Kamis, 05 Agustus 2021

"PERFUME, THE STORY OF A MURDERER" 22

DUA PULUH DUA


BALDINI MEMANDANG KEPERGIAN sang mantan murid. Ransel  di  punggung  Grenouille  bergerak  melintasi jembatan  ke  seberang.  

Tubuh  itu  kecil,  bungkuk, mengusung  ransel  seperti  manusia  bongkok  dan  dari samping  malah  seperti  orang  tua.  Di  ujung  jalan  yang berkelok  ke  Palais  de  Parlement, Baldini  tak  bisa melihatnya lagi dan merasa amat lega.  

Kini akhirnya ia mengaku bahwa ia tak pernah menyukai pemuda  itu.  Tak  pernah  merasa  nyaman  setiap  saat bersama  Grenouille  di  bawah  satu  atap  sementara  terus menjarah  pengetahuan  dan  bakatnya.  Ia  merasa  seperti seorang  manusia  suci  yang  kecipratan  amal  jelek  untuk pertama kali, atau seperti orang yang curang saat bermain 
kartu.  

Memang  benar  bahwa  resiko  untuk  sampai 
tertangkap  basah  selama  ini  kecil  sekali,  apalagi prospeknya  juga  luar  biasa,  tapi  kegugupan  dan  perasaan tak  nyaman  yang  ditimbulkan  juga  sama  besarnya.  

Jujur saja,  selama  tahun-tahun  belakangan ini ia  selalu  dihantui ketakutan  bahwa  suatu  hari  nanti  ia harus membayar keterlibatannya  dengan  Grenouille.  Semoga  semua  bisa 
berakhir  dengan  baik!  Begitu  doanya  setiap  hari.  

Semoga aku  berhasil  menggelembungkan  keuntungan  dari  bisnis berisiko  tinggi  tanpa  harus  membayar  akibatnya,  Semoga aku  berhasil!  Yang  kulakukan  memang  tidak  benar,  tapi Tuhan pasti mau memaklumi, aku yakin. Tuhan telah cukup keras menghukumku berkali‐kali di masa lalu, tanpa sebab apa  pun,  jadi  cukup  adil  kalau  Dia  memberi  keringanan untuk  yang  satu  ini.  

Coba,  dosa  apa  yang  sebenarnya kulakukan,  kalau  memang  ada?  Paling  banter  aku  hanya beroperasi  sedikit  di  luar  peraturan  Serikat  Kerja  Ahli Parfum  dengan  mengeksploitasi  berkah  ajaib  seorang pekerja  tak  berpengalaman  dan  mengakui  bakatnya sebagai  milikku.  

Aku  hanya  melenceng  sedikit  dari  jalur 
tradisional nilai-nilai serikat kerja. Yang kulakukan hari ini adalah apa yang selalu kubenci di masa lalu. Salahkah itu? 

Banyak  orang  lain  berlaku  curang  sepanjang  hayat.  Aku hanya  menukil  sedikit  selama  beberapa  tahun.  Itu  pun hadir begitu saja di depan rumah - seperti berkah. Sebuah 
peluang  sekali  seumur  hidup  yang  tak  mungkin kulewatkan.  

Mungkin  bukan  semata-mata  peluang,  tapi 
Tuhan  sendiri  yang  mengirim  penyihir  itu  ke  rumahku, sebagai  ganti  hari-hari  memalukan  saat  menghadapi Missier  dan  kawan-kawan.  

Atau  barangkali  Tuhan  tidak mengarahkan ini semua khusus untukku,  tapi justru untuk 
menghukum  Pélissier!  Ya, itu  lebih mungkin.  

Dengan  cara bagaimana lagi Tuhan mampu menghukum orang itu kalau tidak  dengan  mengangkatku?  Dari  sudut  pandang  itu, 
keberuntunganku  terletak  pada  cara  Tuhan  mencapai tujuan-Nya.  

Dus,  tidak  hanya  harus  kuterima,  tapi  juga 
tanpa rasa malu dan tanpa penyesalan.... 

Begitulah Baldini kerap berpikir selama tahun-tahun itu. Di pagi hari saat meniti tangga turun ke toko, sore hari saat naik  lagi  membawa  peti  kas  untuk  menghitung  koin-koin emas  dan  perak,  dan  malam  hari  saat  ia  terbaring  di  sisi buntal  tulang  yang  mendengkur yang  ia  sebut  sebagai istri...  

Tapi ia sendri tak bisa  tidur  saking takut kehilangan harta.

Dan  hari  ini  adalah  saatnya  mengenyahkan  semua kecemasan  itu.  Tamu  aneh  itu  telah  pergi  dan  tak  akan kembali.  Tapi  kekayaan  yang  ditinggalkan  tetap  jadi miliknya  dan  aman  sampai  ke  masa  depan.  

Baldini menangkup  tangan  ke  dada  dan  merasakan  di  balik bajunya,  sebuah  buku  tebal  terselip  aman  bersama  detak jantung.  

Enam  ratus  formula  telah  tercatat  di  sini.  Lebih dari  yang  mampu  diramu  oleh  seluruh  generasi  ahli parfum.  Ia  boleh  saja kehilangan  harta  sekarang,  tapi dengan  buku  ini  ia  bisa  jadi  kaya  lagi  dalam  waktu  satu tahun. Sungguh, ia tak bisa menuntut lebih dari ini!

Matahari pagi menerpa atap-atap rumah seberang jalan. Sinarnya berpendar keemasan dan  terasa hangat di wajah. Baldini  masih  menatap  ke  arah  selatan,  ke  jalan  yang 
menuju  Palais  de  Parlemen  ‐ menyenangkan  sekali  tak harus melihat tampang Grenouille lagi! 

Dengan penuh rasa syukur  ia  memutuskan  untuk  berziarah  ke  Notre‐Dame hari  ini.  Di  sana  ia  akan  melempar  koin  emas  ke  dalam kotak  amal,  menyalakan  tiga  batang  lilin,  lalu  berlutut memanjatkan puji syukur pada Tuhan yang telah memberi karunia rezeki dan menjauhkannya dari bencana. 

Tapi siang hari itu juga, persis saat Baldini hendak pergi ke  gereja,  sesuatu  yang  aneh  terjadi:  ada  kabar  bahwa Inggris  telah  menyatakan  perang  terhadap  Prancis.  

Berita ini saja sudah sangat menggelisahkan. Terlebih lagi Baldini telah  berencana  mengirim  produksi  parfum  ke  London persis  pada  hari  itu.  Terpaksalah  ia  menunda  ziarah  ke Notre-Dame dan berbelok ke pusat kota untuk memastikan kabar  itu  lebih  jauh.  

Setelah  itu  bergegas ke pabriknya di pinggiran kota Saint-Antoine dan menunda kiriman menuju London - setidaknya untuk saat ini. 

Malam itu di tempat tidur, sebelum ia lelap, mendadak ia kedatangan ide bagus. Melihat kemungkinan pecah perang dan  kekerasan  yang  akan  terjadi  di  seluruh  koloni  Dunia 
Baru,  ia  akan  meluncurkan  produk  parfum  bertajuk 'Prestige  du  Quebec,  sebuah  parfum  heroik  beraroma  tar, yang  apabila  sukses  - ia  yakin  pasti  begitu  - akan 
menghasilkan  keuntungan  yang  jauh  melebihi  kerugian akibat  pembatalan  bisnis  dengan  Inggris.  

Ide  konyol  ini membuatnya lega dan menelungkup nyaman di atas bantal, di  atas  buku  kumpulan  formula  yang  saking  tebalnya sampai  terasa  menembus  bantal.  

Tapi  Baldini  malah merasa  nyaman  dan  aman  begitu.  Maître  Baldini  tertidur lelap dan tidak pernah bangun lagi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...