Jumat, 20 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 61

★HENING★ Part 61 



" PEMBELOT "



" Polisi???", 

kaget sejumlah Eks.Kopaskhas yang berada didepan.

Dan tak lama dua sedan polisi serta dua mobil patroli yang membawa sejumlah polisi bersenjata lengkap telah muncul dan berhenti menyilang tak jauh dari mobil hitam yang digunakan para Paspampres sebelumnya.

"Treteretereteret..!!!"

Segera saja para Eks.kopaskhas tersebut menembaki satuan polisi yang sampai disana.

Mendapat sambutan meriah, para personil polisi tersebut langsung mengambil posisi diantara mobil-mobil mereka dan materil yang berada disekitar serta langsung membalas tembakan.

"Tratatatatat..!"

"Trteretereteret!"

Suasana semakin ricuh dengan kehadiran pemain tambahan dari satuan polisi yang datang.

"Ini kesempatanku..", 

ucap Sers.Tari melihat para Eks.kopaskhas itu seperti lupa bahwa ada sepucuk senapan yang mengincar mereka dari kejauhan.

"Tari tahan tembaknmu..!",

seru Letn.Vega.

" ??? "

Sers.Tari terkejut kakaknya menghentikannya.

"Maaf.., kenapa kakak?? Aku mendapatkan ruang tembak yang sangat jelas..!", 

ucap Sers.Tari.

"Tidak Tari, untuk saat ini tahan tembaknmu.., kita tak ingin para polisi itu menganggap kau adalah penembak gelap dan mengincarmu.., biarkan misi ini tetap rahasia..", 

jelas Letn.Vega.

"Tapi kak..?", 

sela Sers.Tari.

"Kakak bilang tahan tembakanmu..!",

 bentak Letn.Vega.

"Ba..ba..baik Letnan..", 

sahut Sers.Tari yang sesaat ia lupa bahwa ia dan kakaknya sedang mengenakan seragam.

"Letnan.. Laporkan statusmu..!", 

seru Letn.Vega.

"Diterima Letnan.., kami sudah berada didalam, saat ini sedang berusaha melacak posisi target, ganti..", 

sahut Letn.Angga.

"Baik, lakukan dengan cepat Letnan.., kita tak punya banyak waktu.., dilihat dari situasi..sepertinya tak lama lagi Gegana atau Densus polri akan sampai disini.., saya tak ingin kita terpaksa menghadapi mereka untuk kerahasiaan misi ini..!", 

jelas Letn.Vega.

"...."

"Tapi bukankah ini untuk kestabilan negara? Polisi-polisi itu mungkin bisa diajak kerja sama..", 

sahut Letn.Angga.

"Hmm...". 

Letn.Vega menarik nafas pelan.

"Letnan.., apa kau percaya pada mereka..? Bagaimana dengan para paspamres tadi..?", 

tanya Letn.Vega.

"..."

Letn.Angga terhenyak, mengingat beberapa Paspampres tadi, Paspampres yang dipercaya sebagai unit pengamanan presiden saja mampu berkhianat pada negara ini, bagaimana dengan yang lainnya?

"...baik.., aku mengerti Letnan.., segera melacak posisi target, keluar..", 

ucap Letn.Angga sembari memperhatikan ruangan yang berada didepannya, pandangannya tertuju pada sebuah anak tangga yang menuju ke lantai atas.

"Dimas.. Haryo, lindungi aku.., aku akan naik ke tangga itu, dan kalian tetaplah disini.., tahan lokasi ini sampai aku kembali.., mengerti..!", 

seru Letn.Angga.

"Siap ndan..!", 

sahut kedua Sersan itu serempak.

"Saya rasa kekhawatiranmu sangat masuk akal Letnan..", 

ucap Pang.Rokhim.

"Terima kasih Panglima.., tapi..", 

kata-kata Letn.Vega terpotong dengan kehadiran Jendral Purnomo yang memasuki ruangan diikuti presiden Darwinsyah serta Wapres Haryono dan tampak pula Mayjen Maryadi selaku komandan utama pasukan Paspampres.


"Terima kasih Jendral.., Rokhim.. Segera jelaskan pada saya apa yang sebenarnya sedang terjadi..", 

ucap pres.Darwin serasa tak begitu penasaran hingga Jendral Purnomo memintanya hadir disini ditengah kesibukannya sebagai pemimpin negara ini.

"Baik pak.., saya akan langsung saja pada poin-poin pentingnya..", 

ucap Pang.Rokhim sembari melirik Mayjen Maryadi.

"..ini perihal operasi penyelamatan Sir Robert pak..", 

sambung Pang.Rokhim.

"Hmm..jadi apakah kita telah mendapatkannya Panglima?", 

tanya Wapres Haryono menyela.

"Belum pak wapres.., anak-anak kita menemukan hal yang sangat mengejutkan dilapangan.., dan saya rasa anda akan terkejut akan hal ini..",

 sahut Pang.Rokhim.

"Apa itu Rokhim..?", 

tanya Pres.Darwin.

"Kami menemukan sejumlah anggota Paspampres disana.., dan mereka terindikasi bekerja sama dengan musuh..",

 jelas Pang.Rokhim.

" ! "

"Apa..?!?",

 Pres.Darwin terhenyak.

"Pasmpampres???", 

wapres Haryono seakan tak percaya dengan yang dikatakan Pang.Rokhim sembari melirik ke arah Mayjen Maryadi.

"..apa itu sudah dikonfirmasi kebenarannya Panglima???", 

Mayjen Maryadi buru-buru bertanya.

"Sudah, dan sangat akurat..,, dan sangat jelas ada pihak yang berusaha menjatuhkan kepemerintahan Pak Darwin saat ini..", 

jawab Pang.Rokhim dengan mimik serius.

" !?!?"

"Begitukah..? Sepertinya negara ini penuh dengan tanda tanya..", 

sela Pres.Darwin sembari tersenyum kecil.

"Maaf menyela.., tapi sepertinya anda bertanggung jawab akan hal ini Mayjen..", 

sela Letn.Vega bergabung meninggalkan ruang komando misi.

"?!?!"

Semuanya terhenyak melihat Letnan cantik itu menunjuk ke arah Mayjen Maryadi, kecuali Pang.Rokhim yang tampak setuju dengan pernyataan Letn.Vega.

"Letnan.. Apa pernyataanmu ini beralasan??", 

tanya Jend.Purnomo menanggapi keagresifan Letnan kepercayaannya tersebut.

"Tentu saja Jendral.. Menurut peraturan sangat jelas ini tanggung jawab dari pemimpin divisi.., tapi ada alasan lain...",

 sambung Letn.Vega.

"Hah?"

Kali ini semua melirik ke arah Letnan Cantik tersebut sambil sesekali melirik Mayjen Maryadi.

"Alasan lain..? Apa kau bermaksud menuduhku Letnan? Apakah kau sadar kapasitasmu menyatakan hal seperti itu terhadapku..?", 

sahut Mayjen Maryadi bangkit dari tempat duduknya.

"... Dengan segala hormat Mayjen.. Saya sadar dengan jelas kapasitas saya menghadapi anda.., namun penghianat seperti anda tak pantas mengatakan hal tentang peraturan dasar jabatan kepada saya...!", 

sahut Letn.Vega.

"Vega..! Tahan bicaramu.. Kau sudah sangat berlebihan..!", 

sela Jend.Purnomo.

"Saya mengerti Jendral.., namun saya tak punya alasan untuk membiarkan seorang penghianat lolos...!", 

sahut Letnan Vega.

"Ini sungguh menegangkan.., tapi sepertinya kau harus punya bukti Letnan.., atau kau akan tamat sampai disini..!",


 sela Mayjen Maryadi yang tampak tenang-tenang saja.

"Yah spertinya kau harus menjaga sikapmu Letnan.., saya sudah mendengar peranmu dalam setiap pertempuran.., tapi itu tak bisa di ajukan sebagai acuan sekarang...", 

Wapres Haryono menanggapi.

"Hmm.. Baik, saya akan tunjukan sesuatu..", 

ucap Letn.Vega.

Sementara Pang.Rokhim tampak menjadi bingung, sepertinya ia tak membahas bukti dengan Letnan Cantik itu sebelumnya.

"Tolong sekarang..", 

perintah Letnan Vega kepada seorang Prajurit operator komunikasi.

"Baik Letnan..", 

sahut prajurit tersebut sembari menekan beberapa tombol.

Tak lama terdengar rekaman percakapan antara dua orang melalui telepon, dan salah satu suaranya sangat mudah dikenali bahwa itu adalah suara Mayjen Maryadi yang tengah berbicara dengan seseorang.

" !!! "

Semua yang berada diruangan terkejut seakan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.

(Sfx: suara percakapan dua orang di sekmen akhir part 59, yang ternyata adalah percakapan Mayjen Maryadi dengan seseorang)

Seketika wajah Mayjen Maryadi berubah pucat, meskipun ia berusaha untuk tenang tetap saja sangat jelas terlihat ia syok akan percakapannya yang berhasil disadap.

"Saat saya mengetahui ada sejumlah Paspampres disana.., saya meminta mereka untuk mengawasi anda, saya meragukan mereka mau melakukan hal semacam penghiatan tanpa perlindungan atau bayang-bayang dari atasannya", 

ucap Letn.Vega menunjuk ke dua orang Prajurit operator Komunikasi utama.

"..dan tak disangka tebakan saya benar, jika anda terlibat akan hal ini pasti anda akan menghubungi seseorang.., malah saya mendapatkan jackpot dengan berhasil mendengar langsung keterlibatan anda dari mulut anda.., jadi saya tak perlu repot-repot mencari bukti lain..", 

sambung Letn.Vega.

" ..Maryadi!!! Kau????", 

gumam Pres.Darwinsyah seakan tak percaya.

"Hmm... Tak ku sangka, kita memiliki seorang yang cepat bertindak sepertimu Letnan.. Tapi..!!!", 

gumam Mayjen Maryadi yang tiba-tiba hendak mencabut pistol dari pinggangnya.

" !!! "

"Tash!"

Namun seorang pengawal Pres.Darwin lebih sigap dan terlebih dulu menembak Mayjen Maryadi.

Komandan Paspampres tersebut tersungkur dengan luka tembakan di punggungnya, segera saja sejumlah pengawal mendekati dan mengamankan Mayjen Maryadi.

...........
(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...