Minggu, 29 November 2020

"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 73 PART 2

"VERSUS" Part 73 (2) 



" !!! "

" Tidak akan..!!!"

"Aaaaaaaaargghhhhhhg!!!"
Teriak Panah menahan yang sakit sembari melayangkan tinju Kirinya ke wajah Kim membuat Kim sedikit terjungkal kebelakang, kemudian Panah segera menyambungnya dengan tendangan lurus kaki kanannya telak ke wajah Kim.

"Buk..!"

Kim terpental kebelakang, belum berakhir sampai disitu, Panah segera menendang Sangkurnya yang terlepas dari tangan Kim.
" Apa..?!?"
Gumam Kim sempat melihat gerakan panah sekilas dan segera melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.

" Crshh!"

sangkur itu pun menancap tepat dilengan kanan yang menutupi wajahnya, dan segera saja Kim terjatuh tergeletak ditanah.

" Shhh..!"

" Menahan sakit untuk melakukan serangan balik.., tak sampai disitu kau juga mampu memanfaatkan situasi apapun hingga sempat berfikir untuk menendang bayonet mu yang terlepas dari genggamanku.., sungguh hebat..", ucap Kim berusaha bangkit.

" Dia tangguh..", pikir Panah.

" Tidak salah lagi.., kalian pasti pasukan Baret merah itu kan..???", tebak Kim yang hampir berusaha bangkit sambil mencabut pelan Sangkur yang menancap ditangannya.
"Arrggghhhh!"
Teriak Kim menahan sakit, darah segar mengalir keluar dari luka ditangan kanannya itu.

" Baret Merah ya..? Akan sangat menyenangkan jika membawa kepala kalian untuk dijadikan Cinderamata..!", ucap Kim yang telah kembali bangkit.

" Sial.. Ekhhh..", gumam Panah dilanda keletihan karena kehilangan banyak darah akibat tusukan pedang yang masih tertancap dibahunya.

" Aku ingin tau.. Apa yang kau pikirkan disaat kau akan mati? ", tanya Kim melangkah mendekati Panah yang tak berdaya.

" Huh..huh..huh", Panah hanya terengah - engah mengatur nafas.

" Hmm.. Maafkan aku, aku memang selalu banyak omong jika hendak menghabisi nyawa seseorang..", sambung Kim bersiap menghabisi Panah dengan sebilah sangkur digenggamannya.
"Sungguh Ironi.. Kau akan kuhabisi dengan pisaumu sendiri..", ucap Kim.
.
..
...
" Benarkah..???", sahut Panah.

" !!! "

Tiba - tiba,

" Sial..!", gumam Kim.

Kim baru menyadari kehadiran Gembok yang tiba - tiba berada dibelakangnya, namun sudah terlambat, Gembok telah mengayunkan Sangkurnya ke arah Leher belakangnya.

" ! "

" Arrrgggghhhhh ..!", disaat - saat menegangkan tersebut, Panah menahan sakit sembari mencabut pedang yang menusuk bahunya, dengan berdarah - darah ia segera bangkit dan menghunuskan pedang tersebut kearah Kim!

Kim diserang dari dua arah, ia terkejut dan kehilangan konsentrasi akibat apa yang dilakukan Panah, belum lagi seorang lagi yang berada dibelakangnya, ia sudah yakin tak akan lolos kali ini.

" Crusshhh!!!"
"Crkkk..!"
sangkur Gembok telak menancap leher belakang Kim, dan tusukan pedang Panah langsung menembus dada Kim.
Darah segar berhamburan menutupi rerumputan semak ditanah..

"Ekhhhh..", Kim terperangah.

Pemandangan bak dalam adegan film action terjadi membatu..
Panah terengah - engah dengan memegang sebilah pedang yg menembus dada Kim yg berdiri dihadapannya, dengan Gembok yang berdiri menghimpit Kim dari belakang serta sangkur digenggamannya yang masih menancap dileher Kim.

" Sepertinya kau yang mati dengan pedangmu sendiri...", ucap Panah terengah - engah, sepertinya ia masih menahan sakit.

" ... "
Kim tak berkata apa - apa, sepertinya kematian sedikit lagi akan menghampirinya.
Kim hanya menggerakkan bola matanya melirik kebelakang, ke arah dimana Gembok berada.

" ??? ", 
" Kau ..! "
Gumam Panah terkejut.

Yah, tampak tangan Kiri Kim yang mengenggam sangkur menusuk ke arah belakang dimana Gembok berdiri menghimpitnya, dan tusukannya itu tepat diperut kiri dari Gembok.

"..."

Kim sempat tersenyum kepada Panah.

"Arggghhh..!", teriak Panah sembari mendorong tubuh Kim sehingga Kim roboh kesamping dan segera menahan Gembok yang terjatuh ke arahnya.

" Gembok..!", teriak Panah.

"Ekhh.., ini hanya luka kecil, aku tak apa..", ucap Gembok.

"Diamlah..", sahut Panah.

"bagaimana ini.. Salah satu diantara kita sepertinya tak ada yang akan bertahan..", sambung Gembok lagi yang jauh sebelumnya juga terkena tembakan Kim dibahunya, dan sekarang luka tusukan di perutnya.
Cipratan arah sudah membuat seragam kedua prajurit ini tampak kemerahan.

" Bertahanlah teman.. Kita akan selamat..", ucap Panah dengan wajah yang semakin pucat karena telah kehilangan banyak sekali darah.

" Aku harap seperti itu..", sahut Gembok yang wajahnya juga tampak memucat karena ia juga telah kehilangan banyak darah.

" Hening kau mendengarku..?", panggil Panah melalui radionya.

" ... "
Hening tak menjawab, sepertinya ia tak tau harus berkata apa pada saat seperti ini.

" Jika kau mendengarku.. Kau harus berjanji untuk tetap hidup dan menceritakan tentang kami kepada semua orang.., kau dengar itu Hening..", sambung panah lagi, Gembok pun tampak tersenyum mendengarnya.

" ... "
Hening hanya diam, mungkin ia tak mendengarnya atau bagaimana kita tak ada yang tau.

" Berjuanglah teman... Kami telah selesai.. Dan ingat janjimu..", ucap panah.

Dan itu kata - kata terakhir dari rekan - rekan yang tersisa dan kembali ke pangkuan tuhan yang maha esa dijalan seorang prajurit, jalan pertempuran.
.
..
...
Tak lama kemudian terdengar gemerisik dari radio Panah..

" Srkkk.."

" Aku berjanji teman...".

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...