Senin, 30 November 2020
PAWELINGAN 01
Minggu, 29 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 74
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 73 PART 2
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 73 PART 1
"SILENT KILL PERSON" SPESIAL EDITION CHAPTER 72 PART 2
( SPECIAL EDITION PART 2 )
" Itu Hening.., sekarang giliran kita..", ucap Panah pelan sembari mencabut sangkur dari pinggangnya.
" Aku mengerti..", sahut Gembok.
Kemudian mereka bergerak berpencar.
.
..
...
" Tetap waspada..!, tembak apapun yang bergerak..!", perintah Kim yang sudah memasuki hutan pinggir rawa dan mendekat kearah dimana posisi Panah dan Gembok sebelumnya berada didalam hutan.
" Tratatatatar..!"
Tiba-tiba salah seorang milisi melepaskan tembakan kearah semak, sontak membuat Kim dan sisanya terkejut dan berlindung dibalik pohon.
"Apa itu?", tanya Kim.
" Sepertinya aku melihat gerakan pak..!", sahut milisi tersebut.
"Kalau begitu, kalian berdua, periksalah..", perintah Kim.
" Baik..! "
Tampak dua orang milisi bergerak perlahan mendekat ke arah semak tersebut untuk memeriksa.
" ... "
"Tratarataratar..!"
Seketika Gembok tiba - tiba muncul dari samping di jarak yang tak begitu jauh dan langsung menembaki kedua milisi tersebut, kemudian ia bergegas berlari menyerong dari balik pohon ke pohon untuk menghindari tembakan dari sisa milisi yang mendadak langsung menembakinya ketika kedua rekan mereka roboh bersimbah darah.
"Krkk..krkkk.."
"Crshhh..crshhh"
Peluru mereka riuh menghantam batang pepohonan.
" ! "
" Sshhh..!"
Salah satu peluru dedikit menyambar lengan kanan Gembok, segera ia berlari memutar dengan zigzag dengan cepat ditengah tembakan ketiga sisa milisi yang bersama Kim, sambil berlari Gembok berusaha menghitung jarak posisi musuh dan sudut tembak yang tepat karena banyak terdapat pepohonan.
" Baiklah..!", gumam Gembok dengan tiba - tiba berbalik, dengan cepat ia segera melepaskan tembakan.
" Tash...tash..tash..!"
Tiga butir peluru meluncur diantara pepohonan dan rimbunnya dedaunan semak yang tumbuh dari celah sempit yang didapat Gembok diantara batang pohon dengan batang pohon yang sedikit lebih jauh, begitu seterusnya dengan sudut miring yang pas, sehingga hanya tercipta sedikit ruang namun dapat melihat posisi musuh dengan jelas.
" Ckkkk..crkk..crrkkk..!"
Ketiga butir peluru itu pun tepat mendarat di dada masing-masing para milisi, Ketiga milisi tersebut pun langsung roboh mengerang kesakitan, namun...
" Tash..!"
"Ekkhh..!"
Gembok terjatuh ketika tiba - tiba sebutir peluru menembus bahu kirinya.
" Apa ini..?!",gumam Gembok menahan sakit.
Dari kejauhan tampak Kim dengan moncong senapannya yang mengepulkan asap, yah..Kim yang menembaknya, dari awal kemunculan Gembok, Kim sudah berusaha membidiknya, namun baru saat ini ia mendapatkan titik yang tepat, itupun karena Gembok berhenti untuk berbalik menembak, namun itu tetap satu tembakan yang bagus.
"Hmm... Tembakanku harusnya lebih baik dari tembakanmu tadi,, ternyata sulit menembak ditengah gerimis dan hanya dibantu kilatan petir..", ucap Kim.
".. Tapi aku akui kalian memang. . ", Kim menunda kata - katanya, ia tiba - tiba segera berbalik menangkis sebuah sabetan sangkur dengan senapannya.
" Ting..!"
Kin menangkis sabetan sangkur Panah yang tiba - tiba muncul dari belakangnya.
" HEBAT. . ! "
Sambung Kim sembari meloncat kesamping, kemudian berdiri.
#KIM dan PANAH saling berhadapan..!!!
(Bersambung)
"SILENT KILL PERSON" SPESIAL EDITION CHAPTER 72 PART 1
★ HENING ★ PART 72 (1)
( SPECIAL EDITION )
" PASUKAN ELITE - 01 "
Seorang milisi tampak berusaha mendekati Heli Tiger yang jatuh itu atas perintah dari pasukan asing yang berada diantara mereka untuk sekedar memeriksa.
" Ada pergerakan! ", teriak salah satu milisi melihat ke arah kokpit heli tersebut.
Yah sepertinya salah satu pilot EC 665 tiger itu selamat, meskipun berlumuran darah.
"Crsshhh!"
Tiba - tiba saja kepala milisi tersebut tertembus peluru, seketika milisi tersebut roboh.
Bisa ditebak, itu adalah tembakan dari Hening.
" Sniper! Waspadalah kalian semua..!", perintah salah satu prajurit Asing yang berwajah penuh codet.
"Chief.., sepertinya kita tidak bisa menyepelekan mereka..", ucap salah seorang lagi yang berada disebelahnya, yang berbadan lebih kecil dari yang lainnya, tampaknya seseorang sebelumnya adalah komandan regu mereka.
"Aku tau Mark.., kita harus melakukan sesuatu, Whitney sudah roboh akibat serangan kejut mereka.., sementara kita diselamatkan oleh heli kita yang terlambat, bahkan heli kita telah jatuh..", gumam Chief dari keenam prajurit asing tersebut yang sekarang tinggal belima.
".. Ada saran..?", tanya Chief itu lagi.
Sejenak Mark berfikir sembari menggenggam erat senapan serbu M4-nya.
".. Sniper kita Whitney telah roboh, akan sangat sulit menghadapi Sniper mereka, tapi dilihat dari situasi sekarang.., mereka sedang terpojok meskipun kenyataannya kita yang berada di pojok.., anda mengerti maksudku Chief..?", jelas Mark.
"Hmm... Aku mengerti, baik.. Panggil mereka, kita lakukan seperti di Kongo..", sahut Chief tersebut.
"Baik.."
" Zulu, Jackson, Kim, kemarilah..!", Mark memanggil rekan - rekannya untuk berkumpul.
.
..
...
Tampak tiga orang berlari cepat mendekat.
" Bagaimana..?", tanya Zulu begitu mendekat, senapan mesin M60 gagah disandangnya yang berwarna selaras dengan kulit hitamnya, kepala botak membuatnya terlihat sebagai yang paling sangar diantara yang lainnya.
" ..Whitney telah dibunuh mereka Chief..", ucap Jackson, menggunakan ikat kepala dengan rompi yang lumayan banyak dicantel Granat tangan, serta M4A2 yang banyak dibubuhi tulisan - tulisan umpatan.
" Ayo kita habisi mereka..", sambut Kim, wajahnya kental campuran Asia - Eropa, sedikit oriental namun sangar, berbadan tegap, ia memiliki sebilah sangkur yang beda dengan milik rekan - rekannya, seperti sejenis Pedang, namun lebih pendek menempel di pinggul belakangnya.
" Sniper itu.. Kita lakukan seperti di kongo..", ucap Mark.
" Bagaimana dengan yang lainnya..? Sepertinya aku melihat 2 orang dari mereka..", tanya Kim.
" Dua orang kan? Apa kau bisa mengatasi itu Kim?", tanya Chief mereka.
" KLak..!"
"Serahkan padaku..", sahut Kim sembari mengokang Senapan M4-nya.
" Aku ingin sekali membawa kepala mereka sebagi cinderamata..", sambung Kim lagi.
" Waspadalah Kim, jangan terlalu meremehkan mereka.. Aku yakin mereka dari satuan elit..", sahut Chief mereka.
" Denjaka..? Kopassus? ", tanya Zulu.
"Mungkin diantaranya..", sahut Chief mereka.
" Aku tau rumor mereka, mereka hebat dimanapun mereka berada.. Mereka terdengar kuat, tapi aku yakin mereka tidak lebih hebat dari kita..!", sambung Chief tersebut berusaha membakar semangat anak buahnya.
" Yeah..!", sahut keempat anak buahnya tersebut.
" Aku tak bisa mendengar kalian.., sekali lagi..apa aku benar..!?!", tanya Chief itu lagi.
"YEAH..!!!", teriak Mark bersama yang lain bersemangat.
.
..
...
" ! "
Bahkan Panah sayup-sayup mendengar teriakan mereka.
" Mereka akan menyerang.., bersiaplah..", Ucap Panah mengingatkan.
" Aku senang jika mereka melakukan itu..", sahut Gembok yang baru saja selesai merapikan jasad Sendok yang ia tutupi dengan dedaunan.
" Hening.. Kau mendengarku..?", tanya Panah melalui Radionya.
" Tentu saja aku mendengarnya..", sahut Hening yang tampak merayap berpindah posisi.
"Apa rencanamu..?", sambung Hening bertanya.
"... Tidak ada.., jika mereka menginginkan pertempuran.., kita berikan mereka pertempuran.., ini bumi pertiwi kita..! Aku ingin sekali membuat tanah ini subur dengan tumpahan darah-darah mereka..", ucap Panah membara.
" ... "
Hening hanya diam, ingin sekali ia mengatakan sebaiknya kalian pergi dari sini.., namun ia tak ingin menghalangi semangat rekannya yang sedang membara.
" Kau siap Gembok..?", tanya Panah.
" Kapanpun aku siap..!"
"KLakk..!"
Sahut Gembok Garang.
Kedua pihak masing - masing terbakar semangat untuk saling mengalahkan, bukan untuk adu ketangkasan, bukan untuk melihat siapa yang terkuat...
Ini tentang HARGA DIRI prajurit!
.
..
...
Chief pasukan asing tampak membagi sisa pasukan Milisi yang tersisa menjadi dua regu, 5 orang mengikuti Kim mendekat ke arah Panah dan Gembok, sementara sisanya 4 orang lagi bergabung bersama Mark, Zulu, Jackson, beserta dirinya untuk mendekat ke arah dimana posisi Hening berada.
" ... "
"Mereka bergerak..", ucap Hening memperhatikan dari balik teropongnya.
" Kalian Bergeraklah dengan cepat setelah ini.. Mengerti?", perintah Mark kepada para Milisi sembari mempersiapkan sebuah Granat Asap ditangannya.
" Klik.."
" Tak..!"
Granat asap dilemparkan Mark ke tengah - tengah antara barak dan bibir rawa, tak berselang lama, asap putih sudah mengepul.
" Menghalangi pandanganku kah..?", gumam Hening.
" Sekarang..!", perintah Mark.
Maka ke 4 milisi yang bersama mereka segera berlari maju dari arah kiri menembus rawa.
" Mark.., Jackson., ayo..! Zulu..sekarang!", perintah Chief.
Terlihat Mark, Jackson, dan juga Chief berlari sigap dari arah kanan, sementara itu Zulu bersiap melepaskan tembakan perlindungan dengan tetap berada dibelakang.
"Tretereteretm..trereteret.."
Deru senapan mesin M60 Zulu menggema, menembak acak menembus gumpalan asap ke arah sekitar dimana terdapat bekas tembakan Heli mereka.
" ! "
Hening sedikit Kaget karena terdapat sebutir peluru tersebut mengenai batang pohon yang berada didekatnya.
" Kau hampir beruntung.., tapi aku lebih beruntung..", gumam Hening sembari membidik bersiap melepaskan tembakan.
" Tshhh.."
"DUARRR..!!!"
Ledakan tiba-tiba saja muncul tak jauh dimana granat asap itu berada, bahkan bangkai Heli tiger yang tergeletak di tengah Rawa ikut meledak.
" Sial..! Ini jebakan kita..!", ucap Mark sedikit terpental terkena tekanan ledakan tersebut.
"Teruslah Maju..!", perintah Chief mereka sembari menundukan kepalanya karena sangat banyak sampah dan kayu beterbangan bercampur dengan Air Rawa yang mencuat ke udara.
Maka Mark dan Jackson tampak terus maju tak menghiraukan para milisi yang tewas.
Tampak ke empat milisi yang bersama mereka itu tewas terkena ledakan tersebut, karena memang posisi mereka dekat dengan pusat ledakan tersebut.
" Sial..! ", umpat Zulu, menghentikan tembakannya berusa berlindung dari sejumlah material kayu yang beterbangan.
Ternyata Ledakan itu adalah ledakan sejumlah Claymore yang terpasang di dekat barak musuh dan sengaja ditembak oleh Hening.
.
..
...
" ! "
Kim bersama ke 5 orang milisi yang bersamanya juga tampak terkejut melihat ledakan itu, namun ia tak begitu memperdulikannya dengan tetap memerintahkan ke 5 milisi yang bersamanya untuk memburu Panah dan Gembok.
(( NEXT ))
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 72
Sabtu, 28 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 71
Jumat, 27 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 70
Kamis, 26 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 69
Rabu, 25 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 68
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 67
Selasa, 24 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 66
Senin, 23 November 2020
"SILENT KILL PERSON" CHAPTER 65 (PLUS)
"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"
Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...
-
AJIAN SERAT JIWA (PEMBUKA) "Tetombo pawongan kang lagi kepanasan... Mung saget ngiyup menyang ngisor wit-witan..." Ekstrak Ilmu...
-
Syekh siti jenar “Sajati jatining ngelmu Lungguhe cipta pribadi Pustining pangestinira Gineleng dadya sawiji, Wijaning ngelmu dyatmika ...
-
Rajah Kala Cakra merupakan ilmu yang banyak digunakan oleh para jawara tempo dulu di antaranya menawarkan ajian, menyerang balik kekuatan ga...