Jumat, 06 Agustus 2021

"PERFUME, THE STORY OF A MURDERER" 37

TIGA PULUH TUJUH


PADA  BULAN APRIL mereka merendam  belukar broom serta bunga pohon jeruk.  Lautan mawar mendapat giliran di bulan Mei.  

Aroma  manisnya  seperti menenggelamkan 
seuruh  kota  dalam  kabut  krim manis  yang  tak terlihat selama sebulan. 

Grenouille  bekerja  seperti  kuda  pacu.  Tanpa 
menonjolkan diri dan dengan kepatuhan seorang budak, ia lakukan  semua  tugas  yang  disuruh  Druot.  

Tapi  sementara ia  mengaduk,  menggosok  bak  mandi, membersihkan tempat  itu,  atau  mengisi  kayu  bakar  seolah  tanpa  otak, 
sesungguhnya  tak  satu  hal  pun  yang  luput  dari perhatiannya,  baik  bisnis  maupun  proses  metamorfosis aroma.  

Grenouille  memanfaatkan  hidung  ajaibnya  untuk mengobservasi  dan  memonitor  setiap  detail  kejadian dengan  lebih  baik  ketimbang  Druot.  Contohnya,  migrasi aroma kelopak mawar tadi; dari minyak mawar ke alkohol, 
sampai  ke  flacon-flacon  kecil  yang  amat  berharga.  

Jauh sebelum  Druot  sadar,  ia  sudah  lebih  dulu  tahu  kapan godokan  minyak  sudah  terlalu  panas,  kapan  bunganya perlu  ditambah,  dan  kapan  godokan  telah  sarat  aroma. 

Grenouille bisa mencium apa yang terjadi di dalam. tungku dan kapan persisnya penyulingan harus berhenti. Kadang ia sengaja  memberi  tahu  ini  - tentu  dengan  cara  yang  tidak mencurigakan  dan  berupa  saran.  

Misalnya  ketika  ia berkata, “Godokan minyak mungkin sudah terlalu panas...,” atau, “Minyak ini sebaiknya disaring dulu " atau, “Rasanya alkohol dalam tabung penyulingan ini sudah menguap ..... "

Druot  tidak  terlalu  bodoh  untuk  mengabaikan  begitu saja  “saran‐saran  amatir”  ini.  Ia  tahu  bahwa  hasilnya memang bisa lebih baik jika menuruti kata-kata Grenouille.

Apalagi  melihat  cara  penyampaianya  yang  tidak  angkuh atau  sok  tahu,  juga  karena  Grenouille  tidak  pernah  - terlebih  di  hadapan  Madame  Arnulfi  - mengabaikan  atau meragukan  otoritas  dan  posisi Druot  sebagai  seorang  ahli utama,  tidak  pula  memberi  saran  dengan  nada  sinis  atau 
menyinggung.  

Jadi,  tak  ada  salahnya  dituruti.  Pun  seiring  
bergulirnya  waktu,  ia  tak  merasa  terlalu  keberatan menyerahkan  segala  putusan dalam proses  pekerjaan itu pada Grenouille. 

Dus,  makin  lama  Grenouille  tak  hanya  ditugasi mengaduk adonan, tapi juga memasukkan bunga ke tungku, memanaskan  dan  mengayak,  sementara  Druot  pergi  ke 
kedai  Quatre  Dauphins  di  seberang  jalan  untuk  minum segelas  anggur  atau  ke  lantai  atas,  “menghibur”  Madame Arnulfi. Yakin bahwa Grenouille bisa diandalkan. 

Di pihak lain, meski pekerjaannya jadi dua kali lipat lebih berat,  Grenouille  lebih  suka  bekerja  sendiri. Menyempurnakan  teknik  baru  dan  kadang  sedikit bereksperimen.  

Dengan  girang  ia  menemukan  bahwa 
pomade  buatannya  bisa  dibilang  lebih  baik,  dan  bahwa essence absolut  buatannya  sendiri  lebih  murni  beberapa persen ketimbang buatannya bersama Druot. 

Musim  bunga  melati  berawal  di  akhir  bulan  Juli  dan bunga tiberosa di bulan Agustus. Parfum dari kedua bunga ini  sangat  halus,  elok,  dan  rapuh.  Tak  hanya  bunganya harus  dipetik  sebelum  matahari  terbit,  tapi  mereka  juga menuntut  perhatian  dan  penanganan  khusus.  

Bila dihangatkan aromanya berkurang dan jika dididihkan akan musnah sama sekali. “Jiwa”  mereka tak bisa direnggut begitu saja, tapi  harus “dibujuk” secara metodis menggunakan ruang resapan khusus, di mana bunga-bunga itu ditabur di atas lempengan kaca  berlapis minyak lemak dingin atau dibungkus kain berlapis minyak lemak. 

Dengan cara  ini  mereka  akan  mati  dalam  tidur.  Butuh  tiga  hingga empat  hari  sampai  mereka  layu  dan  menguapkan aromanya ke lapisan minyak... 
Sisa bunga diangkat hati-hati untuk  memberi  ruang  bagi    bunga  baru.  

Prosedur  ini diulang  antara  sepuluh  sampai  dua  puluh  kali.  Baru  pada bulan  September  pomade  dari  bunga  ini  bisa  dibuat  dan 
minyak wangi bisa diperas dari kain pembungkus. 

Hasilnya memang  jauh  lebih  sedikit daripada  metode  perendaman, namun  kemurnian  dan  kualitas  pasta  melati  atau  huile antique de tubereuse ini jauh melebihi hasil yang diperoleh dengan teknik lain. 

Khusus untuk bunga melati, permukaan 
minyak  wangi  yang  dihasilkan  sangat  bening,  manis, lengket,  beraroma  erotis  dan  murni.  

Hidung  Grenouille mampu membedakan antara aroma bunga yang asli dengan parfum  yang  dihasilkan,  karena  campuran  aroma  spesifik dari media minyak yang dipakai - betapa pun murni - tetap hadir  laksana  kelambu  jaring  laba-laba  di  atas  aroma melati. 

Melembutkan dan menipiskan ketajaman aroma asli sedemikian rupa agar lebih enak diendus manusia normal. 

Di  pihak lain,  teknik  perendaman  dingin  tetap merupakan metode terbaik dan paling efektif untuk menangkap aroma-aroma lembut.  Tak  ada  cara lain lagi  yang lebih  baik.  Pun bila  metode  ini  dirasa  tidak  cukup  baik  buat  hidung Greunouille,  sudah  lebih  dari  cukup  buat  hidung manusia 
normal. 

Berbagai  teknik  seni  pembuatan  parfum  dikuasai Grenouille  dengan  cepat.  Bahkan  melebihi  Druot,  gurunya sendiri.  

Namun  Grenouille  tetap  waspada  agar  tidak menonjol  dan  menjaga  sikap merendah.  Membuat  Druot dengan  senang  hati  membiarkannya  pergi  ke  rumah  jagal 
untuk membeli lemak  yang  paling  tepat, memurnikan  dan memprosesnya,  menyaring  serta  menyesuaikan proporsinya  sedemikian  rupa  agar  menjadi  media  terbaik penangkap aroma. 

Ini pekerjaan sulit dan kerap dikeluhkan 
oleh  Druot  karena  lemak  yang  banyak  mengandung campuran bahan lain menjadi basi atau terlalu berbau babi, kambing,  atau  sapi,  dapat  merusak  pomade  yang  hendak 
dibuat.  

Ia  biarkan  Grenouille  memutuskan  sendiri 
bagaimana  mengatur  lempengan-lempengan  berlapis minyak di ruang resapan, kapan waktu rotasi memasukkan bebungaan,  dan  apakah  pomade  yang  dibuat  sudah  cukup resap.  

Tak lama  kemudian ia juga mengizinkan  Grenouille memutuskan  hal-hal  krusial  yang  hanya  bisa  dikira-kira, sama dengan Baldini dulu. Grenouille mampu menentukan takaran yang lebih tepat, tentunya dengan bantuan hidung. Tapi Druot tak pernah curiga soal ini. 

“Ia  punya  sentuhan  yang  baik,”  ujar  Druot  suatu  kali. 

“Untuk sejumlah hal, instingnya bisa diandalkan.” Kadang ia juga  berpikir, 

“Sesungguhnya,  kalau  mau  jujur,  ia  lebih 
berbakat  daripada  aku  ‐  seratus  kali  lebih  baik  sebagai seorang  ahli  parfum.”  

Tapi  tetap  saja  ia  menganggap Grenouille  dungu  karena  pemuda  itu  sama  sekali  tak 
berniat  mengomersialisasikan  bakatnya.  

Padahal  kalau Druot diberi sedikit saja dari bakat itu, niscaya ia bakal jadi pakarnya  ahli  parfum.  Grenouille  dengan lihai mendorong 
Druot  untuk  sampai  pada  kesimpulan  tersebut  dengan menunjukkan  kesan  bodoh,  membosankan,  serta  tak berambisi.  

Bertingkah  seperti  tak  menyadari  kegeniusan diri  sendiri  dan  hanya  mau  bekerja  berdasarkan  perintah Druot yang dianggap  lebih berpengalaman. 

Dus, atas dasar ini mereka mampu bekerja sama dengan baik. 

Musim  gugur  dan  musim  dingin  tiba.  Suasana  tempat kerja  jadi  lebih  sepi. Aroma  bunga  terperangkap  di tempayan dan flacon-flacon di gudang loteng. Jika Madame Arnulfi tidak menyuruh membuat pomade atau barang lain atau  menyuling  sekarung  rempah-rempah  kering,  tak banyak  pekerjaan  yang  bisa  dilakukan.  Panen  zaitun  tetap dipetik  beberapa  keranjang  tiap  minggunya. Minyaknya diperas  dan  sisanya  ditaruh  di  penggingan.  Anggur juga  disuling menjadi alkohol rektifikasi. 

Makin  lama,  Druot  makin  jarang  kelihatan.  Ia  lebih sering  “dinas”  di  ranjang  Madame  Arnulfi.  Setiap  kali muncul badannya bau keringat dan air mani. Itu pun paling hanya  sekadar  lewat  dan  langsung  menuju  kedai  minum. 

Madame  juga  jarang  turun  dari  lantai  atas.  Sibuk  dengan perhitungan investasi dan menyiapkan pakaian berkabung sebagai seorang janda. 

Berhari-hari Grenouille nyaris tidak melihat  seorang  pun  kecuali pembantu  yang  bertugas menyiapkan sup makan siang, roti, dan zaitun untuknya. 

Sementara  itu,  Grenouille  juga  jarang  sekali  keluar rumah. Ia ikut ambil bagian dalam kehidupan bisnis parfum - dengan  menghadiri  pertemuan  dan  prosesi  para  ahli hanya  agar  tidak  terlalu  menonjolkan,  saat  ada  maupun tidak. tak  punya  teman  atau  kenalan  dekat,  namun  tetap berhati-hati  agar  tidak  dianggap  sombong  atau  kurang 
supel.  

Pada  para  ahli  lain  ia  meninggalkan  kesan  sebagai sosok  yang  membosankan  dan  tidak  menguntungkan. 

Grenouille  jadi  ahli  berakting  membosankan  dan  ceroboh, walau  tidak  kelewatan  sampai  menjadi  bahan  olok-olok atau  objek  lelucon  di  serikat  kerja.  Ia  sukses  membuat orang berpikir bahwa ia sama sekali tidak menarik. 

Orang‐orang  membiarkannya  sendiri,  dan  Grenouille  memang lebih suka begitu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...