Rabu, 04 Agustus 2021

"PERFUME, THE STORY OF A MURDERER" 19

SEMBILAN BELAS


TAK MAKAN WAKTU  LAMA  sampai  Grenouille menjadi ahli penyulingan. Ia menemukan - dengan hidung yang jauh lebih  membantu  ketimbang  segudang  peraturan  Baldini  - bahwa  panas  api  memegang  peranan  penting  dalam menentukan kualitas hasil sulingan. 

Setiap tanaman, setiap bunga,  setiap  jenis  kayu,  dan  setiap  minyak  perasan  biji menuntut prosedur penggodokan tersendiri. Kadang harus sangat panas, kadang sedang, dan untuk bebungaan apinya harus sekecil mungkin. 

Persiapan  lain  juga  begitu.  Mint  dan  lavender  bisa disuling berkelompok. Yang lain ada yang harus disisihkan dengan hati-hati terlebih dahulu, dipetik, dipotong, digerus, 
ditumbuk,  atau  bahkan  dibuat  menjadi  bubur  sebelum ditaruh  dalam  ketel. 

Sialnya, ada banyak  hal  yang  tak  bisa 
disuling sama sekali. Ini membuat Grenouille sebal. 

Melihat  betapa  Grenouille  makin  mahir  menangani perangkat  kimia,  Baldini  bersedia  membebaskannya berkreasi dengan tabung penyulingan. Jelas sebuah peluang yang  tidak  disia-siakan  begitu  saja  oleh  Grenouille. 

Sementara  tetap  mengerjakan  tugas  pembuatan  parfum dan  produk  wewangian  lain  di  siang  hari,  malamnya  ia habiskan  khusus  untuk  menguasai  seni  penyulingan.  

Ia berencana  menciptakan  aroma  dasar  yang  sama  sekali baru,  untuk  kemudian  dikembangkan  menjadi  beberapa macam  aroma  sesuai  ingatannya  selama  ini.  

Kesuksesan datang bertahap. Awalnya ia berhasil membuat minyak dari jelatang  dan  dari  biji  seledri,  eau de toilette  dari  batang 
elderberry  segar  dan  ranting  cemara.  

Hasil  sulingannya memang  nyaris  berbeda  dengan  aroma  ramuan  asal,  tapi paling  tidak  masih  cukup  menarik  untuk  diteruskan  lebih jauh.  Kendati  demikian,  tetap  ada  substansi  tertentu  yang 
prosedurnya  gagal  sama  sekali.  

Misalnya  saat  Grenouille mencoba  menyuling  aroma  kaca,  lempung,  aroma  dingin sebuah  kaca  yang mulus,  pokoknya  benda-benda  yang  tak bisa  diendus  hidung  manusia  normal.  Ia  telah  mencoba sedikit pada kaca jendela - dan pecahan botol, dan sekarang ingin  mencoba  lagi  dalam  jumlah  besar,  dalam  pecahan-pecahan  yang  dibuat  sehalus  debu  ‐  semuanya  gagal. 

Selanjutnya ia mencoba menyuling kuningan, porselen dan kulit, kayu, serta kerikil. Tanah juga ia coba suling mentah‐mentah. Begitu pun darah, kayu, ikan segar, dan rambutnya sendiri. Di  ujung  percobaan, ia menyuling air mentah  dari sungai  Seine.  

Aroma  uniknya  dirasa  pantas  diabadikan.  Ia 
yakin  bahwa  dengan  bantuan  tabung  penyulingan  ia mampu menjarah aroma unik dari benda-benda itu, seperti yang  telah  kenyang  ia  lakukan  pada  tumbuhan, lavender, dan  biji  jintan.  Ia  tak  sadar  bahwa penyulingan sesungguhnya  tak  lebih  dari  sekadar  proses  memisahkan substansi  kompleks  menjadi  komponen  yang  mudah 
menguap dan yang tak mudah menguap. Ini hanya berguna dalam  seni  membuat  parfum,  karena  sari  minyak  yang mudah  menguap  dari  tanaman  tertentu  bisa  diekstraksi atau dipisahkan dari substansi lain yang sedikit atau  tidak memiliki  bau.  

Pada  substansi  yang  kurang  atau  tidak 
memiliki  sari  minyak,  proses  penyulingan  tentu  saja  tak berguna.  

Buat  manusia  modern  seperti  kita  hal  ini  pasti bisa  segera  dipahami,  tapi  dalam  kasus  Grenouille, pengetahuan  ini  didapat  secara  menyakitkan,  setelah melewati  berjam-jam  percobaan  yang  mengecewakan. 

Selama berbulan‐bulan ia tetap keras kepala menongkrongi tabung  penyulingan,  malam  demi  malam,  mencoba  setiap cara  dan  teknik  menyuling  aroma  baru  yang  radikal  - 
aroma  yang  tak  pernah  ada  di  bumi  dalam  wujud konsentrat. 

Usaha ini tentu saja berbuah kekonyolan. Hasil 
terjauh  yang  didapat  selalu  minyak tanaman.  Sumur produktivitasnya  yang  tak  terbatas  itu  terus  memompa usaha  tanpa  hasil.  

Hidung  ajaib  Grenouille  justru jadi penghalang terbesarnya dalam memahami kegagalan. Saat  akhirnya  sadar  bahwa  ia  telah  gagal,  Grenouille menyudahi percobaan dan jatuh sakit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...