Kamis, 05 Agustus 2021

"PERFUME, THE STORY OF A MURDERER" 28

DUA PULUH DELAPAN


BEGITULAH  SETERUSNYA  dari  hari  ke  hari,  minggu  ke minggu, bulan demi bulan. Tanpa henti selama tujuh tahun. 

Sementara  itu,  dunia  dilanda  perang  dunia.  Manusia berperang  di  Silesia  dan  Saxony,  di  Hanover  dan  Low Countries,  Bohemia  dan  Pomerania.  

Bala  tentara  Raja berguguran  di  Hesse  dan  Westphalia,  di  Kepulauan Balearic,  di  India,  di  Mississippi,  dan  di  Kanada  - itu  pun 
kalau  tidak  lebih  dulu  ambruk  terserang  tifus  dalam perjalanan. 

Perang merampas hidup lebih dari sejuta orang. Prancis  kehilangan  daerah  koloni,  dan  negara-negara  lain kehilangan  begitu  banyak uang  sampai  akhirnya  memutuskan dengan berat hati untuk mengakhiri perang. 

Suatu  hari  di  musim  dingin  selama  periode  tersebut, Grenouille  nyaris  mati  kedinginan  tanpa  disadari.  Selama lima  hari  ia  berbaring  di  ruang  tunggu  ungunya  dan  saat terbangun begitu kedinginan sampai tak sanggup bergerak.

Ia  menutup  mata  dan  ingin  agar  tidur  saja  sampai  mati. Tapi  mendadak  cuaca berubah.  Es  mulai  mencair  dan  ia selamat.

Pernah  salju  begitu  tebal  sampai  ia  tak  kuat  menggali untuk  mengambil lumut  di  bebatuan.  Jadilah  ia  mengisi perut dari bangkai‐bangkai kaku kelelawar beku. 

Pernah  seekor  burung  gagak  terbaring  mati  di  mulut gua. Ia memakannya juga. Hanya realitas dunia luar seperti ini  yang  ia  sadari  selama  tujuh  tahun.  Ia  benar-benar  tak 
pernah  meninggalkan  gunung,  nyaman  bergumul  dengan kerajaan mimpi dan pasti  bakal di  sana  terus  sampai mati (karena ia tak merasa kekurangan apa-apa) kalau saja tidak tertimpa sebuah bencana yang memaksanya turun gunung.

Memuntahkan Grenouille kembali ke dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...