Senin, 09 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 50

★HENING★ Part 50 




" LETNAN SATU KOPASSUS 'ADAM' "




"Harry.. Willy.., dan semuanya.. Tenanglah, baca situasi dan berusahalah untuk fokus, mereka sedang mempermainkan kita..!", 

seru Kapt.Sherman sembari merapatkan dirinya ke sebuah batang pohon didekatnya.

"Harry.. Fokuskan dirimu pada serangan dari depan..! Willy, perhatikan langkahmu dan amati bagian belakang..!", 

perintah kapt.Sherman.

"Dimengerti Chief..!",

 sahut Sers.Harry sembari merayap mendekat ke arah Kpt.Sherman dari balik semak belukar.

"Kalian, amati depan sana dan lindunggi aku.., berikan tembakan ke arah depan.. lalu segera bergeser ke arah Harry dan Willy agar posisi kalian tak terbaca oleh mereka, tunggu aba-aba dariku..",

 Kapt.Sherman memberi arahan pada ke-3 orang prajurit yang bersamanya.

"Harry kau mendengarkan?", 

tanya Kapt.Sherman.

"Aku mengerti Chief..", 

jawab Sers.Harry yang tampak sudah bersiap siaga tak berapa jauh dari posisi Kapt.Sherman.

"Gawat.., mereka mengarah pada Adam dan Mahda..", 

gumam Elang mendengarkan dari radio rampasannya sembari berusaha menemukan posisi sers.Willy yang ia ketahui mengawasi ke arahnya.

Menyadari ke-3 anak buahnya yang berada didekatnya sudah bersiap, Kapt.Sherman berjalan pelan diantara batang pohon tua yang melintang dan sedikit memutar ke arah kiri.

"Mereka sudah tak terlihat.., bagaimana ini.. Bahkan aku tak tau dimana mereka berdua..",

 guman Mahda yang kehilangan visual posisi musuh maupun kedua temannya.
Ia masih bersembunyi menunduk dibalik batang pohon yang dipenuhi semak belukar yang menutupi seluruh permukaan tanah, gelapnya malam ditambah hujan yang tak kunjung berhenti membuat ia seperti orang buta, bahkan untuk melihat dedaunan disekitarnya saja ia harus menunggu kilatan petir yang sepertinya mulai menghilang karena hujan sudah tak begitu lebat.

" ! "

Kapt.Sherman memberi tanda dengan tangannya.

Segera saja ke-3 orang anak buahnya melepaskan tembakan secara acak ke arah depan.

"Tretetetetret.."

" !!! "

Mahda menundukkan kepalanya menyadari tembakan acak pasukan Kapt.Sherman yang beberapa kali mengenai batang pohon dimana ia bersembunyi.

Sementara itu Kapt.Sherman memperhatikan dengan seksama arah tembakan anak buahnya.

"Jangan.., jangan balas.. Jangan terpancing..", 

gumam Elang berharap kedua rekannya tak membalas tembakan atau membuat suatu gerakan agresif.

"Sial..!", 

umpat Elang dalam hati, ia tahu terdapat beberapa musuh yang mengamati ke arahnya, termasuk Sers.Willy sementara ia harus buru-buru melakukan sesuatu untuk kedua rekannya.

"Tretetetett..!"

Tembakan sejumlah prajurit pasukan Kapt.Sherman masih menggema garang.

"Ayo.. Balas tembakan itu pecundang..",

 gumam Kapt.Sherman menunggu rencananya berhasil.

Disatu sisi Elang dapat melihat dengan jelas posisi 3 orang yang sedang melepaskan tembakan tak begitu jauh didepannya, begitu juga dengan Mahda dan Adam.

"Mereka sengaja melakukan ini untuk membuatku muncul.., heheh.. Terlalu mudah..", 

umpat Adam yang bisa membaca situasi dan tetap tenang tiarap berlindung.

Sementara itu Mahda tampak kesal, ia terlihat hendak membalas tembakan itu.

"Hehehe.., jika seperti ini posisi kalian mudah terlihat..",

 celoteh mahda bersiap menarik pelatuk senapannya yang sudah ia arahkan ke arah dimana terlihat kilatan letupan senjata pasukan Kapt.Sherman, Mahda tak menyadari seseorang tengah mengamati tepat ke arah dimana posisinya berada.

Sebuah kayu terlempar ke semak belukar dan membuat semak tersebut bergerak, melihat itu Sers.Willy segera melepaskan tembakan diikuti seorang rekannya yang berada disampingnya.

"Tash..tash..tash..!"

"Berhasil..!", 

gumam Elang yang sengaja melempar sebatang kayu ke arah semak belukar tak jauh dari posisi sers.Willy.
Dengan begini Elang dapat mengetahui posisi Sers.Willy..

"Tshh..tshh..tsshh..tsshh..tsshhh.."

Elang melepaskan beberapa tembakan ke arah kilatan tembakan Sers.Willy, dan kemudian ke arah 3 kilatan tembakan di depan dengan cepat.

"Damn..!",

 umpat sers.Willy merasakan sebutir peluru menghantam bahunya, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
bersamaan dengan itu Mahda juga menembak.

"Tshhh..tshh..tshh..tsssh.."

" !!! "

Kapt.Sherman yang baru saja kehilangan konsentrasinya setelah mengetahui Sers.Willy tertembak, di buat menjadi bingung seketika 2 diantara ke-3 prajurit penembak yang tak jauh dari posisinya roboh.

"Sial, mereka membacanya..!?",

 gumam Kapt.Sherman sembari menundukkan kepalanya, ia berusaha melihat sekitarnya dengan 'mata malamnya', namun suhu yang sangat dingin membuat lensa Night Vision itu berkabut, hampir tak membantu sekali karena justru hanya warna hijau tanpa bentuk yang mampu ditampilkan alat canggih tersebut.

Selanjutnya Elang kembali bersembunyi disemak belukar.

"sepertinya tuhan merencanakan yang barusan..", 

gumam Elang setelah tanpa disadari ia dan Mahda menembak secara bersamaan tanpa sinyal atau tanda apapun yang membuat bingung Kapt.Sherman.

"Hmmm,, sepertinya Mahda ataupun Elang melakukan sesuatu..", 

gumam Adam melihat tak ada lagi tembakan dari pihak musuh.

Kemudian Adam bermaksud merayap maju diantara rimbun dedaunan serta pepohonan yang menyatu dengan gelapnya hutan, Namun ia sejenak diam berusaha tak bergerak setelah ia menyadari semak belukar didepannya bergerak pelan, senjatanya jauh disandang dipunggungnya sehingga ia memilih mencabut pelan sangkurnya.

Hujan mulai berhenti perlahan tapi pasti, hanya tinggal tetesan air dari dedaunan tinggi diatas pepohonan.

Dilain sisi Sers.Harry tampak merayap maju dengan hati-hati, ia sesaat berhenti seperti melihat sesuatu namun ia menghiraukannya.

Sebenarnya Sers.Harry melihat posisi Adam yang hanya 2 meter didepannya itu, namun karena lensa 'mata malamnya' yang dikalahkan oleh kekuatan alam, juga Adam yang berjongkok dengan semak belukar yang subur tinggi hingga hampir menutupi wajahnya membuat Sers.Harry tak menyadari bahwa seonggokan bentuk didepannya adalah kepala Adam yang juga sedang mengamatinya.

" . . . "

Adam telah bersiap dengan sangkurnya..

Sementara Sers.Harry semakin mendekat pelan.

" !!! "

Adam langsung melompat sembari menghunuskan mata Sangkurnya kearah Sers.Harry.

"Tretet..tret"

Sers.Harry secara reflek menekan picu senapannya yang hampir terlepas karena terkejut melihat tiba-tiba saja semak belukar yang ia perhatikan sedari tadi kini melompat kearahnya.

" Tek.."

Sangkur Adam tanpa sengaja menghantam M4 Sers.Harry yang terpental.

Tak berhenti disitu Adam kembali menyabetkan Sangkurnya ke arah perut Sers.Harry, namun tampak Sers.Harry sudah mengantisipasi gerakan Adam dengan menahan tangan kanan Adam yang memegang sangkur dengan tangan kirinya, kemudian ia segera mencabut pisaunya dengan tangan kanannya bermaksud menebas leher Adam yang sosoknya sudah terlihat jelas.

" ! "

Tapi sepertinya Adam menyadari itu dan melayangkan tendangan ke arah perut Sers.Harry.

"Shh!"

Sers.Harry merintih kehilangan keseimbangan namun berusaha tak jatuh dengan bertahan pada genggamannya tangan kirinya pada lengan Adam.

Ayunan pisaunya yang sempat terhenti kembali ia lancangkan kearah Adam.

Namun kali ini Adam meraih tangan Sers.Harry dengan tangan kirinya, mengingat tangan mereka yang lain juga sedang beradu kekuatan membuat Adam kehilangan keseimbangan sehingga ia terjatuh ke arah belakang diikuti Sers.Harry yang langsung menggunakan kelengahan Adam untuk melepaskan cengkraman tengan Adam yang menahan laju ayunan pisaunya..

Sesaat ia mengambil ancang-ancang tangan kanannya yang memegang sebilah pisau berniat menghujamkannya ke tubuh Adam sembari mendorong tubuhnya, Adam dalam keadaan terjepit itu Adam tak bisa berbuat banyak.

"SRkk"

Mereka berdua terjatuh terjerembab diantara semak belukar.

"Harry..! Laporkan ststusmu..!", 

seru Kapt.Sherman menyadari letupan senjata yang tanpa sengaja dilepaskan Sers.Harry, namun tak ada jawaban.

Begitu juga dengan Elang yang tampak terkejut sembari berusaha melihat ke arah dentuman suara senjata itu mengintip dari balik rimbun dedaunan.

"Willy bagaimana keadaanmu?!", 

tanya Kapt.Sherman.

"Aku rasa aku terluka parah Chief..",

 jawab Sers.Willy sembari berusaha menahan darah yang terus mengucur dari luka tembak dibahu kirinya dengan tangannya, dibantu seorang rekan yang berada disebelahnya.

"Adam. . . ?!", 

gumam Mahda menebak sedang terjadi sesuatu dengan rekannya.

"Ekhh...!"

Rintih Adam setelah pisau Sers.Harry menembus perut kirinya.

Darah mengucur membasahi dedaunan sekitar sembari menahan perih ia masih berusaha melawan, namun sedikit sulit karena posisinya yang tertindih oleh Sers.Harry.

"Matilah kau..", 

ucap Sers.Harry bermaksud menghunuskan pisaunya lebih dalam.
Adam segera menahannya dengan mencengkram erat tangan kanan Sers.Harry yang memegang pisau, sementara tangan mereka yang lain tampak berusaha saling mencekik satu sama lain.

"Akhhh..!"

Adam merintih kesakitan karena ia tak mampu menahan hentakan Sers.Harry yang berada diatasnya.

Adam mulai kehilangan tenaga, perlahan tangannya yang semula mencekik leher Sers.Harry telah terkulai.

Ia mulai kehilangan kesadaran, menyadari musuhnya sudah tak berdaya, Sers.Harry mencabut tusukannya dan mengambil ancang-ancang untuk menghujamkan pisaunya kembali ke arah leher Adam.

"Ssshhh.. Begini rupanya..", 

gumam Adam dalm hati menyaksikan saat-saat Sers.Harry akan menghabisinya, tetesan air tampak berjatuhan diantara sosok musuhnya tersebut.

Tampak wajah bringas Sers.Harry bak malaikat pencabut nyawa dengan pisaunya yang bersiap untuk membuat Adam tertidur selamanya.
Sementara Adam masih terdiam tak bergerak.

" !!! "

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...