Sabtu, 26 September 2020

SANG KYAI -79

Lanjutan Kisah murid TQNS

[Sigit Agung Pribadi]

Beberapa bulan yang lalu, istri saya mengeluhkan benjolan di pergelangan tangannya. Anehnya, benjolan tersebut bisa hilang sendiri dan muncul sendiri begitu seterusnya. Kemudian saya panggil khodam malaikat, konsentrasi lafadz Alloh di dada dan mulai mendeteksi. Batin mengatakan ada yang tidak beres di tubuh istri saya. Ada jin yang kemungkinan dikirim orang untuk tujuan pelet (wallohu a’lam). Kemudian istri saya merasakan kesemutan di seluruh pergelangan tangan yang saya pegang. Kemudian saya tarik jin tersebut dan saya buang. Tidak saya musnahkan karena ingin tahu apakah benar gangguan goib atau bukan. Kalau memang jin, maka nanti malam ada serangan balasan, begitu bisik batin saya. Pada malam harinya saat saya sudah tertidur, saya dikejutkan suara teriakan istri saya yang sedang berada di kamar mandi menahan sakit yang luar biasa di perutnya. Wah, bener ternyata gangguan goib, begitu bisik batin saya. Antara ngantuk dan pusing karena bangun tidur dikagetkan, saya langsung konsentrasi lafadz Alloh di dada. Kemudian meminjam karomah kyai (…) membayangkan membentuk selimut energi di perut istri saya dan tarik seluruh jin secara cepat. Istri saya langsung muntah-muntah dan alhamdulillah sakit perutnya langsung sembuh.

Demikian cerita pertama saya. Insya Alloh cerita berikutnya menyusul.

[Eka Aji]

……… adalah Ibu saya yang selalu saya ceritai mengenai saya dan keluarga besar TQNS, dan dari sana berawal perhatian Bapak & beberapa keluarga saya yang mengamalkan ilmu kejawen.

Bapak saya mengeluh pusing dan mudah marah. Karena beliau pernah kesurupan saat dulu ikut kesenian reog akhirnya saya putuskan untuk dijadikan media.

Saya tarik si pembuat pusing dan alhamdulillah masuk. ehhh… ternyata macan yang jadi amalan Bapak… tapi lucunyaaa.. si macan pemalu.. dan minderan.. singkatnya saya islamkan dll, si macan saya kasih tugas awal untuk mengislamkan jin di lingkungan saya. Dan tidak mengganggu Bapak serta keluarga saya. Alhamdulillah berawal dari situ Bapak jadi aktif sholat.

[Dewi Runie]

…… saya mau cerita pengalaman selama menjalankan puasa 41 hari (alhamdulilah kemarin sudah selesai), tadinya saya ragu, kenapa sudah hampir 25 hari menjalankan puasa kok saya belum ada tanda-tanda kejadian gaib seperti yang teman-teman alami? apakah puasa/dzikiran saya gak berfungsi alias gak diterima ALLAH SWT, tapi ternyata ketika menginjak hari ke 29 pas malam jum’at tepat jam 23.00 saya dikejutkan bunyi ledakan yang berasal dari dalam kamar saya yang kemudian menyebabkan listrik rumah padam alias anjlok, yang ternyata disebabkan dop neon di kamar saya meledak, sejenak saya berfikir, waduh ada apa ini? perasaan udah gak enak, tapi ternyata di rumah gak ada apa-apa justru paginya suami saya yang ada di sby telp (saya ada di rumah ibu di Nganjuk) mengatakan kalau mulai tadi malam sakit perut, mules bolak balik ke wc tapi gak bisa keluar, 2 hari kemudian dia datang ke Nganjuk dengan sakit perut yang belum sembuh, kebetulan saya habis dzikir malam minggu legi, jadi ya saya suruh minum air dzikir itu ternyata sembuh dan bisa berkali-kali kentut besar, alhamdulilah semuanya aman-aman saja sampai sekarang, setelah baca status kyai Nur yang mengatakan bahwa bagi murid-murid yang belum selesai puasa 41 hari dan belum mempunyai khodam dilarang mengamalkan do’a rofitoh karena akan kena imbasnya serangan yang ditujukan pada kyai, hehehe gara-gara sok mau tawwadu pada kyai jadi kena imbasnya beneran deh, untung sakit suami bisa saya atasi sendiri.

[Euis Nurraeni]

……. saya akan cerita yang barusan saya alami,,,,, pada malam sabtu kemarin setelah sholat isya saya langsung sholat taubat dilanjutkan dengan dzikir pondasi kemudian membaca al-fatihah 41 x, setelah selesai tiba-tiba tangan kanan saya sakit kesemutan pegal yang amat sangat dan mulai dari sikut terus ke atas sikut kemudian ke bawah sikut/lengan, satu hari berikutnya saya mengalami sakit kepala yang amat sangat selama 3 hari, tadinya saya anggap sakit biasa tapi minum obat kok gak sembuh-sembuh, saya ceritakan sakit saya sama pak kyai, astagfirulloh ternyata saya kena serangan, saya pun disuruh angkat santetnya dengan karomah kyai (….) saya langsung muntah-muntah, saya ulangi muntah lagi. Subhaanalloh sakit kepala saya sembuh.. Subahanalloh. Subahanalloh.

[Rio Jiwa Waeebro]

………… flasback dari siapa saya sebelum mengenal kyai dan bergabung bersama dulur-dulur semua sampai sekarang yang pasti pola hidup saya sudah 80% berubah dan yang 20% tinggal mendalami ajaran-ajaran kyai guru saja. Sampai saat ini saya masih puasa 21 hari dan masih hari ke 18. Kisah saya pada ke 7 malam saat dzikir puasa tiba-tiba terasa ada benda panas yang menusuk-nusuk perut, mencoba masuk tapi tak bisa masuk cuma berjalan-jalan mencari celah masuk tapi terasa panas saat benda itu menusuk-nusuk di perut, alhamdulillah setelah berdoa meminta pada ALLAH untuk meminjam karomah kyai (….) saya bisa menolak benda-benda itu dan entah pergi kemana, esoknya saya inbox kyai tanya apa itu benar serangan dan ternyata kata kyai memang itu serangan dari luar. Dan kisah pada malam hari ke 16 saya puasa, setelah subuh saya tertidur dan bermimpi, ada anak kecil masuk ke kamar saya (anak dari teman kerja saya dulu) tapi saya sadar itu bukan dia lalu saya tanya. Saya : kamu siapa? Anak : hehehe… kamu tau aja, aku jin kiriman. Saya : jin dari mana? Anak : dari arab. Saya : dalam hati emang ada ya jin dari arab, heheh… Belum banyak hal yang mau saya tanyakan jin itu marah dan menyerang saya tapi tak mampu menyentuh tubuh saya, akhirnya jin itu entah dara mana punya senjata yang ga tau itu senjata apa dan senjata itu berhasil menembus perut saya, terasa sakit sekali di perut, sampai badan rasanya lemas tak bertenaga, tangan mau bergerak untuk memegang senjatanya saja, saya tak mampu. Akhirnya saya biarkan mungkin saya akan mati dengan cara seperti ini. Tiba-tiba saya teringat akan berdoa meminta pada ALLAH kekuatan, dan Alhamdulillah saya bisa memegang tangan jin itu dan mencabut senjatanya dari perut saya dan setelah tercabut entah pergi kemana jinnya karena tiba-tiba saya terbangun dari tidur, tapi perut saya masih terasa sakit sampai sore hari. Saya inbox kyai ternyata memang itu nyata serangan beneran. Dan pada malam ke 17 saya dzikir puasa sempat terfikir bagaimana kalau jinnya datang lagi, apa yang harus saya lakukan. Tiba-tiba entah beneran atau cuma hayalan saya, di gambaran saya melihat kedua tangan saya membara dan tubuh saya dikelilingi bola energi berwarna kuning semu putih. Lalu saya bertanya dalam hati apa ini jawaban dari pertanyaan saya tadi. Paginya setelah subuh saya tidur dengan harapan jinnya datang lagi saya sudah siap dengan senjata tangan saya yang membara tadi. Jin pun tak datang, Wallahu alam. Benar dan tidaknya saya tak tau karena saya juga belum berkodham dan belum bisa apa-apa. Entah besok dapat apa dan jadi apa saya juga tak tau karena memang hanya ampunan dosa dan bisa berjalan bersama kyai dan jamaah TQNS semua saya sudah sangat bersyukur. Semoga kyai tak bosan-bosannya membimbing kami semua. Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...