.Angga sembari menikamkan Sangkurnya ke dada seorang musuh yang masih bergerak di dekatnya meskipun tubuhnya dipenuhi luka tembakan.
"Dimas..Haryo! Bagaimana keadaan kalian!?",
tanya Letn.Angga.
"Siap.., kami tidak apa-apa ndan..!",
sahut Sers.Dimas.
"Bagaimana dengan anda ndan?!",
tanya Sers.Haryo.
"Hmm..aku tak apa.., tetap waspada..!",
ucap Letn.Angga sembari mengusap darah di lengan kirinya, sepertinya ia terserempet sebutir peluru.
"Mereka mengacaukan kita.., semuanya..! Berhentilah menganggap remeh..! Kita harus lebih berhati-hati..!",
seru seorang Eks.kopaskhas kepada tiga orang didekatnya, sepertinya mereka yang berhasil lolos dari serangan kejut tim Letn.Angga.
"Sekarang giliran kita menghabisi mereka..!, dari gerak geriknya mereka hanya tiga orang dengan seorang penembak jitu diluar..! Bersiaplah..!",
serunya lagi.
namun ketika mereka hendak menyerang balik sayup-sayup terdengar aungan sirene dari kejauhan yang semakin lama terdengar mendekat ke lokasi.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar