★HENING★ Part 64 (2)
"DUEL"
"..tentang penembak tersebut.., bagaimana kau tau ia akan menembak meskipun kau tak menggunakan radio untuk berkomunikasi..?", tanya pembelot tersebut mengingat saat-saat sebutir peluru menembus bahunya sesaat sebelumnya.
"Itu mudah.. aku jelas sudah tau pasti dimana posisi tiap orang dari timku, tentang tembakan itu.. Aku tak memberi tanda atau apapun.. Aku hanya mencoba peruntungan dengan berharap ia akan melihat dan bersiap untuk menembak.. Itu saja..", ucap Letn.Angga.
"..peruntungan ya..? Tapi sepertinya kalian tim yang hebat..", sahut pembelot tersebut tanpa menatap Letn.Angga, begitu juga dengan Letn.Angga yang tak menatapnya.
"..sebenarnya ia bukan tim ku.., baru kali ini kami bekerja sama.., ia penembak dari kopassus.. Bukan dari Raider ku..", sela Letn.Angga.
"Kopassus..? Orang itu Elang kah..?", tanya pembelot tersebut yang kali ini tampak menggerakkan tangannya berusaha meraih sesuatu dari sakunya.
"Elang..? Tidak, aku tak mengenal nama itu..!", sahut Letn.Angga semakin merapatkan sangkurnya melihat pergerakan tangan musuhnya, tampak tajam sangkur miliknya telah sedikit melukai leher musuhnya itu.
" Bukan dia ya..? Baguslah.. Akan sangat memalukan jika prajurit kopassus seperti ia melihatku dihabisi olehmu..!!!", ucap pembelot tersebut sembari mengeluarkan sebutir peluru dan berniat menusukkannya ke wajah Letn.Angga.
" !!! "
"CRSHHHH...srkkkhhh..errkhhh..."
Namun terlebih dulu Letn.Angga menyayat lehernya.
Darah seketika mengalir dilantai, menyeruak keluar dari balik urat-urat dibalik daging, Letn.Angga telah menghabisi musuhnya, tampak sorot tajam matanya tak berniat melihat sosok musuh yang kepalanya hampir terpisah dengan tubuhnya tersebut.
"..semoga tuhan mengampuni dosaku dan dosamu.." Gumam Letn.Angga yang segera beranjak bangkit.
"..huh...syukurlah...", gumam Sers.Tari melihat Letn.Angga dari teropongnya yang muncul sembari mengacungkan jempol.
"Tembakan bagus..!", ucap Letn.Angga segera melangkah pelan, meraih senjatanya yang tergeletak dan kembali melanjutkan misi utamanya.
" ! "
Sejenak ia menyadari terdengar seseorang datang ke arah dimana ia berada sekarang.
" Klekk.."
Letn.Angga mengokang senapan MP-5 nya.
Tak lama kemudian tampak seorang bersenjata yang terlihat terkejut menyadari temannya telah tergeletak tak bernyawa, ia tak menyadari keberadaan Letn.Angga yang menunduk bersiap di balik pintu.
"Siapa yang melakukan ini pada komandan..!!! Bajingan..!!!", teriak orang itu.
"Komandan..? Tak salah lagi mereka adalah orang-orang terlatih..", gumam Letn.Angga sembari keluar perlahan dari persembunyiannya.
"Hmm.."
Letn.Angga mengarahkan pijera-nya ke kepala orang tersebut.
" ! "
Orang tersebut terkejut ketika ia membalikkan badannya tampak seseorang telah bersiap menembaknya.
"Kau yang membunuh komandan? Hah?!?", tanya orang itu penuh emosi, tampak hendak seperti akan menggunakan senapan AK-47 yang disandangnya.
"Hmm mm.."
Letn.Angga menggelengkan kepalanya bermaksud memberitahu agar musuhnya itu tak menggunakan senjatanya.
Namun sepertinya musuhnya tak menghiraukannya.
"..** SENSOR ** kau..!!!!", teriak orang itu sembari hendak menembak Letn.Angga.
"Crshhhhkk...!"
Sebuah lubang dikepalanya segera menghentikan pergerakannya, orang itu pun langsung tersungkur di lantai.
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar