Selasa, 17 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 58

★HENING★ Part 58 



" SEMAKIN RUMIT "




"Sersan katakan siapa mereka..!?!", 

seru Pang.Rokhim tegang.

"Mereka. . Setia Waspada. . .", 

gumam Sers.Tari pelan.

Semua tercengak tak bergeming mendengar perkataan Sers.Tari.

"Setia waspada..??? Jadi mereka adalah. . . ", 

ucap Jend.Purnomo terbata.

"Markas... Dikonfirmasi mereka adalah anggota Paspampres..!", 

Sambung Sers.Tari.

Bak di sambar geledek semua yang mendengarnya, keadaan ruang komando yang semula tegang mendadak menjadi hening.

Masing-masing berusaha mencerna apa yang sedang terjadi sebenarnya hingga terdapat sejumlah anggota Pasukan Pengamanan Presiden di lokasi musuh.

"Ini gila..! Apa yang dilakukan anggota Paspampres disitu???, aku tak mengira akan serumit ini..", 

gumam Letn.Angga dalam hati.

"Srigala ke Markas! Srigala ke Markas..",

 seru Letn.Angga.

"...Panglima, saya tidak bisa mengatakan apa-apa untuk hal ini..",

 ucap Letn.Vega memegangi keningnya, butiran keringat tampak mengalir dikening mulusnya.

".. Ini diluar kapasitas saya, saya mohon panglima mengambil alih kendali operasi ini..", 

sambung Letn.Vega lagi.

". . . ini sungguh diluar dugaan..", 

sahut Jend.Purnomo yang juga tampak tak percaya.

"Srigala ke Markas Srigala ke Markas..!",

 suara Letn.Angga menggema di loudspeaker ruang komando tersebut.

"Tahan sebentar Letnan.., tahan posisi untuk sementara.., Tari, tetap awasi mereka..", 

ucap Letn.Vega.

"Baik..!", 

sahut Letn.Angga dan Sers.Tari serempak.

"Apa yang sedang terjadi di markas???",

 pikir Letn.Angga dalam hati.

"Dimas.., kau mendengarkan..?", 

tanya Letn.Angga pelan sambil menutup mikropon radio dilehernya.

"Siap! Dengar ndan.., sepertinya keberadaan Paspampres disana membuat kacau markas dan juga misi ini..", 

jawab Sers.Dimas yang juga menutupi mikroponnya.

"Izin ndan, aku rasa juga seperti itu..",

 sahut Sers.Haryo mengiyakan.

"Lalu apa yang akan kita lakukan ndan?",

 tanya Sers.Dimas.

"Hmm...tidak ada, kita tetap akan menunggu perintah selanjutnya, sementara itu tetaplah waspada..", 

jelas Letn.Angga, namun dari raut wajahnya, sepertinya ia juga tampak bingung dengan situasi saat ini.

"Purnomo, sebaiknya kau segera menghubungi pak Presiden serta Mayjen Maryadi, komandan tertinggi pasukan pengamanan presiden, katakan ini darurat..!", 

perintah Pang.Rokhim.

"Baik Panglima.., segera saya akan menghubungi mereka..", 

sahut Jend.Purnomo segera bergegas meninggalkan ruang komando tersebut.

"Panglima...", 

sela Letn.Vega.

"Tidak Letnan, tetaplah pimpin operasi ini.., ini masih dikapasitasmu.., kita tidak tahu pasti para paspampres disana unit lapangan atau yang bertugas sebagai bodyguard presiden, tetap teruskan..",

 kata Pang.Rokhim.

"Tapi panglima.. Ini juga menyangkut keamanan Pak Darwin..", 

jelas Letn.Vega.

" ! "

"Apakah Maksudmu..?!?", 

gumam Pang.Rokhim.

"Ya Panglima.., tidak menutup kemungkinan ada unsur lain dibalik keberadaan Para paspampres disana",

 tambah Letn.Vega.

" . . . "

"Hmm...", 

Pang.Rokhim terhenyak, kecemasan Letnan cantik tersebut dirasa masuk akal.

"Panglima.., masalah ini sungguh besar..! kita harus melakukan sesuatu segera..!", 

sambung Letn.Vega lagi.

"Kau Benar Letnan.., sebaiknya kita tunggu Presiden Darwin dan yang lainnya..", 

sahut Pang.Rokhim.

"Lalu bagaimana dengan misi Tim srigala panglima..?", 

tanya Letn.Vega.

"Segera perintahkan mereka untuk segera bergerak.., lumpuhkan semua musuh, selamatkan Sir Robert.. Kita tak punya banyak waktu, Australia mungkin tak lama lagi akan mengetahui hal ini..",

 perintah Pang.Rokhim.

"Termasuk para Paspampres tersebut..?!", 

tanya Letn.Vega.

"Ya Letnan, tidak ada pilihan lain.., selain itu mereka juga sudah menjadi pembelot..!", 

sahut Pang.Rokhim geram.

"Siap Panglima..!", 

sahut Letn.Vega.

"Markas ke srigala, markas ke srigala.., disini Letnan Vega, masuk..!", 

seru Letn.Vega.

"...Diterima Letnan, Srigala mendengarkan..!", 

sahut Letn.Angga sigap.

"Lanjutkan misi, diulangi.. Lanjutkan misi..!", 

ucap Letn.Vega.

"..hmm?!?", 

Letn.Angga terkejut misi tetap dilanjutkan meskipun terdapat kawan disana.

"Mohon konfirmasi status kawan di lokasi musuh ganti..", 

ucap Letn.Angga berusaha memastikan.


"Status mereka adalah musuh..! Diulangi.. Mereka adalah musuh..!", 

Seru Letn.Vega.

" ?!?! "

Sesaat Letn.Angga dan kedua Sersan yang bersamanya saling pandang, terkejut akan apa yang disampaikan dari markas.

"Diterima.., Srigala segera bergerak, srigala keluar..!", 

sahut Letn.Angga tak ingin berlama-lama memikirkannya.

"Pembelot ndan. . .", 

gumam Sers.Dimas pelan mengerti.

"Yah.., perintah tetap kita harus laksanakan siapa pun musuh yang kita hadapi, meskipun rekan setanah air..

 Sersan Tari, kau mendengar semuanya?", 

sambung Letn.Angga bertanya pada Sers.Tari.

"Sangat jelas Letnan..! Aku mengerti..!",

 sahut Sers.Tari.

"Baiklah.., ayo Dimas, Haryo.. Kita harus cepat..!", 

Seru Letn.Angga sembari bergerak dan segera diikuti kedua Sersan muda tersebut.

"Mereka bergerak Panglima..", 

jelas Letn.Vega.

"Bagus.., teruskan.., lakukan saja apa yang dirasa perlu, dan tetap utamakan keselamatan Sir Robert..!", 

sahut Pang.Rokhim.

"Baik Panglima..!", 

jawab Letn.Vega mengerti.

.........
Sementara itu..

"dimana dia..?", 

tanya seorang anggota Paspampres tersebut kepada salah satu penjaga didepan bangunan hangar dimana Sir Robert ditawan.

"Dia sedang tidak ada.., mengapa kalian datang secepat ini? Ini belum saatnya bagian kalian..", 

jelas seorang penjaga yang berambut cepak tersebut, dari posturnya sepertinya ia juga seorang unit militer.

"Kami tak punya banyak waktu, jika mereka berhasil meyakinkan Australia rencana ini akan gagal..", 

sahut Paspampres tersebut.

"Kami harus segera bertemu dengan dia.., ada pesan dari atasan kami, dan ini penting..!", 

sambung Paspampres tersebut, sementara 2 rekannya tampak mengawasi sekitar.

"Tapi dia sedang tidak disini.., hanya tersisa kami dan dubes Australia itu..",

 jawab penjaga itu lagi.

"Sudah.., sebaiknya kita segera pergi dari sini.., ini sudah terlalu lama.. Akan sangat berbahaya..", 

sela seorang lain Paspampres tersebut mengajak rekannya yang tengah berbicara pada 2 orang penjaga tersebut.

"Ini. . .", 

gumam Sers.Tari.

"Sersan Tari ke markas! Sersan Tari ke markas..!", 

seru Sers.Tari.

" ! "

"Diterima, Disini Markas Sersan..", 

sahut Letn.Vega.

"Sepertinya ketiga Paspampres tersebut akan meninggalkan lokasi..! Apa yang harus saya lakukan..?!?", 

tanya Sers.Tari.

" ! ", 

Letn.Angga juga mendengarkan dan mempercepat pergerakannya.

"Panglima?!?", 

seru Letn.Vega menoleh ke Pang.Rokhim berharap mendapatkan masukan apa yang harus dilakukan.

"Hmm. . ",

Pang.Rokhim hanya menganggukkan kepala pertanda menyerahkan seluruh tindakan kepada Letnan Vega.

"Markas..! Apa yang harus saya lakukan!??",

Sers.Tari terys bertanya.

Sejenak Letn.Vega mengepalkan tangannya sembari menarik nafas berat.

"Srigala, dimana posisimu..?", 

tanya Letn.Vega.

"Sekitar 30 meter dari lokasi target dan sudah terlihat..!", 

sahut Letn.Angga.

"Bagus, perintah eksekusi sudah jelas dari awal.., jangan biarkan mereka lolos, Tari lumpuhkan mereka!!!", 

seru Letn.Vega.

"Baik..!", 

jawab Sers.Tari sembari mengokang senapannya dan menempatkan titik bidik teropongnya didada salah seorang anggota Paspampres tersebut.

"Srigala..! masuk dan temukan Sir Robert! Dan Tunggu aba-aba dari Sersan Tari..!", 

seru Letn.Vega mengarahkan.

"Baik..!", 

sahut Letn.Angga sambil menyusun formasi bersama Sers.Dimas dan Haryo.

"Sersan.. Kami bergerak setelahmu!",

 ucap Letn.Angga.

"Diterima Letnan..", 

sahut Sers.Tari bersiap menekan picu senapannya.

"Dimas, Haryo.. Bersiaplah.. kita lakukan dengan bergerak menusuk mendekat dari arah belakang, lumpuhkan semua musuh yang terlihat dalam jarak tembak!", 

seru Letn.Angga sembari memasang peredam di senjatanya, begitu juga Sers.Dimas dan sers.Haryo.

..........
"TASH..!"

Sers.Tari melepaskan tembakan.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...